
Zello langsung menatap istri nya. Dengan tatapan yang sulit di percaya. Entah kenapa, Zello merasa akhir akhir ini. Malah terlihat seolah, Ia merasakan sesuatu yang beda dari istrinya. Dia lebih sering terlihat melamun. Dan juga berdiam diri saja. Tidak seperti sebelumnya, Yang suka banyak bertanya. Meskipun, Ia jarang menanggapi nya.
Zello membawa istrinya ke suatu tempat, Yaitu sebuah objek wisata. Yang belum sepenuhnya jadi. Namun, Sudah layak untuk di jadikan destinasi sports foto. Atau hanya untuk menenangkan pikiran saja.
Sebuah danau buatan. Yang memang sedikit luas. Dengan tambahan taman bunga dari berbagai negara. Dimana tampak begitu rapi dan juga sangat terawat tentunya. Mata Dia di segarkan akan pemandangan. Yang baginya lebih asri dan indah.
"Ayo turun! ". Zello mengulurkan tangannya. Untuk menyambut istrinya. Dan membantu nya turun dari mobil. Saat ia sudah ada di luar mobilnya.
Dia tersenyum, Dan menyambut uluran tangan suaminya. Lalu keduanya bergandengan tangan, Menuju satu lokasi. Yang telah Zello siapkan sebelum nya. Tempat khusus yang akan membawa keduanya, Bisa bersantai dan bisa menikmati semua pemandangan daerah ini.
"Wah... Tempat yang begitu indah". Seru Dia, Yang sejak tadi selalu terlihat tersenyum. Dimana ia bisa sejenak Melupakan masalah yang mengganjal di hatinya.
Zello tak melepaskan tautan tangannya. Sampai mereka tiba di hutan buatan. Namun, Di sana ada sebuah rumah pohon. Yang nampak begitu sejuk. Sedangkan, Dibawahnya, Ada banyak taman bunga mawar dan juga krisan. Dengan banyak warna yang lengkap.
__ADS_1
" Aku berasa ada di negeri dongeng ". Seru Dia lagi sambil terkekeh.
" Kamu menyukainya, Sayang? ". Zello bertanya, Sambil membalikkan tubuh istrinya. Sehingga, Zello bisa menatap wajah cantik Dia. Dengan jarak yang sangat dekat begini.
Dia yang di tatap tanpa berkedip, Oleh suaminya. Hanya bisa gugup dan bersemu merah. Lantaran ia jadi salah tingkah sendiri. Apalagi, Tatapan Zello baginya saat ini. Terlihat begitu mengintimidasi nya. Sungguh, Jantung Dia dibuat tak sehat. Belum lagi, Wajah tampan suaminya. Yang selalu saja nampak beraura berbeda, Dari banyaknya pria yang ia temui.
"Tentu saja, Aku menyukainya". Jawab Dia sambil berusaha mengalihkan pandangannya. Namun, Segera ditahan oleh Zello. Untuk tetap menatap kearahnya.
" Apa kau masih mencintai ku? ".
" Dari pertama kita menikah. Sampai sekarang ini, Perasaan ku tidak berubah sedikitpun, Bang". Jawab Dia menatap dalam netra tajam suaminya itu.
Zello tersenyum. Dan langsung memasukkan Dia kedalam pelukan nya. Mengecup keningnya berulang kali. Dan mengelus rambut istrinya. Dengan usapan lembut dan penuh kasih.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu, Arandia. Meskipun perasaan ku ini sedikit terlambat. Namun, Percayalah!. Sekarang hatiku hanya milikmu". Zello berucap dengan penuh keyakinan. Agar istrinya, Ikut merasakan apa yang tengah ia rasakan saat ini.
Zello, Memang tak pandai untuk mengungkapkan perasaan nya. Terlebih itu masalah hatinya sendiri. Pria itu terlalu kaku. Untuk sekedar mengucapkan kata Cinta. Tapi, Apa yang keluar dari bibir nya. Tak pernah meleset. Ia selalu jujur. Meskipun, Kejujuran nya kadang suka terlambat. Dan juga membuat orang salah paham.
Dia ikut memeluk suaminya. Dia juga tahu, Jika Zello tak pernah main main dengan perasaan nya. Terlebih itu masalah hati.
"Aku, Mohon!. Jangan pernah bilang yang tidak tidak!. Dan jangan pernah memaksaku, Untuk menikah lagi!". Titah Zello dengan tegas. Dia pun hanya menganggukan kepalanya saja. Tanpa ingin menjawab ucapan suaminya saat ini.
Baginya, Zello memang segalanya saat ini. Tetapi, Ada sesuatu hal. Yang kadang membuat Dia merasa bersalah. Dan juga sering mengganjal di hatinya. Dia sadar, Jika dirinya bukan wanita yang baik, Untuk suaminya. Zello terlalu sempurna untuknya. Apalagi, Saat mengetahui kondisi kesehatan rahimnya. Membuat Dia menjadi semakin pesimis saja. Untuk tetap berada di samping Zello.
"Aku tak perduli, Bagaimana pun nanti hasilnya. Mau kau memberi ku keturunan. Ataupun tidak. Yang jelas aku tidak akan pernah melepaskan mu, Sayang". Sambung Zello tegas.
Dia sampai menitik kan air matanya. Mendengar semua kata kata yang keluar dari bibir suaminya. Dia juga tak ada niat, Untuk membuat keputusan sulit itu. Namun, Ia cukup tahu diri, Akan kondisi nya saat ini. Hanya saja, Ia masih enggan untuk mengetahui lebih dalam. Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
__ADS_1
Para bodyguard Zello. Hanya bisa melirik saat Zello dan istrinya. Terlihat begitu mesra dan romantis. Termasuk Jackson. Yang saat ini hanya bisa gigit jari. Namun, Pria itu sama sekali tak berniat untuk mencari pendamping ataupun pasangannya. Hidupnya terlalu datar, Hingga ia belum yakin akan kata cinta.