WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Demi Kedua Orang tuanya


__ADS_3

Arandia tampak bagaikan orang linglung. Ketika seorang Zello, Yang merupakan seorang pria berkuasa. Dan tak pernah tersentuh oleh siapapun. Apalagi orang asing yang tak ia inginkan sama sekali. Namun, Saat ini malah meminta seorang gadis untuk menikah dengannya.


Arandia hanya melotot sempurna. Dengan mulut yang mengaga. Namun, Zello hanya menatap nya datar saja. Seperti nya ungkapan kata yang ia ucapkan tadi. Tak benar benar tulus dari hatinya. Tetapi, Ekspresi wajah pria itu selalu saja menunjukkan ekspresi wajah yang tak terbaca. Apa yang sebenarnya ia rencanakan saat ini.


"Kau hanya perlu menjawab!. Iya atau tidak? ". Ucap Zello penuh penegasan.


" Karena aku tidak akan pernah mengulangi ucapan ku lagi. Aku pastikan setelah kita menikah, Aku akan sedikit membantu untuk membuang rasa penasaran mu itu. Dan aku juga akan menjalankan kewajiban ku sebagai seorang suami". Sambung Zello lagi seolah ia tak ingin menerima penolakan nya.


Arandia tampak berpikir. Karena ia juga bingung harus menjawab apa. Kalau ia menolak, Itu artinya ia tak akan memiliki harapan lagi. Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga besarnya itu. Namun, Jika ia menerima ajakan Zello. Itu artinya ia juga akan menjadi bagian keluarga dari Castano. Dan hal yang paling Arandia takutkan sekarang adalah rumah tangga nya tak akan pernah bahagia. Tanpa adanya rasa cinta di antara keduanya.

__ADS_1


Gadis itu mempunyai harapan jika kelak. Ia mencintai dan menikah dengan seorang pria. Yang benar-benar mencintainya dengan setulus hatinya. Dan ia juga sama sama mencintainya. Bukan, Hal seperti ini yang di harapkan oleh Arandia. Apalagi, Arandia tahu betul karakter Zello itu bagaimana.


"Bagaimana kita bisa menikah, Kalau di antara kita tak ada Cinta? ". Tutur Arandia mencoba berani mengungkapkan apa yang ia khawatirkan saat ini.


Zello hanya tersenyum tipis. Ia bahkan tak tahu apa itu Cinta. Bagi Zello mencintai wanita selain keluarga nya sendiri. Hanya membuang buang waktunya saja. Kehidupan pria sepertinya tak akan mau mengenal yang namanya Cinta. Zello tidak mau musuhnya mengetahui titik kelemahannya, Jika suatu hari nanti ia mulai mencintai seseorang.


" Belajarlah realistis Arandia!. Kebahagiaan tak harus berhubungan dengan kata Cinta semata. Asalkan kau selalu yakin dan percaya, jika aku tidak akan pernah menyia nyiakan dirimu. Maka, Aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik untukmu". Jawaban Zello sangat membuat Arandia semakin tak paham saja.


"Aku tidak suka menunggu Arandia. Jadi, Putuskan lah dengan segera!. Karena setelah kau mengambil keputusan, Maka aku juga akan menepati janjiku". Ucap Zello dengan suara tegasnya.

__ADS_1


Sungguh Arandia tampak semakin galau saat ini. Sebuah pilihan yang sulit untuknya. Arandia berpikir, Setelah ia mengambil keputusan, Itu artinya ia mengorbankan dirinya sendiri. Dan dari sini awal hidupnya akan di mulai.


Ketika Zello ingin meraih handle pintu ruangan kerja nya. Arandia langsung menghentikan langkah pria itu. " Tunggu!! ".


Zello menghentikan gerakan tangannya. Dan kini kembali menoleh pada Arandia. Karena Zello yakin, Gadis itu pasti tidak akan menolak tawarannya. Zello akan merasa lega, Jika jawaban Arandia sesuai dengan harapannya. Karena itu artinya, Keinginan orang tuanya telah ia lakukan.


" Aku menerima tawaran anda tuan Zello". Ujar Arandia sambil memejamkan matanya.


Zello menarik sudut bibirnya. Dengan demikian ia tak lagi di desak oleh kedua orang tuanya. Sebab, Zello pun tak paham kenapa harus dia yang di pilih. Tapi, Ketika melihat air mata Mommy nya. Membuat Zello tak bisa lagi berkutik.

__ADS_1


"Siapkan dirimu!. Lusa kita menikah dan aku tidak akan membuat pesta pernikahan besar untuk ini. Jadi, Aku harap kau bisa memahami nya! ". Sebelum mendengar jawaban Arandia. Zello langsung bergegas melangkah keluar ruangan.


Saat ia telah berada di luar ruangan, Zello menatap pintu itu dengan tatapan sedikit merasa bersalah. " Maafkan aku Arandia".Guman Zello yang langsung melangkah kan kakinya kembali.


__ADS_2