WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Jebakan


__ADS_3

Seorang pria melangkah lebar, Memasuki cafe modern yang nampak sedang ramai pengunjung. Setelan jas kerjanya, Melekat pas di tubuh sixpack nya. Senyum nya mengembang. Ketika ia di sambut oleh seorang wanita cantik bermata sipit.


"Selamat datang, Tuan Marco". Arandia tersenyum ramah menyambut kedatangan partner bisnis nya.


Dimana mereka akan menjalin kerjasama yang menguntungkan. Dalam bisnis restoran di real estate Pulau Dewata nantinya. Dia tak menyangka, Jika dirinya terpilih menjadi satu satunya kandidat. Yang beruntung di antara banyaknya pengusaha lainnya. Yang mengajukan kerjasama dengan tuan Marco.


"Nona Arandia, Senang bisa berjumpa lagi dengan anda. Dan waw... Cafe anda sangat ramai sekali. Tidak salah rupanya, Saya memilih anda untuk join dengan perusahaan saya". Pujinya dengan senyum ramah di bibir nya.


" Anda selalu berlebihan tuan, Disini saya masih harus belajar banyak dari anda". Sahut Dia tak kalah merendah nya.


Arandia pun mempersilahkan tamunya. Untuk masuk kedalam ruangan kerjanya. Dimana, Hari ini mereka akan membahas perjanjian kerja samanya. Dan Arandia pun cukup leluasa. Lantaran wanita yang di kirim suaminya. Tiba tiba izin untuk pergi keluar. Arandia pun yakin, Jika itu adalah perintah suaminya sendiri.


Karena, Saat ada Dona. Dia menjadi sedikit takut sebab Dona selalu saja mengawasi gerak geriknya. Bahkan, Saat ia masuk kedalam toilet saja, Dona malah mengikutinya juga. Seolah ia adalah seorang tahanan saja.


"Nona, Kemana asisten anda?. Kenapa sejak tadi saya tidak melihat tuan Andi? ". Tanya Marco sambil mengedarkan pandangannya.


" Oh, Dia sedang cuti Tuan". Jawab Dia sedikit berbohong. Karena sampai saat ini pun. Dia juga tidak bisa menghubungi Andi sama sekali. Dan Dia tidak tahu, Kenapa Andi tiba tiba menghilang begini.


Tuan Marco hanya mengangguk kan kepalanya pelan. Sambil tersenyum. Tanpa berniat ingin bertanya kembali. Setelah beberapa menit kemudian. Mereka pun sibuk membahas kerja sama keduanya.

__ADS_1


Sedangkan, Di tempat lain. Saat ini Dona nampak sedang di kelilingi oleh beberapa pria bertubuh kekar. Membuat Dona mengumpat.


"Shitt.. Rupanya aku telah masuk jebakan mereka ". Batin Dona yang masih saja nampak santai.


Dan ia baru sadar, Jika telpon yang ia terima tadi. Bukanlah dari Jackson. Melainkan hasil dari kelicikan para klan atasannya. Dona sedikitpun tak gentar untuk menghasilkan para pria kekar itu. Karena, Ia juga telah terlatih. Bahkan ia sendiri pernah menghabisi dua puluh lima agen. Dalam waktu lebih kurang dua puluh menit saja.


Salah satu pria mulai maju. Dan menyerang Dona. Namun, Wanita itu dengan sigap langsung bisa mengindari. Dan beberapa pria mulai mengeluarkan senjata nya masing masing. Membuat Dona semakin menyeringai licik. Bahkan, Ia hanya berbekal satu pistol saja di tangannya.


Bug... Bug...


Brakkkk...


Serangan tak dapat di hindari lagi. Tetapi, Bukan Dona yang terluka ataupun terkena tembakan. Melainkan beberapa pria lainnya. Hingga kini hanya tersisa Sekitar lima pria lainnya.


"Lebih baik kau menyerah saja!. Daripada mati konyol disini". Ujar salah satu pria dengan nada mengejeknya.


" Cih... Kau pikir kau siapa?. Berani memerintah ku begitu? ". Balas Dona dengan nada bicara menantangnya.


Seorang pria maju. Dan mulai menyerang Dona. Dengan mendendang bagian perutnya. Namun, Secepat kilat Dona malah membalas serangan itu. Dengan tak kalah menyakitkan nya. Dona mulai di serang dengan brutal. Tetapi, Wanita itu masih tetap tak menyerah. Dona dengan lihainya bangkit kembali. Saat ia beberapa kali jatuh. Dengan sudut bibir yang mulai pecah. Hingga ia meludahkan darah segar. Akibat pukulan dan serangan bertubi-tubi. Sehingga membuat Dona hampir kualahan sendiri.

__ADS_1


Brakkk... Brukkk...


Dona mulai habis kesabaran nya. Dan mulai memperlihatkan sisi iblis sebenarnya. Wanita itu menyerang tanpa ampun. Dan sudah berhasil menguasai salah satu pistol klan nya. Dan menembaknya tanpa henti. Belum puas akan apa yang ia lakukan pada beberapa pria itu. Dona mengeluarkan pisau kecilnya. Dan mulai merobek tubuh salah satu pria. Yang saat ini tengah sekarat. Sehingga pria yang masih sadar, Mulai mual melihat apa yang di lakukan wanita itu.


Karena Dona dengan santainya. Menarik organ dalam pria yang telah ia bedah dengan pisau kecil di tanganya. "Maju lah, Jika ingin nasib kalian sama dengan nya! _. Tantang Dona dengan seringai liciknya.


Dua orang pria mulai ingin kabur. Namun, Sayangnya Dona telah lebih dulu menghabisi nya. Tak butuh waktu lama baginya. Untuk membunuh para pria itu.


" Haiss... Baju ku jadi kotor semua". Seru Wanita itu sambil mengelapkan sisa darah segar di tangan nya. Pada setelan blazer yang ia kenakan. Dan tak berselang lama, Satu mobil mewah datang. Dan turun seorang pria tampan. Yang langsung menghampiri nya.


"Kau membuat ulah lagi, Dona? ". Ujar sang pria menggeleng kan kepalanya. Saat ia melihat semua pria telah mati di tangan saudara kembar nya itu.


" Siapa suruh, Berani mengancamku". Jawabnya yang malah melepaskan blazernya. Hingga kini, Wanita itu hanya memakai tangtop warna hitam saja.


"Bereskan kekacauan disini!!. Dan ingat jangan meninggalkan jejak sama sekali! ". Ujar Sang Pria memberikan perintahnya. Pada anak buahnya.


"Kau harus bisa mengontrol dirimu!. Karena ini buka Amerika! _. Pria tampan itu mulai menasehati saudara kembar nya.


" Akan aku usahakan". Jawab Dona dengan gaya santainya.

__ADS_1


"Ck, Mr Z telah membuat kesalahan, Dengan membawa kau datang ke Negara ini". Guman Doni sosok pria tampan yang merupakan anggota Zello. Namun, Ia adalah seorang dokter ternama di Kota Ini.


__ADS_2