WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Terasa Pening


__ADS_3

Setelah kedatangan Lucas ke mension Uncle nya. Yang ada di Amerika. Beberapa hari setelah itu, Kini Mark dan Naura telah berada di Jakarta. Sementara Cici masih harus tinggal di Amerika. Lantaran ia masih harus menyelesaikan study nya yang belum kelar.


Zello hanya menatap datar. Saat pagi pagi sekali. Daddy nya sudah duduk di meja makan, Bersama Mommy nya. Wanita paruh baya yang masih saja terlihat cantik. Dan penuh ke anggunan.


"Apa rencana mu selanjutnya, Zello? ". Tanya Mark tanpa basa basi lagi.


"Tidak ada". Jawab Zello tak kalah datar dari Daddy nya.


Naura hanya diam. Sambil memperhatikan dua orang pria sejuta pesona, Berbeda usia itu. Tanpa ingin menyelanya sedikitpun juga. Menurut Naura, Saat ini sutuasinya masih aman aman saja. Meskipun kedua pria itu saling memperlihatkan aura khas nya masing masing.


"Apa kau sama sekali tidak merindukan istri mu? ". Pertanyaan Mark kali ini, Membuat Zello langsung mengurungkan niatnya untuk meminum kopi nya.


" Biarkan Dia tetap di tangan Daddy!. Dan pastikan istri ku aman!. Karena tugasku belum selesai ". Kata kata Zello saat ini, Bukan hanya sebagai permintaan. Namun, Juga lebih terdengar seperti sebuah perintah.


" Bagaimana dengan Syisil? ".


Deg...

__ADS_1


Kali ini bukan hanya Zello yang terkejut. Tapi, Mommy Naura juga langsung menatap wajah suaminya. Wanita paruh baya itu menggeleng kan kepalanya. Meminta agar suaminya jangan membahas tentang kekasih putranya lagi. Sebab, Sebagai seorang ibu. Naura sangat paham betul. Apa yang di rasakan oleh Zello saat ini.


Putra nya itu, Pasti belum bisa melupakan cinta pertamanya. Meskipun, Hatinya saat ini mulai terisi oleh Dia. Apalagi, Syisil juga sosok gadis yang baik. Sopan dan lemah lembut. Ia juga gadis yang ramah serta penuh ketulusan. Bahkan, Gadis itu pernah ingin mengorbankan dirinya. Hanya untuk melindungi Zello. Dan ia juga rela terluka serta tersiksa. Agar Zello bisa terhindar dari ancaman musuhnya.


"Jangan bahas masalah Sysil disini Dad!. Bukankah, Kalian ingin aku melupakan nya? ". Ujar Zello dengan suara tegasnya. Lalu pria itu langsung bangkit dari tempat duduknya. Tanpa ingin melanjutkan sarapan nya lagi.


Mood nya tiba tiba memburuk. Saat nama Sysil di sebut oleh Daddy nya. Bukan, Karena Zello membenci kedua orang tuanya. Karena telah di pisahkan oleh wanitanya. Namun, Zello juga kecewa. Lantaran Sysil pergi begitu saja. Tanpa, Ingin mendengar kan lagi apa yang akan ia katakan padanya.


Gadis itu memang satu satunya wanita, Yang ada di hati Zello sejak dulu. Namun, Saat ini hati Zello telah terisi setengahnya akan nama Arandia. Wanita yang telah ia nikahi. Dan wanita pertama yang telah tidur dengan nya. Meskipun, Awalnya ia juga tidak memiliki perasaan apapun untuknya.


"Bang, Selesai kan dulu ssrapan mu! ". Naura kembali memerintah Zello untuk duduk. Dan menyelesaikan sarapan bersama mereka.


Sedangkan, Mark hanya menarik sudut bibir nya saja. Dan mengambil pisau buah. Yang ada di hadapan nya. Lalu melempar pisau kecil itu. Tepat mengenai seorang pelayan. Yang tadi ikut menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Aaa... ". Wanita berpakaian pelayan itu. Langsung tak dapat bicara lagi. Saat urat nadi di lehernya telah di tembus oleh pisau buah dari Mark. Membuat para pelayan lainnya langsung histeris. Namun, Itu semua tak bertahan lama. Karena tatapan Mark begitu menyerap nyali mereka.


Naura hanya melotot dan menutup mulutnya tak percaya. Ia terkejut bukan karena, Ulah suaminya. Tapi, Naura terkejut karena di mension putra nya ada seorang mata mata. Dan berniat ingin meracuni putra nya.

__ADS_1


Zello yang masih berdiri di ambang pintu. Dan belum sempat untuk keluar. Ia hanya menatap datar akan aksi Daddy nya. Pria itu menghembuskan nafasnya kasar.


"Daddy, Sudah berapa kali aku bilang?. Jangan campuri urusan ku! ". Zello kembali menatap Mark dengan tatapan sedikit kesal.


" Zello, Kau sudah tahu semuanya?. Kenapa kau malah membiarkan semua ini?. Kau tahu, Jika itu sangat membahayakan dirimu". Naura tak tahu harus bilang apa lagi. Karena, Reaksi putra nya satu ini memang di luar nalar orang normal pada umumnya.


"Mom... Parasit seperti itu, Bukan ancaman untuk Zello. Tapi, Mereka hanya seorang tikus saja". Jawab Zello, Yang memang sengaja membiarkan klan nya bebas berkeliaran di dekatnya. Agar ia juga bisa menuju sarang yang sebenarnya. Tapi, Daddy nya malah mendahului langkahnya.


Tak berselang lama, Para anggota Zello pun datang. Dan membereskan kekacauan itu. Sedangkan, Pelayan wanita yang masih bersimbah darah itu. Langsung dibawa oleh anggota Zello. Banyaknya pelayan di dapur. Sama sekali tak berani untuk berbuat apa apa. Sebab, Mereka juga sudah hampir terbiasa melihat hal mengerikan seperti itu. Namun, Kadang kadang mereka juga masih tetap terkejut.


"Mommy, Benar benar tidak paham. Apa yang ada di dalam kepala kalian".Naura bangkit dari kursinya. Dan sama sekali tidak menyentuh sarapan nya.


" Sayang, Sorry!!". Teriak Mark saat istrinya terlihat kesal akan ulahnya barusan.


"Tidak perlu minta maaf!. Aku sudah sering melihat yang jauh lebih mengerikan dari itu". Jawab Naura sambil memijit pelipis nya. Yang mulai terasa pening.


" Oh, Astaga... Aku memiliki Papa pensiunan perwira polisi. Tapi, Kelakuan suami dan putraku sangatlah mengerikan begini". Guman Naura menggeleng kan kepalanya.

__ADS_1


"Ada apa Mom? ". Andes tiba tiba muncul dari balik pintu utama. Dan langsung melihat Mommy nya sedang ngedumel.


" Andes, Mommy harap kau bisa lebih normal dari Daddy dan saudara mu itu!! _. Seru Naura tanpa banyak kata lagi.


__ADS_2