
Dua Bulan Kemudian...
Arandia menggeliat, Piyama tidurnya yang berbahan satin. Yang mana tampak begitu tipis. Sudah tersingkap hingga sebatas dadanya. Wanita itu terus menggeliat bak cacing kepanasan. Dengan kedua tangannya, Yang saat ini tengah mencengkram kuat sprei nya.
"Kenapa kau cepat sekali basahnya? ".
Deg...
" A... abang.. ". Arandia tampak seperti terkejut. Saat ia melihat wajah Zello, Tengah berada di antara kedua pangkal pahanya.
" Ada apa? ". Zello balik bertanya pada istrinya. Saat melihat ekspresi wajah Dia, Yang malah terlihat terkejut saat menatap nya saat ini.
" Tidak ada, Jam berapa sekarang bang? _.
Wanita itu malah segera bangkit dari tempat tidurnya. Meninggalkan suaminya begitu saja. Membuat Zello menatap dengan tatapan dinginnya.
"Apa tidak seharusnya, Kita selesai kan dulu yang barusan terjadi?". Tawar Zello masih mencoba untuk bernegosiasi pada istrinya.
" Aku sudah terlambat, Bang. Nanti malam saja kita lanjutkan! ". Jawab Dia sambil membenarkan piyama tidurnya. Dan mengecup bibir Zello. Dimana pria itu masih duduk di atas ranjangnya.
Dia tak memperdulikan tatapan penuh intimidasi dari suaminya. Wanita itu segera masuk kedalam kamar mandi. Untuk membersihkan dirinya. Agar, Ia tidak menunjukkan sikap mencurigakan yang berlebihan. Meskipun, Dia yakin suaminya tidak akan bisa di bohongi sedikitpun.
__ADS_1
Sepeninggal Dia. Zello langsung meraih ponselnya dan menghubungi Jackson. Asisten kepercayaan nya. Untuk melakukan sesuatu. Mungkin sudah saatnya ia benar benar membuka hatinya saat ini. Setelah beberapa bulan ia menguji Dia. Dan wanita itu pun masih selalu sabar berada di sisiNya. Walaupun Zello selalu menunjukkan sikap dingin nya.
Namun, Terlepas dari semua sikap dinginnya itu. Zello tak pernah lupa untuk pulang ke mension. Dan juga memberikan hak pada istrinya.
"Siapkan, Operasinya hari ini juga!. Aku akan tiba disana satu jam lagi".
" Baik Mr".
Zello menarik sudut bibir nya. Sudah saatnya ia memiliki keturunan. Meskipun separuh hatinya telah pergi dibawa bersamaan, Dengan hilangnya Syisil. Zello berusaha untuk mengubur perasannya untuk cinta pertamanya itu. Dan kini ia telah memutuskan, Untuk mulai memantapkan hatinya. Pada Arandia seorang. Walaupun itu sedikit berat baginya. Karena, Bayang bayang wajah Syisil masih saja menghantui pikiran nya.
Di dalam kamar mandi, Dia nampak menyenderkan tubuhnya. Pada dinding kaca pembatas antara bathtub dengan arah shower. Sedangkan, Shower nya ia biarkan menyala. Membasahi tubuhnya, Yang masih berbalut piyama tidur itu. Entah apa yang sedang wanita itu pikirkan saat ini. Yang jelas ia hanya ingin menutupi nya dari Zello.
"Maafkan aku bang!! ". Lirihnya pelan. Sambil menarik nafasnya dalam dalam.
Kebebasan yang di berikan Zello. Telah ia sia siakan begitu saja. Ia telah gagal menjadi istri yang baik. Dan ia juga gagal menjaga hatinya sendiri. Memang tak mudah untuk menjadi istri dari seorang penguasa seperti Zello. Bahkan, Andi saja sampai sekarang tidak mau menegur dirinya. Hanya karena sebuah kesalahan yang ia lakukan di belakang suaminya.
"Dia... Buka pintu nya!! ". Zello menggedor pintu kamar itu. Membuat Dia buru buru menyelesaikan mandinya.
" Aku sebentar lagi selesai, Bang". Sahut Dia dari dalam sana.
"Buka dulu pintunya!. Kita bisa mandi bersama! ". Zello kembali memberikan saran nya.
__ADS_1
Tok... Tok... Tok...
" Dia... Come on! ". Pria itu seperti nya tak menyerah begitu saja. Ia hanya ingin memperbaiki hubungan nya dengan Dia. Dan memulai hubungan yang baru.
Menebus waktu yang telah terbuang sia sia. Selama ini, Dan kini niatnya ingin menjadikan Dia. Pasangannya yang sebenarnya.
Ceklek...
Dia membuka pintu kamar mandinya. Dan telah memakai handuknya. Membuat Zello mengerutkan keningnya.
"Aku sudah selesai bang. Masuklah!". Seru Dia dengan wajah sedikit sendu.
Namun, Saat Dia akan beranjak pergi. Dari hadapan suaminya. Tangan nya lebih dulu di tarik oleh Zello. " Katakan!. Ada apa?". Zello menatap wajah istrinya dengan tatapan penuh selidik nya. Ia tahu kapan istrinya bohong dan jujur. Dan saat ini raut wajah Dia penuh dengan kebimbangan.
Dia tersenyum dan bilang. ". Tidak ada apa apa, Bang. Aku hanya sedang buru buru". Jawabnya sambil terus tersenyum.
" Segera mandi sana!. Aku akan siapkan baju ganti untuk abang". Dia segera melepaskan dekapan suaminya. Dan berlalu pergi masuk keruangan walk I'm closetnya.
Tak mau menekan istrinya. Dan malah membuat Dia tak merasa nyaman pada nya. Zello memilih untuk masuk kedalam kamar mandi saja. Ia akan cari tau sendiri nantinya. Apa yang sebenarnya istrinya sembunyikan darinya. Sehingga Dia nampak gelisah dan penuh kebimbangan sendiri seperti itu.
SATU BAB DULU YA GENGS HARI INI. SEBENARNYA BUNDA MAU LIBUR CUMA YA ITU TADI TERLALU SAYANG SAMA KALIAN SEMUA🤗🤗😍😍
__ADS_1
NANTI AKAN ADA FLASHBACK NYA LAGI YA, DI TUNGGU SAJA POKOK PERMASALAHAN NYA DIMANA??? 🤭 HAPPY WEEKEND ALL 🤗🤗🤗