WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Mungkin Sebuah Permintaan


__ADS_3

Sepulangnya dari rumah sakit. Zello tidak mengajak Dia untuk kembali ke Mension. Ia malah mengajak Dia untuk pergi jalan jalan terlebih dahulu. Setidaknya, Pria itu mulai belajar, Untuk menjadi sosok suami yang sebenarnya. Suami yang baik untuk istrinya. Dan calon Daddy yang sempurna untuk anak anaknya kelak.


Apalagi, Saat tahu keadaan mereka berdua sama sama sehat. Hanya saja Dia memang sedikit bermasalah dengan sel telurnya. Pada akhirnya keduanya pun sepakat. Untuk melakukan program bayi tabung saja. Agar, Dia juga bisa beristirahat dengan stabil. Sebelum mereka mulai melakukan program bayi tabungnya. Dan itu juga dari anjuran dokter.


Karena, Jika program bayi tabung. Maka hasilnya jauh lebih besar. Dibandingkan dengan menggunakan cara manual. Dan hanya mengharapkan sebuah keajaiban. Dan mukjizat yang nyata. Meskipun, Program bayi tabung juga. Masih dengan kehendak yang kuasa. Untuk menjadikan nya sempurna.


Setidak nya. Mereka berdua tengah berusaha dan berikhtiar. Agar bisa memiliki keturunan secepatnya. Bukan apa apa. Dia juga ingin selalu di cintai dan di sayangi. Oleh suaminya. Sampai maut memisahkan nya. Sebab, Anak adalah tali penghubung yang erat. Antara suami dan istri yang sebenarnya.


"Kita mau kemana, Bang? ". Tanya Dia sembari menatap wajah suaminya. Sedangkan, Jackson hanya fokus menyetir saja. Tanpa ingin menoleh sedikit pun. Karena, Jika ia menoleh kebelakang sana. Yang ada matanya malah semakin ternodai. Akan kelakuan atasanya itu.


Dan dari sini, Jackson baru sadar. Jika Zello sudah bucin. Maka, Sifatnya sangat membuat orang iri saja. Bahkan, Sampai sampai hampir saja Jackson tak mengenali sosok pria. Yang ada di jok belakang nya itu, Adalah atasannya sendiri.


"Rahasia". Jawab Zello dengan wajah datarnya.

__ADS_1


" Ck... Dasar suami kulkas". Guman Dia pelan.


"Aku masih bisa dengar, Sayang". Timpal Zello yang langsung menarik bahu istrinya. Untuk menempel pada dada bidangnya.


Dia hanya terkekeh pelan. Dan mulai menghirup dalam dalam. Aroma maskulin dari tubuh suaminya. Wangi itu selalu membuatnya nyaman. Dan terkadang tak mau jauh lagi dari suaminya tersebut.


"Bang".


"Apa usaha kita akan berjalan sesuai rencana, Nantinya? ". Tanya Dia tiba tiba. Sambil memainkan kancing kemeja suaminya.


"Semua itu tergantung niat, Sayang. Dan setidaknya kita tidak akan pernah menyesal. Karena, Kita telah mencobanya. Dan kalau pun tidak berjalan sesuai rencana. Maka, Aku akan terus berusaha. Mencoba dan mencoba. Sampai Tuhan lelah dan memberikan apa yang kita inginkan". Jawab Zello berusaha menghibur istrinya.


Dia hanya terkekeh pelan. Sambil menganggukkan kepalanya. "Kalau pun aku tidak bisa memberikan abang keturunan. Apa abang akan kecewa padaku?".

__ADS_1


Pertanyaan Dia kali ini. Mampu membuat Zello langsung mendongak kepala istrinya. Agar, Ia bisa menatap wajah Dia. Yang memang sedang di landa keraguan. Dan penuh tidak Kepercayadiriannya.


"Jangan bicara seperti itu!. Kita bahkan, Baru akan mencobanya. Tapi, Kau malah sudah pesimis duluan. Apa kau lupa siapa suamimu ini?. Hm? ".


" Jawab saja bang!. Apa abang akan kecewa padaku atau tidak? ".


" No". Jawab Zello tegas. Lalu ia kembali menatap wajah Dia. "Meskipun hal yang tak kita harapkan terjadi. Aku janji tidak akan pernah meninggalkan mu. Aku akan tetap mencintaimu. Dan kita bisa mencari solusi lain. Agar kita bisa terus bersama selamanya! ". Zello sedikitpun tak pernah ragu. Untuk membuat orang yakin padanya.


Dan jawaban Zello. Mampu membuat Dia berkaca kaca. Begitu pula dengan Jackson. Ia salut akan atasannya itu. Disaat seperti ini, Zello mampu membuat istrinya tenang.


" Jika aku di takdir kan, Menjadi wanita dan istri yang tidak sempurna. Untuk mendampingi abang. Maka, Aku tidak akan melarang abang untuk menikah lagi?".


Deg...

__ADS_1


__ADS_2