WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Tetap Saja Zello


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Namun, Dia masih saja terlelap dalam tidurnya. Tubuhnya masih terbungkus selimut tebal. Sepertinya ia kelelahan, Setelah semalam bekerja keras kembali. Dan di hajar habis habisan oleh suaminya. Bagaimana tidak?. Karena Zello melakukannya tak hanya satu kali saja. Bahkan, Sampai Dia bilang ampun padanya.


Beberapa saat kemudian, Dia mulai menggeliat sambil mengerjapkan matanya. Namun, Ia langsung berhenti bergerak. Ketika tangannya tak sengaja malah memegang sesuatu, Dengan sedikit kenyal namun, Empuk.


Tangan Dia malah semakin memijatnya pelan. Menggunakan jari jari lentiknya. Lalu, Dia mulai membuka matanya. Betapa terkejut nya Dia, Saat ia malah melihat wajah tampan Zello. Yang saat ini sedang menahan sesuatu.


"Apa kau begitu senang memainkannya? ". Zello bertanya dengan suara seraknya.


Dia yang sedikit ambigu, Karena pertanyaan suaminya. Bahkan, Ia juga sempat terkejut saat melihat Zello ada di ranjang yang sama dengannya. Lalu, Dia menurunkan tatapannya kebawah sana.


Dia membuka selimut nya, Untuk mengintip apa yang ia pegang saat ini. Namun, Ketika ia mengintip dari balik selimut nya. "Aaaa.... ". Pekik Dia. Saat sadar apa yang telah ia pijat dan pegang sejak tadi.


" Wah, Apa sekarang hobby mu, Telah berubah?. Apa jeritan yang semalam masih kurang?. Hm? ".Zello kembali memiringkan tubuhnya. Dan menatap wajah istrinya dengan tatapan yang tak biasa.


" Jadi, Yang semalam itu...


Dia kembali menyibak selimut nya. Dan ia langsung melotot sempurna. Saat sadar kembali, Jika ia masih dalam keadaan polos saat ini. Tanpa memakai sehelai benang pun lagi.


"Kenapa?. Apa kamu mau nambah lagi? ". Zello sepertinya juga telah mempunyai hobby baru. Yaitu menggoda istrinya sendiri. Dimana Dia langsung bersemu merah.

__ADS_1


Sampai sampai Zello tak habis pikir. Karena, Istrinya itu selalu saja nampak malu. Padahal, Mereka bukan hanya satu kali melakukannya. Dan bukan hal pertamanya. Namun, Tetap saja Dia masih bersikap malu malu seperti ini.


"Ayo bangun!. Kalau tidak mau, Hal semalam terjadi kembali". Titah Zello yang langsung membuka selimut nya.


" Apa abang tidak bisa memakai celana abang dulu? _. Seru Dia seraya, Mengalihkan pandangannya kearah lain. Wanita itu tidak mau menatap barang suaminya. Yang menggantung seperti belalai gajah itu.


"Ck... Jangan pura pura tidak mau. Bahkan, Kau terus menjerit karena ulahnya". Seru Zello menggeleng kan kepalanya.


Pria itu sungguh tidak canggung lagi. Berjalan santai menuju kamar mandi. Dengan tanpa sehelai benang pun. Hingga alat tempur permanen nya. Dibiarkan menggantung dan bergerak sendiri. Saat ia berjalan santai seperti itu.


"Ku hitung sampai tiga. Kalau dengan hitungan ketiga kau belum bangkit dari ranjang. Jangan salahkan aku jika...


" Iya... Iya... Ini aku bangun bang". Seru Dia cepat. Karena sungguh pangkal paha nya sangat pegal sekali. Dan terasa sedikit kram. Akan ulah Zello semalam.


Tak hanya itu saja, Hampir seluruh leher dan dadanya. Sudah mendapatkan lukisan merah kebiruan. Yang tak hanya di satu tempat saja. Melainkan hampir penuh.


"Awwww... ". Dia kembali menjerit. Kala tiba tiba tubuhnya melayang di udara. Karena, Zello langsung menggendong tubuhnya yang ramping itu tanpa permisi lagi. Dimana Dia tadi sedang asyik menatap lantai keramik mahal tersebut.


" Jalan mu terlalu lama". Ujar Zello dengan santainya, Menggendong tubuh Dia. Dan langsung masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Dia sampai tak mendengar dan tak merasakan, Saat Zello datang menghampiri nya tadi. Sungguh pria itu memang seperti iblis saja. Tak ada yang tahu, Kapan ia datang. Dan kapan pula ia pergi.


🌿🌿🌿🌿🌿


Zello terus menatap wajah Dia istrinya. Saat kini keduanya sedang duduk di meja makan. Dan akan sarapan atau makan siang. Apalah istilah nyang tepat. Untuk menyebut nya. Lantaran sarapan pagi namun, Hari pun sudah nampak siang.


Sedangkan, Dia yang di tatap malah jadi salah tingkah sendiri. Pria itu sama sekali belum menyentuh makanan nya. Membuat Dia baru sadar akan sesuatu.


Namun, Saat Dia akan mencicipi makanan suaminya. Jackson sudah datang lebih dulu. "Maaf, Nona!. Biar saya saja yang lakukan". Ucap Jackson yang langsung melakukan tugasnya.


" Haisss... Kau itu darimana saja, Jackson? ". Seru Zello bertanya pada asisten nya.


" Ck... Bukankah, Dia sendiri yang menyuruh ku untuk menjauh dari villa. Kenapa dia sendiri yang bertanya ". Jackson menggerutu akan sikap Zello saat ini.


" Jackson ". Tatapan Zello begitu tajam


" Ah, Iya Mr. Maaf saya kelelahan jadi saya ketiduran di paviliun belakang ". Jawab Jackson gugup.


Jackson pun sambil menyodorkan makanan. Pada Zello. Dimana makanan itu telah ia cicipi terlebih dahulu. Sebelum masuk kedalam mulut Zello.

__ADS_1


" Kalian tampak serasi sekali". Lirih Dia pelan.


"Aku masih bisa mendengar nya, Sayang". Zello beralih menatap wajah istrinya. Dimana Dia hanya bisa nyengir kuda. Dan merutuki kebodohan nya, Sebab, Ia berani sekali mengatai Zello. Yang telinganya sangat peka itu.


__ADS_2