
Spill kehidupan Fatih dan Ghina setelah menikah
Pov Ghina
Kehamilan pertamaku menurutku aneh, karena aku terlalu merasakan aman damai tentram, hanya di awal-awal kehamilan minggu pertama merasakan mual, tapi selanjutnya aku tidak merasakan sama sekali.
Suamiku selalu menjadi orang pertama yang bertanya-tanya aku maunya apa, aku hanya bisa menggeleng karena tidak seperti kebanyakan wanita hamil lainnya yang ingin ini ingin itu banyak sekali.
"Kamu mau apa sayang? pilih apa yang kamu mau, akan aku belikan," ucap suamiku ketika kami sedang berjalan-jalan sekaligus refreshing di suatu pasar rabu sore. Ramai sekali di sana hingga rasanya aku pusing, tapi karena aku juga ingin belanja kebutuhan rumah tangga, alhasil aku tetap ke sana.
"Nggak ada?" tanya Fatih heran. Aku menggeleng, meyakinkan.
"Iya, dia kalem, nggak minta apa-apa kayaknya Mas, paling kalau malam nendang-nendang minta di elus aja," ucapku, sembari mengusap perutku yang mulai membuncit. Setiap malam, suamiku memang harus selalu stay untuk mengelus perutku hingga aku tertidur, sudah menjadi kebiasaan sejak kehadirannya.
Suamiku juga heran, ia ikut mengelus, lalu mendekatkan telinganya. "Hei jagoan, kamu nggak pengen apa-apa masa? lagi puasa ya? masyaa Allah, kok kalem banget gini ya... nggak papa deh yang penting nggak buat Umi kamu stress hehe."
"Mas," keluhku karena Fatih malah nyengir tidak jelas sambil bicara dengan anaknya yang masih di kandungan.
__ADS_1
Kelak, anakku dan suamiku mungkin berjumlah tiga orang, atas izin Allah, masing-masing dengan pengalaman hamil yang berbeda.
Nama-nama yang aku siapkan adalah
Aslan Faqih Rafasya
Arlan Aghnia Rafasya
End
Assalamualaikum, hai-hai semuanya☺️
Aku ucapin terimakasih banyak-banyak, arigato, gomawo, xiexie, untuk teman-temen semuanya yang sudah setia membaca dari awal until akhir ceritaku yang berjudul Yang Muda Menikah ini.
__ADS_1
Sebenarnya aku masih sayang sama mereka, suka kangen kalau nggak nulis cerita mereka berdua, makanya walau berbulan-bulan vakum, aku tetap balik lagi untuk menamatkan kisah mereka yang belum usai.
Aku sebenarnya terkejut juga, kenapa tiba-tiba jariku hanya sampai disini dan memutuskan untuk meng-Endingkan saja. Mungkin karena aku juga masih ada PR novel yang harus aku selesaikan di platform lain. Jadi, setidaknya disini aku tamatkan dulu biar nggak menggantung, karena sesuatu yang berani di mulai maka wajib di akhiri, menurutku hihi.
Adapun kalian yang juga terkaget-keget karena cerita ini mendadak TAMAT, hehe aku ucapkan terimakasih karena kalian nggak bosen dan pengen lanjut ini cerita😘
Yang jelas, untuk lanjut season duanya atau tidak, pasti kembali kepada author ini.
Oh ya aku juga udah punya rencana buat bikin cerita baru tentang Mafia, juga tentang Bayi Kembar, tolong kasih saran ya di kolom komen, bagusnya yang rilis duluan yang mana. Tapi, aku nggak menjamin akan langsung cuss for release the story, coz write is so hard, makanya aku selalu ingatkan buat pembaca setidaknya komen dan like buat menghargai authornya yang berlelah-lelah menulis hihi.
Kepada pembaca setiaku, harapannya kalian juga mau mengetik sesuatu di kolom komen, testimoni untuk cerita ini, pesan dan kesan kalian setelah membaca Yang Muda Menikah, agar author ke depannya bisa belajar lebih baik lagi dalam menulis maupun membuat tulisan yang berkualitas.
Oh ya, sementara author memikirkan ide untuk cerita baru, mungkin ada diantara kalian yang berkenan membaca cerita author di aplikasi hijau maupun merah.
Komen2 ya. Kalau mau tahu link ceritqiu, bisa hubungin aku di fb najma afsheen atau Ig teh_najma
Catatan lagi, testimoni kalian akan aku pajang di IG ku sebagai kenang-kenangan, kalau mau aku tag disana, sertakan juga nama IG kalian yaah....
__ADS_1