
Prangggg....
Ponsel keluaran terbaru yang harganya puluhan juta itu. Langsung hancur begitu saja. Saat di lempar sekuat tenaga oleh Zello. Jackson hanya bisa menundukkan kepalanya saja. Karena, Semua ini juga atas kelalaiannya. Ia fokus dengan orang orang dari Mark. Sampai lupa, Jika ada pria yang tak kalah liciknya dari Zello. Yaitu Lucas, Sepupu bosnya sendiri.
"Cek Apartemen nya sekarang juga!!! ".
" Baik Mr".
Jackson yang akan pergi pun. Langsung memundurkan langkah kakinya. Karena Andes tiba tiba muncul dari balik pintu. Dan tatapan Andes pun langsung tajam serta penuh intimidasi.
"Hais.... Kenapa kau datang di waktu yang tidak tepat begini sih? ". Zello memundurkan kursi kerjanya. Sehingga ia sedikit menjauh dari meja kerjanya itu.
"Apa yang kau sembunyikan dariku? ". Tanya Andes langsung. Pria itu memang tak suka basa basi. Apalagi ia juga tadi sempat mendengar obrolan Zello. Saat pria itu sedang marah marah lewat panggilan telpon nya.
" Lucas mengancamku". Jawab Zello datar. Lalu pria itu memberikan isyarat nya pada Jackson.
__ADS_1
Jackson pun menganggukan kepalanya paham. Dan segera meraih tablet yang ada di meja kerja nya. Di pojok ruangan itu. Karena ia dan Zello selalu bekerja dalam ruangan yang sama.
Jackson memberikan benda canggih itu pada Andes. Pria itu langsung mengambil alih. Dan mulai melihat apa yang akan di perlihatkan dengannya saat ini. Namun, Beberapa saat kemudian Andes dibuat sangat terkejut. Bahkan, Pria itu sampai melotot tak percaya. Akan apa yang ia lihat saat ini.
"Sejak kapan ini? ". Tanya Andes sangat serius.
" Sudah lah aku sedang malas untuk bercerita panjang lebar Ndes. Sekarang, Intinya kau sudah tahu semuanya. Jadi, Bisakah kau ikut merahasiakan semua ini dari Daddy dan Mommy? ".. Bujuk Zello yang mulai prustasi sendiri.
Andes menggeleng kan kepalanya pelan. Ia benar benar iba akan nasib Zello saat ini. Namun, Ia juga tak bisa berbuat banyak. Karena semua ini akan bersangkutan dengan kedua orang tuanya. Diman Zello telah membuat keputusan sendiri. Hanya karena tak ingin membuat kedua orang tuanya merasa terbebani. Akan sebuah janjinya dengan seseorang di masa lalu.
Zello hanya menatap datar. Sungguh ia juga sedang di lema saat ini. Namun, Zello bukanlah pria pecundang. Yang hanya menjadikan seorang wanita. Hanya sebuah figuran saja. Tetapi, Ia juga tidak bisa terus terusan memaksakan diri. Dalam urusan ini, Zello baru paham bagaimana posisi Zein selama ini.
" Bagaimana keadaan nya sekarang? ". Andes mulai bertanya serius.
" Baik". Jawab Zello singkat. Sungguh pikiran Zello sedang di penuhi kekalutan. Apalagi Lucas sudah mengetahuinya lebih awal. Pria itu akan selalu mengancamnya. Jika ia sampai ingkar akan perjanjian. Yang telah ia sepakati dengan Lucas beberapa menit yang lalu.
__ADS_1
Drt.... Drt...
Ponsel Jackson berdering. Dan membuat kedua pria itu langsung menatap kearah Jackson. Dimana Jackson menjadi sedikit gugup. Akan tatapan kedua pria dingin nan datar itu. Karena keduanya benar benar mengambil dan menyerap nyali akan aura mereka masing-masing.
"Mr Z... ". Jackson menyodorkan ponselnya pada Zello. Karena itu telpon untuk bosnya. Bukan untuk dirinya.
Andes pun menatap Zello dengan tatapan yang sulit di artikan. Sedangkan Zello segera beranjak dari sana. Pria itu memilih untuk ke sudut ruangan. Menerima telpon dari seseorang.
" Sejak kapan dia menjadi seperti itu? ". Tanya Andes pada Jackson. Sambil terus memperhatikan sikap Zello.
" Maaf tuan Andes. Saya hanya akan patuh pada Mr Z saja".
"Ck... Kenapa aku tidak kepikiran juga, Untuk mencari orang orang seperti mu , Jackson". Seru Andes dengan senyum sinisnya.
TBC
__ADS_1