WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Sedikit Peringatan


__ADS_3

Zello menggendong istrinya, Sampai masuk kedalam kamar nya. Karena, Ternyata Dia malah tidur dengan pulasnya selama dalam perjalanan ke mension tadi. Di saat suaminya sedang sibuk membahas pekerjaan. Dengan asisten nya. Dia yang mungkin masih kelelahan, Malah memilih untuk memejamkan matanya.


Di rebahkan nya tubuh istrinya, Dengan sangat pelan dan hati hati. Lalu Zello duduk di bibir ranjangnya. Menatap dan mengusap lembut wajah mulus Dia. Zello menarik sudut bibir nya. Sebuah senyum smriknya lepas begitu saja.


"Maaf, Karena aku terlambat menyadari nya". Ujarnya lirih.


Sejenak pria itu menatap dalam diam. Wajah cantik istrinya. Yang sedang tertidur pulas, Dengan damainya. Setelah puas menatap wajah istrinya. Zello pun bangkit dari tempat duduk nya. Namun, Sebelumnya. Ia sempat mendaratkan kecupan singkat di kening Arandia.


Zello juga kembali menoleh. Saat ia sudah ada di depan pintu kamarnya lagi. "Aku akan melakukan yang terbaik, Agar kita bisa sama sama terus. Dan kita bisa mendengar ramainya mension ini, Dengan suara anak anak kita nantinya". Lirih Zello yakin. Ia tersenyum dan langsung melangkah pergi.


Sedangkan, Di bawah sana. Jackson sedang berada di ruangan kerja bosnya. Jackson pun sedang melakukan tugasnya. Sesuai dengan perintah Zello tadi. Dimana, Ia harus membungkam media. Dan juga menghilangkan berita hari ini. Yang mana sedang ramai Memperbincang kan, Mayat seorang pria. Yang tak lain dan tak bukan adalah Andi. Sahabat Arandia selama ini.


Bukan tanpa alasan, Zello menyembunyikan masalah ini. Namun, Demi menjaga kestabilan fisik dan juga menjaga perasaan istrinya. Zello akan melakukan apapun. Termasuk memusnahkan berita yang sedang viral. Di seluruh media masa tentu nya.


Dan benar saja, Hanya dengan hitungan menit. Semuanya telah bersih di sapu rata. Termasuk surat kabar dan yang lainnya.


"Bagaimana? ".

__ADS_1


" Sudah bersih, Mr". Jawab Jackson jujur dan memperlihatkan layar tabletnya.


"Apa ada yang menentang nya? ".


" Perusahaan media xx, Mr. Mereka tetap kekeh sebelum nya. Dan saya rasa, Mereka juga masih menyimpan file tersebut ".


Jackson tidak akan percaya begitu saja. Jika awalnya ada salah satu yang menolak. Dan tiba tiba saja mereka langsung, Menurut dengan alasan yang tak jelas.


" Bereskan, Perusahaan itu sekarang juga!. Dan ambil alih karyawan, Yang benar benar jujur dan berkompeten!. Selebihnya, Jangan berikan kelonggaran apapun!. Untuk para pembangkang ". Titah Zello penuh penekanan nya. Bahkan, Zello berucap dengan sangat tegas.


"Beli saja saham perusahaan itu!. Jika mereka berniat menjualnya!. Tapi, Beri mereka tawaran yang menyakitkan!".


" Siap, Mr".


Zello melangkah dan duduk di kursi kerjanya. Sementara, Jackson langsung sibuk dengan gadget nya. Karena, Ia tidak akan tinggal diam. Selama, Ada apapun yang mengganggu bos nya. Dan membuat nya tidak nyaman.


Zello pun mulai menghidupkan layar laptopnya. Entah apa yang akan pria itu lakukan, Saat ini. Yang jelas, Zello juga punya cara sendiri, Untuk membuat orang jerah.

__ADS_1


"Bang... Abang di dalam? ". Zello langsung menatap kearah pintu, Ruangan kerjanya. Dimana ia mendengar suara istrinya dari luar sana.


" Bang... Aku boleh masuk? ". Seru Dia lagi sambil mengetuk pintu ruangan kerja suaminya.


Tok... Tok... Tok...


" Jackson... ". Zello beranjak dari kursi kerjanya. Dan langsung melangkah menuju pintu. Dimana ia telah memberikan kode pada Jackson. Untuk merapikan kembali ruangan kerjanya.


Pria itu juga, Sudah mematikan layar laptopnya. Sebelum ia membukan pintu untuk istrinya. Sebenarnya, Zello bisa saja membuka pintu ruangan itu. Hanya dengan remot kontrol. Yang ada di laci meja kerjanya. Namun, Untuk mengulur waktu. Sementara Jackson sudah mulai bergerak. Dan membuat ruangan kerja itu rapi seperti semula.


Ceklek...


"Kamu sudah bangun? ". Tanya Zello menatap wajah istrinya.


" Aku laper Bang, Ayo makan siang bersama! ". Pinta Dia sambil tersenyum.


" Hem".

__ADS_1


__ADS_2