WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Mulai Dewasa


__ADS_3

Di bagian belahan bumi yang berbeda. Saat ini seorang pria tengah fokus pada latihannya. Ia sama sekali belum kepikiran untuk kembali, Pada kedua orang tuanya. Bahkan, Saat ini ia pun belum punya minat. Untuk menemui saudara kembarnya. Bukan karena apa apa, Tetapi, Pria itu sebenarnya belum punya keberanian. Ia masih saja merasa bersalah, Pada Abangnya sendiri.


Hanya demi melindungi nya, Dan juga membalaskan semua yang terjadi padanya. Kini, sang abang. Malah harus menjalani pernikahan. Yang tak seharusnya terjadi untuknya juga.


"Hei, Anak nakal. Berhentilah dulu latihannya! ". Seru seorang pria paruh baya, Yang sejak tadi ternyata memperhatikanmu dirinya.


" Kau bahkan, Belum makan malam". Ujarnya sambil menyilanhkan kedua tangannya di depan dadanya.


Wajahnya begitu tampan. Dan sangat mirip dengan Daddy nya sendiri. Namun, Pria paruh baya yang saat ini ada di hadapan nya. Jauh lebih hangat dan tak mengerikan seperti Daddy nya sendiri.


"Daddy Kris, Apa aku memang sebodoh itu? ". Tanya pria yang sejak tadi hanya fokus pada latihannya saja.


" Kalau kau sudah tahu jawabannya. Kenapa mesti bertanya lagi? ". Jawab pria yang bernama Kris itu.

__ADS_1


" Sayang, Jangan terlalu keras padanya!. Zein hanya perlu banyak belajar saja". Sela seorang wanita cantik. Di usianya yang sudah tak muda lagi itu. Matanya yang sipit dan rambutnya yang masih saja terlihat hitam lebat. Benar benar orang asia asli.


"Mommy Za, Memang yang terbaik". Zein selalu saja bangga pada sosok wanita paruh baya itu.


Ia begitu lemah lembut. Dan selalu saja membuat orang di sekitar nya, Merasakan ketenangan jika bersamanya. Bahkan, Tak pernah sekalipun. Ia berkata kasar pada orang lain.


"Kau beruntung, Karena istri ku begitu menyayangi mu, Zein". Ledek Pria bernama Kris itu. Yang merupakan kakak kandung dari Daddy nya sendiri.


Ya, Saat ini Zein lebih memilih tinggal bersama. Keluarga dari kakak Daddy nya. Dan mulai berlatih ilmu bela diri, Dan juga senjata. Karena, Ia juga tak mau. Hal buruk di masa lalunya kembali terulang.


Dan Zein juga ingin, Jika dirinya mampu menjadi contoh yang baik. Untuk keluarga nya sendiri. Zein juga ingin, Ia bisa di banggakan oleh abangnya sendiri.


Wanita paruh baya yang bernama Zalfa. Hanya menatap suaminya dengan tatapan tajamnya. Dimana, Kris langsung bungkam. Dan tak mau meledek keponakan nya lagi.

__ADS_1


"Apa Zein, Masih bisa tinggal disini lebih lama lagi Mom Za". Tanya Zein pada Zalfa.


" Boleh, Tapi bilang dengan Daddy mu!. Dia harus membayar Daddy juga, Sebagai biaya kompensasi, Selama kau tinggal bersama kami". Sahut Kris asal.


Pug...


Kris langsung mendapatkan pukulan gemas. Dari istrinya, Karena berani nya bicara asal begitu. Sedangkan, Mereka juga bukan orang susah. Dan selamat Zein tinggal bersama mereka disini. Mereka berasa punya anak lagi. Dimana putra satu satunya, Malah lebih memilih tinggal di apartemen nya seorang diri.


"Zein hanya terkekeh. Saat melihat Daddy Kris. Hanya diam tak berani angkat bicara lagi. Saat tatapan Zalfa begitu tajam padanya.


" Zein boleh tinggal disini, Sampai kapan pun!. Mommy tidak akan pernah keberatan sama sekali ". Jawab Zalfa dengan senyum dibibirnya.


" Thank you Mom Za". Ucap Zein begitu tulusnya.

__ADS_1


Sekarang, Zein sudah mulai waras. Dan disini ia juga bisa mendapatkan pelajaran hidup yang bermakna. Ia tahu bagaimana caranya menghargai orang lain. Dan tahu mana yang salah, Mana yang benar.


__ADS_2