WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Memberikan Semangat


__ADS_3

Zello menuntut istrinya, Untuk masuk kedalam kamar nya. Karena perjalanan panjang dari Jakarta menuju LA. Sangatlah melelahkan, Apalagi saat ini Dia juga sedang hamil. Usianya kandungan nya pun, Masih trimester awal. Zello tak henti henti nya untuk mengingat istrinya. Sebab, Zello Sendiri tahu. Bagaimana kondisi Dia saat ini.


"Sekarang, Kamu istirahat saja dulu!" Ujarnya mengelus rambut panjang istrinya.


Cup...


Zello mengecup kening istrinya, Sebelum ia beranjak pergi dari sana. Namun, Langkahnya di tahan oleh istrinya. Dia mencekal pergelangan tangan Zello. Dengan wajahnya yang mendongak. Agar ia bisa melihat wajah suaminya.


"Disini saja! Temani aku tidur! " Ucap Dia dengan nada sedikit merengek.


Zello mengulas senyum tipisnya, Dan ia pun segera naik keatas ranjang. Mengalihkan kepala istrinya, Untuk bersandar pada dada bidangnya. Memeluk tubuh Dia dengan dekapan hangatnya. Bahkan, Zello juga menaikan selimut istrinya.


"Bang"


"Hm"


"Seandainya, Takdir berkata lain tentang kita. Apa abang mau berjanji satu hal padaku! " Tanya Dia dengan suara lirihnya.

__ADS_1


"Jangan bicara aneh aneh!." Jawab Zello dengan nada penekanan nya.


Dia mendongakkan kepalanya, Lalu ia mengulas senyum manisnya. "Abang hanya perlu jawab, Iya atau tidak saja! " Titah nya sambil memasang wajah menggemaskan nya.


"Iya, Memangnya janji apa? " Akhirnya Zello mau mengalah juga. Dan mulai mau mendengarkan, Apa yang akan di katakan oleh istrinya.


Beberapa detik Dia terdiam, Lalu ia pun mulai kembali membuka suaranya. " Jika aku tidak mempunyai kesempatan untuk, Membesarkan twins nanti. Aku harap abang bisa mencari Sysil, Dan meneruskan hubungan kalian yang rusak karena aku! " Ucap Dia dengan suara yang sedikit bergetar.


Zello sangat terkejut akan ucapan istrinya. Lalu Zello pun langsung mendongakkan kembali wajah Dia. Agar ia bisa melihat dan menatap, Wajah istrinya dengan seksama.


"Kenapa kamu bicara seperti itu? . Sysil hanya masa lalu ku, Sayang. Sekarang aku hanya ingin fokus pada hubungan kita saja!. Sampai kapan pun, Aku tidak akan pernah menduakan kamu, Atau pun mau berpoligami. Sekali pun itu kamu yang minta" Jawab Zello dengan tegas.


Zello menakutkan kedua alisnya. Saat lagi lagi kata kata Dia. Malah membuatnya semakin curiga.


" Seburuk apapun kondisi ku, Aku tidak akan mengorbankan janin ini". Sambung Dia dengan sangat tegas.


"Sayang... " Zello mulai bangun, Dan membenarkan posisinya.

__ADS_1


"Apa kamu... " Anggukan kepala Dia membuat Zello langsung paham. Bahkan, Zello tak bisa meneruskan kata katanya lagi. Pria itu segera memeluk tubuh istrinya. Dan mencium bibir nya berulang kali.


"Aku sudah tahu semuanya. Aku tahu apa yang kalian bicarakan malam itu". Ucap Dia jujur.


" Sorry... I'm sorry sayang! " Lirih Zello menarik nafasnya dalam dalam. Sungguh hati Zello benar benar teriris, Saat mendengar suara isak tangis istrinya.


Zello melonggarkan pelukan nya. Dan menyeka air mata Dia. Menangkup kedua pipi itu. Dan mengecup bibir Dia sedikit lama.


"Apa kamu percaya padaku? " Tanya Zello tegas. Membuat Dia langsung menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, Sayang. Sekarang dengarkan aku! ". Ucap Zello lagi sambil menangkup kedua pipi istrinya.


" Aku akan melakukan apapun, Apapun itu. Agar kita bisa melewati semua ini bersama. Dan aku juga tidak akan pernah mengorbankan kalian. Sebab, Kamu adalah istriku, Dan mereka adalah darah daging ku juga. Benih cinta kita berdua. Jadi, Aku mohon!. Bertahan lah, Sayang!" Titah Zello penuh permohonan.


Lagi lagi Dia hanya bisa menganguk. Dan langsung memeluk tubuh suaminya erat. "Aku takut, Sayang. Sungguh aku takut". Lirihnya dengan isak tangisnya.


" Hussttt... Percayalah!. Semuanya akan baik baik saja! " Jawab Zello berusaha meyakinkan istrinya. Meskipun dia sendiri saja masih ragu. Akan apa yang sedang ia rencakan saat ini.

__ADS_1


Namun, Zello sendiri berpikir positif. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Dan Zello juga akan mencoba banyak hal. Agar rumah tangganya selalu bahagia. Dan apa yang mereka takutkan, Tidak akan pernah terjadi nantinya.


__ADS_2