WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Beraksi Kembali


__ADS_3

Ketika istrinya sedang di sembunyikan oleh keluarganya sendiri. Di lain sisi, Zello saat ini telah mulai kembali beraksi. Setelah sepupunya di bawa pulang oleh Uminya. Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Namun, Zello saat ini berada di depan sebuah club malam.


Gayanya yang cool, Dengan penampilan yang sangat keren. Dan yang pastinya selalu membuat semua orang terpukau padanya. Tetapi, Pria itu tengah memakai wajah orang lain. Dengan topeng karet, Yang di desain sedemikian rupa. Untuk menyempurnakan penampilan nya malam ini.


Di dalam mobil mewah, Yang terparkir rapi di basement club. Jackson pun tengah memantau keadaan. Dengan memandangi layar laptopnya. Tak jauh dari tempat itu pun, Ada beberapa anggotanya yang selalu siap siaga. Untuk menjadi perisai, Di saat tuannya sedang dalam kesulitan. Meskipun, Nyatanya Zello tak pernah membutuhkan bantuan dari siapapun juga.


"Apa yang sedang anda lakukan, Mr? ". Guman Jackson sambil terus memantau pergerakan Zello. Lewat CCTV club yang telah ia retas.


Dimana saat ini Zello, Malah duduk di sebuah sofa. Dalam ruangan khusus, Yang telah ia pesan sebelum nya. Tak berselang lama, Datang empat orang wanita. Yang memakai pakaian serba seksi. Bahkan, Mereka juga nyaris telanjang. Datang menghampiri Zello yang saat ini. Masih duduk dengan santainya di sofa semula.


Empat wanita itu, Mulai menari layaknya penari handal. Yang sangat membuat libido naik beberapa oktap. Akan gerakan gemulai nya. Yang begitu merangsang otak. Tetapi, Sayangnya pria yang ada di hadapan mereka saat ini, Bukanlah pria hidung belang. Dimana ia akan mudah tergoda dengan sembarangan wanita, Terlebih lagi itu adalah wanita penghibur seperti mereka.


Zello meraih gelas wine. Yang sudah berisi penuh dengan minuman setan itu. Namun, Bukannya menegaknya, Zello malah menumpahkan minuman itu, Pada tubuh salah satu wanita. Yang saat ini sedang berpose sangat menggairahkan. Membuat pakaian tipis nya, Semakin terlihat menerawang saja.


"Ck... Kalian sangat menjijikkan". Batin Zello mencibir kesal.

__ADS_1


Tetapi, Para wanita itu malah semakin semangat, Untuk menggemulaikan tubuhnya. Di hadapan Zello. Sehingga tak berselang lama. Pintu ruangan kembali terbuka. Dan menampilkan wajah seorang pria. Yang usianya jauh lebih tua dari Zello.


"Kenapa, Kau anggurkan saja mereka? ". Ujar sang pria, Yang sejak tadi, Matanya selalu menatap ke arah ke empat wanita. Yang saat ini tengah menari menggoda. Di atas meja yang ada di hadapan Zello.


" Pakai saja mereka!. Jika kau mau! _. Jawab Zello dengan nada bicara merendahkan.


Pria paruh baya itu pun, Langsung menghampiri salah satu wanita. Dan menariknya ke single sofa, Yang ada di samping Zello. Lalu ia mulai mengajak sang wanita, Untuk mulai melakukan tugasnya dengan baik. Membuat Zello menyeringai licik.


Lalu Zello pun memberikan tips pada ketiga wanita. Yang masih tersisa, Dan membuat ketiga wanita itu mulai menghentikan aksinya. Langsung meninggalkan ruangan tanpa berani mengucapkan protesnya. Sebab, Tatapan Zello yang begitu menguliti keberanian mereka, Secara tiba tiba.


Takkk...


"Aaaa.... ". Wanita itu langsung nenjerit histeris, Saat ia melihat pria yang ia mainkan tadi. Saat ini tengah bersimbah darah segar.


" Hsssttttt... ". Zello memberi kode, Pada sang wanita untuk diam. Dengan meletakkan jarinya tepat di depan bibir nya.

__ADS_1


" Keluar sekarang juga, Tanpa bersuara!. Atau kau ingin merasakan seperti pria itu? ". Tawar Zello dengan tatapan iblisnya.


Wanita itu hanya mampu beringsut mundur. Dan tak mampu untuk mengeluarkan sepatah kata pun. Ia sangat ketakutan. Karena, Zello mampu membuat nya seperti orang gila dalam sekejap saja.


" Tatap mataku!! ". Titah Zello dengan tegas. Wanita itu pun menurut. Lantaran ia tak punya pilihan lain. Lalu Zello mulai mengucapkan sesuatu pada sang wanita. Seolah ia sedang membuat wanita itu menuruti segala ucapan nya.


Dan benar saja, Sang wanita tiba tiba diam. Dengan bibir yang seolah sedang menghafalkan sebuah kalimat. Membuat Zello pun segera bangkit dari sana. Dan langsung meninggalkan ruangan, Dengan sudut bibir yang terangkat sinis.


"Jackson".


" Iya Mr".


"Sekarang, Giliran mu untuk menyelesaikan sisanya!". Perintah Zello lewat sambunga earphone nya.


" Beres, Mr". Jawab Jackson dari seberang earphone nya.

__ADS_1


Zello meninggalkan club. Dengan langkah santainya. Dan ia juga menggunakan jalan lain. Agar ia bisa pergi tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Begitulah Zello, Saat ia sedang beraksi. Dan tak ingin membuat gaduh suasana. Karena cara kerjanya, Sangat rapi dan bersih. Hingga tak akan bisa di baca oleh hukum sekalipun.


__ADS_2