WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Di Asingkan Sementara Waktu


__ADS_3

Langit temaram begitu nampak gelap. Jam masih menunjukkan pukul sepuluh malam. Seorang wanita tengah berdiri di balkon sebuah kamar. Dengan menatap gelapnya langit malam ini seorang diri. Sebuah Villa yang jauh dari pusat keramaian kota. Masih nampak begitu asri dengan keindahan alam yang nyata.


Namun, Tak membuatnya hidup dengan nyaman dan tenang. Air matanya kembali menetes, Kala ia mengingat bagaimana perasaan suaminya padanya selama ini. Hingga ia hampir menyerah dengan keadaan.


"Jika aku menyerah, Apa kau akan bahagia? ". Lirihnya sambil terisak dalam kesendirian nya.


Ingin sekali rasanya ia pergi. Menjauh dan tak akan kembali lagi. Sebab, Ia merasa tak yakin. Jika dirinya masih diharapkan untuk kembali. Tetapi, Ia sendiri pun tak bisa memungkiri perasaannya. Jika, Dirinya masih sangat mencintai suaminya. Beberapa hari jauh darinya, Bukan membuatnya lega. Namun, Malah membuat hatinya semakin gelisah.


Meskipun selama ini selalu di perlakukan, Hanya sebatas hal sewajarnya saja. Tetapi, Ia malah tak bisa jauh darinya. Bayang bayang wajah tampan dengan penuh kharismatik tinggi. Selalu menghantui pikiran nya. Jika katakan rindu?. Maka jawabannya pasti akan iya.


"Hiks... Hiks... Aku merindukan mu, Bang. Sungguh... ". Teriaknya sambil memukul mukul dadanya sendiri.


Rasanya sangat sesak sekali. Hingga ia tak bisa bernafas dengan lega. Rasa rindunya membuatnya gelisah. Tetapi, Ia juga berusaha untuk menyangkalnya. Hanya karena ingat akan sebuah video. Dimana suaminya sedang memeluk erat seorang wanita lain. Bahkan, hal itu tidak pernah di lakukan nya padanya. Tatapan suaminya begitu dalam pada sang wanita. Dan tatapan itu pun, Tak pernah sekalipun ia dapatkan sebelum nya.

__ADS_1


Ada rasa kecewa, sedih dan juga marah. Yang ia rasakan saat ini. Namun, Biar bagaimana pun juga. Disini posisinya yang salah. Ia juga salah karena menerima begitu saja, Tawaran pria yang ingin menikahinya. Meskipun ia paham betul, Jika pria itu sama sekali tak mencintainya. Sehingga, Hubungan sang pria dengan kekasihnya malah menjadi berantakan. Mungkin, Ini lah yang dulu sempat suaminya rasakan. Ketika di tinggal pergi oleh wanita yang sangat ia cintai. Sehingga ia melampiasakan kemarahannya. Pada dirinya yang di anggap sebagai istrinya.


"Kakak belum tidur? ". Seorang gadis cantik datang menghampiri nya. Membuat wanita itu langsung menghapus sisa air matanya.


Namun, Sayangnya gadis itu telah melihatnya menangis sejak tadi. Dan membiarkan ia menumpahkan segala kesedihannya. Mungkin dengan begitu, Ia bisa sadar jika dirinya tak bisa hidup tanpa suaminya.


" Sejak kapan kau ada di situ Ara? ". Tanyanya berusaha untuk tersenyum.


" Sejak, Kakak bilang sedang merindukan bang Zello". Jawab gadis cantik bernama Ara itu. Bahkan, Ia sambil tersenyum teduh. Senyum yang begitu menyejukkan hati untuk di lihat.


Beruntung nya, Ia malah di temukan oleh Alex. Sepupu Zello sendiri. Dan dengan hasil kerjasama nya bersama Daddy Mark. Serta Abi Al, Akhirnya Alex berhasil menyembunyikan Arandia untuk sementara waktu. Agar, Zello bisa menghabisi para klan nya dengan tenang. Sedangkan, Arandia mereka sembunyikan di Villa keluarga nya. Yang ada di kuningan. Dimana daerah itu masih tampak asri dan jauh dari pusat kota.


Arandia juga di temani oleh Ara Wilson, Yaitu adik kandung Alex. Putri bungsu pasangan Jeni dan Satria Wilson. Sepupu Zello sendiri. Dimana Ara baru saja tiba di Indonesia satu Minggu yang lalu. Untuk liburan ke Negara tempat kelahiran Mommy dan Kakaknya. Tetapi, Ia malah langsung mendapat kan tugas. Untuk menemani Arandia, Istri dari abangnya Zello. Yang kondisi fisiknya tidak baik baik saja.

__ADS_1


"Apa kakak, Mau pulang bersamaku ke Jakarta? ". Tawar Ara dengan wajah semangat nya.


Sebab, Ia juga sudah bosan berada di Villa ini. Bahkan, Ia tidak di perbolehkan untuk main ponsel disini. Jaringan internet pun tak ada. Padahal, Liburan nya kali ini. Ia ingin menemui seseorang. Yang sudah sangat ia rindukan sekali.


Namun, Celengan kepala Arandia. Membuat gadis cantik itu langsung lesu. Sehingga ia mau tak mau, Harus berada disini lebih lama lagi.


"Kalau kau bosan. Kau bisa pulang duluan Ara!. Kakak tidak papa sendiri disini". Ujarnya pasrah.


Tetapi, Ara yang seorang gadis cerdas. Dan juga berpendidikan tinggi. Ia tak akan setega itu, Untuk meninggalkan Arandia seorang diri. Di tempat terpencil seperti ini. Apalagi, Keadaan Arandia sedang tak baik baik saja.


"Aku akan temani kakak. Sampai waktu liburan ku habis disini". Jawab Ara mulai pasrah.


Sebab, Gadis itu sudah pernah merasakan. Bagaimana sepinya dan sunyinya. Saat ia ditinggal kerja dan kerja. Oleh semua keluarganya. Bahkan, Mommy nya pun sibuk dengan urusan karirnya sampai sekarang. Oleh, Sebab itulah. Ara memilih menjadi seorang dosen. Meskipun ia mendapat kan gelar dokter, Dengan ipk paling sempurna. Sebab, Ara tak ingin waktunya habis sia sia demi karir semata.

__ADS_1


MAAF BELUM BISA BUAT UP NORMAL. SEPERTI BIASANYA, HARUS TETAP JAGA KESEHATAN. BIAR GAK STRESS🙏🙏🙏


__ADS_2