
Dia terus mengulum senyumnya. Saat ia mengingat momen yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya. Dimana Zello telah memberikan hak lahir dan batinnya. Menyatu dalam satu ikatan pernikahan yang sesungguhnya.
Flashback On...
Saat mereka tiba di pulau Dewata. Tepat nya pada saat malam kedua. Mereka tinggal di sebuah resort, Dimana resort itu adalah milik keluarga Bagaskara. Malam itu suasana sedang hujan lebat. Membuat Dia ketakutan, Karena petir yang mengeluarkan suara. Dimana Dia selalu saja trauma saat hujan dan petir datang secara bersamaan.
Kejadian dimana kedua orang tuanya. Yang di bantai habis habisan. Selalu menghantuinya saat hujan lebat begitu. Dan malam itu, Zello menemani Dia dan tak pernah meninggalkan nya. Bahkan, Zello pun medekap tubuh Dia erat.
Hingga entah apa yang Zello rasakan. Sampai sampai ia mulai berani melakukan kontak fisik. Secara nyata dengannya. Gadis yang ia nikahi tiga bulan terkahir. Penyatuan yang seharusnya telah terjadi. Sejak malam pertama mereka. Pada malam itu mulai terjadi. Dan membuat Dia mendesah dalam kungkungan tubuh kekar Zello.
Dia tidak berpikir macam macam. Sebab, Yang ada di dalam otak Dia. Hanya lah apa yang ada di hadapan nya saja. Dengan Zello telah menyentuhnya saja. Sudah membuat Dia bangga. Dan rasa bahagia nya tak akan pernah memudar dari hatinya.
Flashback Off...
"Dia... Hei... Are you okay?". Andi mengguncang pelan bahu Dia. Saat wanita itu malah diam saja, Sambil senyum senyum sendiri. Dan tidak lagi mendengar kan dirinya bicara panjang lebar.
" Ah, Iya ada apa Ndi? ". Tanya Dia gelagapan. Karena, Ia malah tiba tiba merindukan suaminya. Yang saat ini pasti sedang sibuk bekerja.
" Tidak ada apa apa. Lebih baik aku kembali ke ruangan ku saja. Aku akan menyiapkan berkas untuk meeting kamu nanti siang". Ucap Andi yang langsung pamit dengan Dia. karena Andi sudah bisa menebak, Apa yang sedang Dia lamunkan tadi.
🌿🌿🌿🌿🌿
Di dalam sebuah ruangan latihan. Tampak seorang gadis cantik dengan wajah khas orang Eropa. Rambut bewarna coklat kehitaman. Hidung mancung dan kulit putih mulusnya. Bibir tipis berisi sedang latihan menembak. Mengasah kemampuan nya kembali. Yang telah beberapa bulan ini tak ia gunakan.
Dor... dor... dor...
Suara tembakannya selalu tepat mengenai sasarannya. Beruntung ruangan itu adalah ruangan kedap suara. Sehingga ia bebas menembak sesuka hatinya.
__ADS_1
"Nona, Sudah cukup latihan hari ini. Sebaiknya anda kembali istirahat saja!". Ujar seorang wanita yang merupakan orang kepercayaan nya saat ini. Sekaligus dokter yang merawat nya selama beberapa bulan itu.
" Kau tahu Nia. Kalau aku sudah sangat bosan berbaring di tempat tidur setiap hari ". Jawabnya masih saja tak memperdulikan. Teguran dokternya. Padahal kondisi nya juga belum begitu pulih. Luka di bagian perutnya masih harus selalu di pantau.
Gadis cantik itu, Saat ini hanya memakai tang top bewarna hitam, Yang ia padukan dengan hot pants bewarna senada juga. Sehingga tato di bagian pinggangnya. Dapat terlihat dengan jelas. Perut datarnya yang selalu membuat orang iri. Karena tubuh gadis itu begitu sempurna.
Gayanya yang anggun namun mampu menipu banyak orang. Wajahnya yang cantik, Netra kecoklatan yang sangat mempesona. Mampu menggoyahkan hati pria yang telah beku.
"Tapi nona ini...
Dokter cantik itu. Yang merupakan orang yang di tugaskan untuk merawat nya. Langsung bungkam, Saat ia mendapatkan perintah dari seorang pria. Untuk segera menyingkir dari ruangan itu. Sedangkan gadis itu hanya menarik sudut bibirnya saja. Karena, Ia sadar siapa yang datang saat ini.
Cetak...
Gadis itu langsung mengarahkan pistolnya. Tepat di depan kening seorang pria tampan. Yang telah mencuri hatinya sejak beberapa tahun yang lalu. Dan baru beberapa bulan ini mereka di pertemukan kembali.
Gadis itu hanya tersenyum dan langsung menjatuhkan pistolnya begitu saja. Ia pun langsung berhamburan masuk kedalam pelukan pria nya. Yang sudah beberapa hari ini tidak menemuinya sama sekali.
" Kenapa kau bau parfume wanita? ". Tanya gadis itu sambil mengendus endus pria nya.
Pletakkk...
" Aww... ". Gadis itu meringis saat jidadnya di jitak oleh pria tersebut.
"Kenapa kau selalu lemah saat berada di hadapanku?". Goda pria itu sambil tersenyum mengejek.
Gadis itu pun membalas nya dengan sebuah senyuman licik. Membuat para orang kepercayaan mereka keluar dari dalam ruangan itu. Meninggal kan sepasang sejoli, Untuk melepaskan rindunya terlebih dahulu.
__ADS_1
Buggg...
"Shiittt". Umpat sang pria memegangi bagian perutnya. Saat tiba tiba gadis itu mulai mengeluarkan keahliannya. Dengan menendang perut sang pria.
" Kau lengah honey". Gadis itu mengejek pria nya dengan senyuman penuh arti.
Pria itu mulai mendekat dan langsung meraih kedua tangan sang gadis. Meskipun sempat terjadi aksi serangan. Dari gadis itu, Percayalah mereka hanya berlatih. Sebuah latihan yang selalu mereka lakukan dalam keadaan apapun.
Gadis itu dengan lincahnya Bisa melepaskan diri dari pria nya. Dan kini ia mulai menendang meja yang ada di pojok ruangan.
Brakkk...
Sebuah kursi melayang tepat kearah sang pria. Namun, Pria itu berhasil mengelak. Membuat gadis itu tak kehabisan akalnya. Di saat pria itu ingin kembali mendekati nya. Gadis itu kembali memgindar. Namun tubuhya yang ramping. Langsung di dekap oleh sang pria dari arah belakang.
Seppp... Brakkk...
Gadis itu begitu licin. Dan berhasil membuat pria nya tertidur di atas meja yang sempat ia dorong tadi. Dengan tanpa aba aba, Gadis itu naik keatas tubuh prianya.
"Apa kau sudah mulai lemah sekarang? ". Cibir sang gadis dengan senyum menggodanya.
Tanpa di duga, Pria itu malah langsung menarik tekuk leher sang gadis. Dan beberapa saat kemudian mereka sudah saling sesap, Satu sama lainnya. Bertukar salivanya dengan sangat menuntut.
" Miss you". Ucap sang gadis setelah menjeda ciuman panas itu.
"Miss you too, Honey". Balas sang pria dengan sangat tulus dan penuh kejujuran.
TBC
__ADS_1