WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Membuktikan Janji


__ADS_3

Zello kembali ke mension dengan langkah gontainya. Bahkan ia sampai tak menyadari. Jika di halaman depan, Ada dua mobil mewah. Yang terparkir disana.


"Abang udah pulang? ". Zello langsung menghentikan langkahnya. Saat ia mendengar suara seorang wanita yang sangat ia kenal.


Pria itu menoleh kearah samping. Dan benar saja sosok wanita paruh baya. Yang masih sangat terlihat cantik. Sedang tersenyum padanya.


" Mommy ". Lirih Zello dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Daddy, sudah menunggu mu di ruang kerja!. Hampiri Daddy mu sekarang!. Sebelum dia bertambah emosi". Titah Naura masih dengan seulas senyum dibibirnya.


Zello yang paham. Kini hanya bisa menganggukkan kepalanya saja. Ia tahu, Hal ini pasti akan terjadi. Namun, Zello tidak akan lari dari tanggung jawabnya. Karena ia juga bukanlah pria brengsek. Ia hanya terjerat dalam skenario jalan keputusan yang ia ambil sendiri. Tanpa berpikir pajang lagi. Sebab, Zello sebelum nya hanya memikirkan kebahagiaan adik nya saja. Tanpa ia sadari, Jika perasaannya sendiri akan merasa sangat hancur seperti sekarang ini.


Jangan di tanya lagi, Kenapa kedua orang tuanya. Bisa tiba di Jakarta secepat ini. Mereka pasti akan cepat tahu. Masalah apapun yang sedang di hadapi anak anaknya. Apalagi, Sekarang Lucas tidak mau membantunya lebih dalam lagi. Ternyata sepupunya itu tidak mau mengkhianati Daddy nya juga. Sama halnya dengan orang orang kepercayaan sang Daddy. Mantan king mafia yang pernah berkuasa. Jauh sebelum dirinya menjadi pemimpin, Seperti sekarang ini.


Naura menatap iba. Akan perjalanan cinta putranya satu ini. Jika saja ia tahu. Kalau Zello telah mencintai gadis lain . Jauh sebelum mereka merencanakan pernikahannya dengan Dia. Mungkin, Saat ini Zello masih tetap bahagia. Lantaran ia masih bersama dengan kekasihnya. Namun, Saat ini keadaan nya sudah jauh berbeda. Zello tidak akan mau meninggal kan Dia. Wanita yang ia nikahi, Hanya demi rasa cintanya pada Syisil. Pria itu akan jelas memilih untuk mempertahankan pernikahan nya. Dengan hubungan yang sah. Meskipun ia sendiri akan tersakiti.

__ADS_1


"Masuklah!! _.


Bariton suara tegas penuh penekanan. Menggelegar memenuhi seluruh ruangan. Saat Zello baru saja tiba di depan pintu ruangan kerjanya itu. Zello sama sekali tidak menunjukkan rasa gugup. Ataupun wajah sedihnya. Ia masih saja memasang wajah datar dengan kharismatik tinggi itu. Hingga pintu ruangan terbuka. Dua wajah dingin dan juga dua wajah itu sama sama menunjukkan aura mematikan. Saling tatap satu sama lainnya.


Andes yang sejak tadi ada di dalam sana. Saat ini hanya bisa diam, Dengan tatapan penuh rasa iba. Akan masalah yang Zello hadapi saat ini. Jika, Masalah klan ataupun musushnya. Mungkin Zello mampu hanya dengan satu tarikan nafasnya saja. Namun, Yang saat ini sedang terjadi adalah masalah hati. Pria sekuat dan sedingin serta sehebat Zello saja bisa lemah. Hanya karena cintanya pergi begitu saja. Apalagi hanya orang orang yang tak memiliki kekuatan apapun.


"Apa keputusan mu sekarang?". Mark bertanya dengan sorot mata tajamnya.


Zello saja belum sempat untuk duduk. Tapi, Daddy nya langsung melontarkan pertanyaan untuk putranya.


" Daddy sudah tahu jawabannya". Sahut Zello sambil mendaratkan bokongnya. Pada salah satu kursi di hadapan Daddy nya.


"Apa Daddy bisa pegang janjimu! ".


" Sejak kapan Zello pernah ingkar Daddy? . Lagi lagi Zello malah bertanya balik. Membuat Andes hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja.

__ADS_1


"Baiklah, Jika keputusan mu sudah bulat. Daddy hanya ingin segera memiliki cucu darimu dan juga Dia! ".


Deg...


Zello langsung menatap wajah Daddy nya. Dan disana terlihat Mark tidak pernah main main akan permintaan nya. Andes pun langsung terasa susah untuk menelan salivanya sendiri. Ketika, Daddy nya berucap penuh perintah seperti itu.


" Daddy pikir, Bikin anak itu mudah? ". Timpal Zello tersenyum sinis.


" Kau tinggal menyatukan diri dan menyiram benihmu saja!. Apa susahnya? ". Mark tampak tak mau menerima protesnya.


Andes mulai melirik Zello. Namun, Pria itu masih saja terlihat santai. Dan Andes sudah bisa menebak. Jika Zello sebenarnya pasti belum siap. Untuk mendapatkan keturunan dari Dia saat ini.


" Daddy, Tolong untuk masalah ini. Jangan paksa Zello dulu!!".


"Andes, Jangan ikut campur!. Biarkan dia membuktikan janjinya sendiri!. Dan kau urus saja pernikahan mu dengan Cici!. Jangan sampai Daddy berubah pikiran ". Ancam Mark yang langsung membuat Andes menutup mulutnya rapat rapat.

__ADS_1


" Kau sanggup, Zello? ". Tanya Mark sekali lagi.


" Akan aku usahakan, Tapi tidak dalam waktu dekat ini". Jawab Zello tak kalah datarnya.


__ADS_2