WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Pase Bucin


__ADS_3

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Jika Tuhan sudah berkehendak, Karena semuanya sudah di atur oleh nya. Skenario kehidupan, Sudah ada garis tangannya masing masing. Baik rezeki, Maut dan jodoh. Hanya masalah waktu saja yang belum pas, Dan belum waktunya untuk datang.


Zello saat ini tengah fokus menatap layar laptopnya. Begitu pun dengan Jackson, Yang sama hal nya dengan bosnya. Hingga ponsel Zello mulai berdering. Yang membuatnya mulai melirik kearah ponselnya.


Drt... Drttt...


Sudut bibir Zello terangkat, Kala ia melihat nama istrinya. Memenuhi layar ponselnya. Dan Jackson yang sudah paham. Hanya, bisa ikut mengulum senyumnya saja. Zello memang sudah benar benar berubah. Dan mulai sepenuhnya. Memberikan peluang hatinya, Untuk benar benar mencintai istri nya.


Sebab, Zello tahu. Tak akan mungkin ia meminta wanita lain. Untuk tetap bertahan di samping nya. Sementara statusnya bukanlah seorang pria lajang lagi. Apalagi, Zello sangat paham, Bagaimana orang yang pernah di cintainya itu. Sysil bukanlah tipe perempuan, Yang tega merusak kebahagiaan orang lain. Meskipun, Ia sendiri akan terluka.

__ADS_1


"Ada apa, Sayang? _. Tanya Zello, Saat ia sudah menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


"Sudah waktunya makan siang, Jangan terlalu di forsir kerjanya!". Ucap Dia dari seberang telpon nya.


"Iya, Sebentar lagi aku akan makan siang keluar bersama Jackson". Jawab Zello sambil mengukir senyum smirknya. Saat ia mulai diberi perhatian lebih oleh istrinya.


Dari sini Zello. Selalu berpikir kehidupan setelah menikah itu. Akan jauh lebih indah dan sempurna. Ketika mereka sama sama saling menyayangi dan mencintai dengan tulus. Tanpa, Ada rasa yang mengganjal di hati masing masing.


" Dokter Hana, Sedang menyiapkan makan siang untukku, Bang". Dia menjawab sambil memperhatikan Dokter Hana. Dimana gadis itu sedang menyiapkan beberapa menu. Yang dibantu oleh chef. Untuk makan siang Nyonya nya.

__ADS_1


Sedangkan, Dia hanya duduk di depan meja bar. Sambil menelpon suaminya. Bahkan, Zello tengah menatap istrinya. Lewat CCTV yang terpasang di Mension mewah tersebut. Padahal, Pria itu bisa melihat lewat panggilan video. Namun, Zello rupanya lebih suka. Main secara rapi dan bersih saja.


"Baik baik di Mension!. Karena aku akan pulang sedikit terlambat hari ini". Ujar Zello sambil terus memperhatikan layar laptopnya.


" Iya bang, Aku tahu.Dan aku tidak akan pergi kemana mana". Jawab Dia sambil tersenyum. Seolah ia tengah melihat wajah suaminya, Yang ada di hadapan nya saat ini.


Keduanya pun sedikit lama, Saling mengobrol hanya lewat panggil telpon saja. Sedangkan, Jackson hanya diam. Dan menulikan telinganya. Seolah ia tak mendengar sama sekali. Apa yang sedang bosnya itu katakan pada istrinya. Sebab, Di saat seseorang yang sangat susah jatuh cinta. Telah mengalami pase bucin. Maka, Ia tak akan pernah menganggap ada orang lain di dekatnya. Yang ia rasakan hanyalah kebahagiaan, Dan juga rasa yang sama sekali belum pernah ia rasakan sebelum nya.


Apalagi, Jackson sangat tahu. Bagaimana dulu cara Zello mencintai Sysil. Gadis cantik dengan seribu kebaikan nya. Yang tak pernah sekali pun Zello kecewakan. Namun, Begitu ia menyanggupi kemauan orang tuanya. Saat itulah, Zello malah mencapkan luka yang begitu perih. Untuk gadis sebaik dirinya.

__ADS_1


"Semoga anda, Selalu dalam lindungan Tuhan. Nona! ". Batin Jackson. Yang kadang sering merasa kasihan pada nasib Sysil. Tapi, Apa boleh buat. Sekarang yang terpenting bosnya sudah benar benar. Akan memfokuskan dirinya, Hanya untuk satu wanita. Yaitu istrinya sendiri.


__ADS_2