
"Jika mengenalmu adalah sebuah kesalahan. Maka, Izinkan lah aku, Untuk memperbaiki kesalahan itu. Agar hubungan ini menjadi sebuah kebenaran! ".
"Jika menjadi pendamping mu , Hanya menjadi sebuah luka. Maka, Izinkanlah aku menutup luka ini dengan rasa cinta! ".
Zello menatap langit yang begitu gelap. Sambil menyesap rokok di tangan nya. Pria itu berdiri tepat di depan balkon Apartemen miliknya. Bahkan, Ia tak memakai pakaian nya dengan benar. Rambutnya yang ia biarkan terlihat acak acakan. Belum lagi jambangnya, Yang sudah memenuhi hampir seluruh wajahnya.
Benar kata orang. Perasaan itu kadang baru di sadari. Jika sudah kehilangan. Seperti apa yang tengah di rasakan Zello saat ini. Kini, Yang ada di dalam hatinya hanya sebuah penyesalan saja. Menyesal lantaran dirinya baru menyadari, Jika di hatinya telah tumbuh rasa cinta untuk Arandia.
Namun, Di lain sisi nama Syisil pun masih melekat erat di bagian hatinya. Entah, Apa yang tengah ia harapkan saat ini. Dua wanita yang mempunyai sifat berbeda. Tapi, Tak mudah untuk ia lupakan begitu saja.
"Apa aku terlalu egois, Jackson? ". Tanyanya, Saat hatinya kembali di penuhi rasa bimbang nya.
" Mr. Tak ada yang salah dengan hati anda. Tapi, Masalahnya adalah tidak ada satu wanita di dunia ini. Yang mau merelakan pria nya. Untuk mencintai wanita lain. Apalagi itu adalah suaminya sendiri ". Jawab Jackson dengan jujur. Dan itu pun menurut survei yang ia lihat dalam kehidupan di dunia ini.
"Huh... ". Zello hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
Otaknya mungkin sudah gila saat ini. Ia tidak mau kehilangan Arandia. Karena ia mulai memiliki perasaan untuknya. Di lain sisi otak dan HATInya, Masih terus memikirkan Syisil. Gadis pertama yang mampu menggoyahkan hatinya. Dan sekaligus membuatnya nyaman.
__ADS_1
"Anda, Mau kemana, Mr? ". Jackson berusaha menghentikan langkah bosnya. Saat Zello ingin beranjak pergi. Sedangkan kondisinya sedang tidak baik baik saja.
Bagi Jackson sudah cukup, Aksinya malam ini. Dan telah membuat kota hampir gila. Karena, Program media masa, Telah mengumumkan kematian seorang penjahat kelas atas. Yang meninggal secara tragis dalam ruangan VIP club malam.
"Aku butuh penyegaran otak malam ini, Jackson. Jangan coba halangi jalanku! ". Jawab Zello dengan penuh penekanan nya.
" Tapi, Maaf Mr. Ini sudah sangat larut. Lebih baik anda pulang saja ke mension! ". Jackson masih kekeh untuk tak membiarkan Zello pergi seorang diri.
Sebab, Pria yang ada di hadapan nya itu. Bukanlah pria normal pada umumnya. Ia adalah perusak dan juga sangat mengerikan. Jika ia sudah tak bisa mengontrol dirinya lagi. Apapun yang ada di hadapan nya. Akan hancur dalam hitungan detik. Tanpa ada seorang pun yang tahu. Apabila keadaan hatinya sedang memburuk. Dan ada seorang pun yang berani menghalangi nya.
Zello menatap Jackson dengan tatapan membunuhnya. Saat Jackson terus berusaha menghalangi langkahnya. "Kau sudah punya nyawa cadangan, Jackson? ". Tutur Zello dengan seringai iblisnya.
Mendengar ucapan Jackson, Zello langsung menatap wajah asistennya itu lagi. Namun, Kini ia menatap dengan sangat intens.
"Sejak kapan kau tahu, Semua ini?".
" Maaf, Mr!. Saya terpaksa merahasiakan nya. Karen King sendiri yang memerintahkan saya untuk...
__ADS_1
Bugggg....
"Huppp.... ". Jackson menahan perutnya. Yang tiba tiba di beri bogem mentah oleh Zello.
" Apa yang telah kalian sepakati. Sehingga Daddy memberikan informasi ini padamu?. Jawab!!! _. Bentak Zello yang sangat paham bagaimana Daddy nya itu.
"Semua ini demi kebaikan anda, Mr. Dan juga demi keutuhan rumah tangga anda". Jawab Jackson sambil meringis. Menahan rasa sesak pada ulu hatinya.
" Shiittt... ". Zello langsung mengumpat kesal. Dan menambah rambutnya kasar.
" Jangan, Bilang Kalau Syisil ada di tangan Daddy juga! _. Bentak Zello lagi.
Jackson pun hanya bisa menundukkan kepalanya pasaran. Karena, Tanpa ia jelaskan pun. Zello akan tahu dengan sendirinya. Bahkan, Pria itu saat ini nampak begitu prustasi. Ia juga tidak akan bisa melawan orang tuanya sendiri.
"Kau berani mengkhianati ku, Jackson". Zello mulai mengepalkan kedua tangannya. Namun, Ia juga tak sanggup untuk menyakiti Jackson saat ini. Pria itu adalah tangan kanannya. Dan juga selalu setia padanya sejak dulu. Bahkan, Jackson tak akan berbuat gegabah, Jika ia tidak sedang di ancam.
Jackson menyodorkan tablet nya. Pada Zello, Dan disana ada sebuah video serta rekam medis tentang Dia juga.
__ADS_1
"Semoga, Dengan ini. Nona Dia bisa berbesar hati. Mr. Dan semoga perasaan anda tak sia sia! ". Ucap Jackson sambil menahan sakit pada bagian perutnya.