WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Ujian Mental Dan Kesabaran


__ADS_3

Benar saja setelah beberapa jam . Pesawat yang di naiki agen. Dimana agen itu adalah anggota Zello sendiri. Saat ini media dihebohkan akan kecelakaan sebuah pesawat. Tepat di perbatasan Negara Dubai. Pihak maskapai kehilangan kontak pesawat tersebut. Dan setelah di pastikan oleh pihak terkait. Dan konfirmasi melalui Bandara terdekat.


Kini, Dunia dihebohkan akan sebuah ledakan dahsyat tak jauh di perbatasan Dubai. Tepat nya di teluk Persia perbatasan dengan pantai barat Emirat. Zello hanya diam sambil terus menonton layar televisi. Yang saat ini ada di dalam ruangan kerja nya. Dan masih di dalam markasnya.


"Mr, Gabriel sama sekali tidak bisa di hubungi" . Jackson melaporkan pada tuannya.


Namun, Zello masih saja bersikap santai. Karena ia begitu paham dan begitu mengenal. Cara kerja anggotanya satu itu. Yang selalu teliti dan juga jelih. Sama hal nya dengan Bulan. Yang tak pernah sekalipun. Mengecewakan dirinya. Seketika senyum Zello terbit. Saat ia mendapatkan sinyal aktif kembali. Dan mulai mengetahui jejak anggotanya.


"Jackson".


Sang asisten pun segera mendekati Zello. Karena ia juga penasaran. Dengan apa yang dilihat oleh Zello saat ini. Namun, Setelah tahu, Jackson nampak menyeringai licik. Karena, Semua sistem kerja anggota Zello. Tak usah di ragukan lagi. Mereka tak salah mempunyai pendidikan tinggi tinggi. Karena memang otak mereka bisa bekerja dengan baik.


"Setelah Gabriel kembali. Kau harus menyiapkan tiket liburan untuknya!. Dan memberikan fasilitas sesuai janjiku padanya".

__ADS_1


"Siap Mr". Jackson selalu patuh. Dan paham dengan apa yang Zello perintahkan padanya.


Setelah mendapatkan kabar dari anggotanya. Yang ia ganti menjadi agen. Untuk masuk kedalam sarang klan nya. Zello pun berdiri dari tempat duduknya. Jackson sudah tahu, Pasti Zello akan pulang ke mension. Karena jam saja sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


Seharian ini mereka hanya sibuk di markas saja. Dan menunggu kabar dari Gabriel. Untuk memastikan keadaan wanita itu baik baik saja. Karena sejak agen nya naik kedalam pesawat. Ia mulai kehilangan kontak dengannya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Di dalam mension mewah. Dia tampak sedang mondar mandir. Seperti setrikaan saja. Menunggu kepulangan suaminya. yang sejak tadi pagi malah susah di hubungi. Dan sekarang hampir menunjukkan pukul sepuluh malam. Zello belum juga menunjukkan batang hidungnya sama sekali.


"Kenapa belum tidur? ". Tanya Zello saat ia sudah berada di hadapan Dia. Meskipun ia bertanya dengan masih memasang wajah datarnya. Namun, Hal itu sudah cukup membuat Dia senang bukan main.


" Mana bisa aku tidur. Kalau suamiku saja, Belum pulang". Jawab Dia sambil tersenyum. Dan meraih punggung tangan Zello. Mencium nya penuh takzim.

__ADS_1


Zello hanya menatap wajah Dia. Masih dengan tatapan datarnya. Lalu pria itu menggiring Dia untuk segera masuk kedalam mension. Membuat Dia pun langsung mengalungkan tangannya. Pada lengan tangan suaminya. Zello pun hanya diam, Tanpa banyak protes ataupun menolak nya.


"Mau langsung mandi, Atau makan malam dulu, Bang? ". Tanya Dia dengan senyum dibibirnya.


" Mandi saja dulu, Aku sangat gerah". Sahut Zello datar. Namun, Dia tetap saja memasang wajah ramah nya. Dan masih tersenyum manis. Meskipun sikap Zello masih lempeng padanya. Setidak nya saat ini, Zello sudah mau berkomunikasi dengannya.


"Baiklah, Air hangatnya tadi udah aku siapin bang. Abang mandi saja dulu!. Biar aku panasin lauknya untuk makan malam kita! _.


" Lain kali makan lah duluan!. Jangan tunggu sampai aku pulang. Karena aku tidak tahu pasti kapan pekerjaan ku akan selesai ". Ujar Zello sebelum ia menaiki anak tangga untuk menuju kekamar utama.


Walaupun sedikit kecewa. Dia masih bisa tersenyum. Dan wanita itu menganggukan kepalanya saja. Zello pun langsung naik ke atas. Meninggalkan Dia yang masih menatap punggung lebar nya. Dari bawah sana, Dengan menghela nafasnya kasar.


" Aku ingin lihat, Sampai kapan kau mampu bertahan dengan ku, Arandia? ". Guman Zello dengan sudut bibir terangkat membentuk sebuah senyuman liciknya.

__ADS_1


Selagi Zello belum mempercayai seseorang. Maka, Pria itu akan terus mengujinya. Baik ujian kesabaran ataupun ujian mentalnya. Sebab, Untuk menjadikan pasangannya yang sebenarnya. Zello tidak ingin wanita itu, Hanya harus menuntut untuk cantik saja. Namun, Juga harus cerdas dan juga penuh kesabaran. Dan menurut padanya. Sebab, Zello sangat paham, Pasangan nya tidak akan mungkin harus ia jaga dan awasi setiap saat. Jika lengah sedikitpun, Maka kelemahan nya akan langsung di manfaatkan oleh para klan nya.Oleh sebab itulah, Zello ingin menempah mental Dia dan menguji kesabaran wanita itu lebih dalam lagi.


Intinya, Zello saat ini sedang menguji istri nya sendiri. Layaklah Dia menjadi pendamping hidup nya. Dan layakkah Dia menjadi ibu dari anak anaknya kelak. Setelah cinta pertama nya pergi. Dan tak tahu rimbanya saat ini. Syisil adalah gadis satu satunya, Yang mampu membuat seorang Zello merasa yakin dan percaya padanya. Namun, Gadis itu bagaikan raib di telan bumi saat ini.


__ADS_2