
Kini, Lita telah sampai di sebuah rumah yang sangat megah. wanita cantik itu, menatap nanar ke arah depan. di mana, di sana, wanita cantik itu Tengah melihat sebuah pemandangan yang membuatnya ingin sekali menjambak kedua orang yang ada di sana.
" tega sekali kamu Mas," ucapnya dengan nada yang sangat Lirih. tanpa terasa, air mata wanita itu jatuh berguguran. Seperti suasana hatinya yang remuk redam saat melihat orang yang ia cintai bercumbu mesra dengan wanita lain.
Sungguh, Lita merasa sudah tidak kuat dengan pemandangan yang tersaji di hadapannya. Ingin sekali wanita cantik itu mencapik-capik dua orang yang ada di depan sana. Padahal, konsepnya yang salah di sini adalah Lita. karena dirinya, menjadi sosok perusak rumah tangga orang.
****
Sementara itu, Arya dan Cynthia Tengah berada di depan rumahnya dengan sesekali bercanda tawa. terlihat sekali, mereka berdua Tengah berbahagia. Tanpa memikirkan mungkin saja ada sebuah hati yang terluka atas semua ini.
" mas, aku bahagia sekali deh, Akhirnya sekarang, kamu sudah tidak pergi-pergi lagi." ucap Cynthia Soraya menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.
Sementara Arya yang mendengar penuturan dari istrinya itu, hanya tersenyum tipis. dan sesekali mengusap kepala istrinya itu dengan rasa sayang.
Walaupun di dalam hatinya, ada rasa lain yang terselip di sana. Namun, sebisa mungkin Arya harus bisa mengontrol semuanya. agar Cynthia tidak menaruh rasa curiga padanya.
Saat matanya mengedarkan ke arah lain, saat itu juga, matanya tidak sengaja menangkap seseorang yang sangat dia kenal. Arya mencoba menajamkan penglihatannya. mungkin saja, laki-laki itu salah mengenali seseorang. Namun, saat laki-laki itu mencoba untuk menajamkan matanya, seketika itu, detak jantungnya, serasa berdetak dua kali lipat lebih cepat.
"euuummm, sayang, lebih baik kamu masuk dunia ke dalam rumah. aku mau menelpon seseorang. ada hal yang harus aku selesaikan." ucapnya Seraya menatap ke arah istrinya.
Cynthia yang mendengar itu, sesaat terdiam. sebelum akhirnya, menganggukkan kepala. dan setelahnya, wanita cantik itu masuk ke dalam rumah.
Setelah semua dirasa aman, Arya segera melangkah dengan langkah yang semakin lebar dan juga cepat untuk menghampiri wanita yang berada di balik pagar itu.
__ADS_1
" ngapain kamu ada di sini?" tanya Arya dengan nada yang sangat dingin dan juga datar.
Tentu saja hal itu membuat Lita yang mendengarnya, seketika tersentak kaget. karena setahu dirinya, saat mereka sedang bersama, laki-laki yang ada di hadapannya itu, tidak pernah berkata dengan nada yang menakutkan seperti itu. Namun sekarang, Arya melakukannya.
" Mas Arya kenapa seperti itu, Apa salahku padamu?" tanya Lita dengan sorot mata penuh kecewa.
Sungguh, wanita itu tidak pernah menyangka. jika apa yang ia takutkan, kini benar-benar terjadi dan menimpa hidupnya. kalau tahu begini, mungkin saja Lita akan menolak dinikahi oleh Arya saat itu. Namun, apa boleh buat, semuanya sudah terjadi. dan waktu, tidak akan pernah bisa diputar kembali.
Arya yang mendengar ucapan dari wanita yang ada di hadapannya itu, tak bergeming sama sekali. sorot matanya menampakkan jika Arya sudah tidak mengenali wanita yang ada di hadapannya itu.
" Pergilah dari sini. dan jangan pernah ganggu aku lagi" ucapnya Seraya melangkahkan kaki meninggalkan wanita itu.
Tes.
" jahat kamu Mas, hiks hiks hiks" ucapnya Seraya menangis tersedu-sedu. Setelahnya, Lita memutuskan untuk kembali ke rumahnya.
Karena sejujurnya, wanita itu datang ke kota Bojonegoro, selain ingin mengintai keluarga laki-laki Brengsek itu, dirinya juga masih berharap. jika Arya bisa menerimanya kembali. Entahlah, Mengapa dirinya menjadi sebodoh ini. Padahal, sudah jelas-jelas disakiti oleh laki-laki itu. tapi, dirinya masih saja berharap lebih tentang hubungannya dengan Arya.
" Jangan pernah salahkan orang jahat. karena kebanyakan, orang jahat adalah orang baik yang tidak pernah dihargai." ucapnya saat Arya hendak naik ke teras rumahnya.
setelah itu Lita segera pergi keluar dari area kompleks rumah mewah itu. Dengan membawa luka yang menganga lebar di dalam hatinya. Sejenak, terbersit keinginan hatinya ingin mengakhiri hidupnya yang terasa sia-sia ini.
Namun untungnya akal sehat dari Lita, masih berfungsi. sehingga niatan itu, tidak terlaksana. dan akhirnya, Lita memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Sementara Arya yang mendengar sumpah serapa dari Lita, hanya dapat menghela nafas panjang. Dirinya tidak bisa berbuat banyak untuk menghadapi masalah ini. dan yang hanya dapat ia lakukan, adalah memutuskan hubungan.
Terdengar kejam memang, namun Arya sama sekali tidak menemukan jalan keluar yang lain. selain menyelamatkan pernikahannya dengan Cynthia. Walaupun saat ini, laki-laki itu lebih mencintai Lita. Apalagi, kini Lita sudah memberikannya seorang putri cantik. Sementara Cynthia, Belum sama sekali memberikannya keturunan.
Namun demikian, laki-laki itu tidak bisa berbuat apa-apa. karena semua modal yang dia peroleh, adalah dari Cynthia. termasuk juga, rumah dan yang diberikan kepada Lita. itu juga harta dari Cynthia.
Memang Arya terdengar sangatlah egois. karena demi kesenangannya, laki-laki itu mampu menyakiti dua wanita sekaligus. yang mungkin saja, mencintai dirinya dengan setulus hati.
****
" Kamu jahat Mas hiks hiks hiks." Lita menangis dengan sesenggukan. dengan sesekali menoleh ke arah belakang. Seketika itu pula, tangannya terkepal kuat menahan amarah.
" aku bersumpah akan menghancurkanmu!" ucapan dengan tatapan mata penuh dengan kilatan amarah. Setelahnya, menghentikan sebuah taksi yang memang melintas di jalan itu.
" mau ke mana Mbak?" tanya sang supir Seraya sesekali melirik ke arah Lita.
Sementara Lita yang mendengar itu, hanya memberikan kertas yang memompa dia siapkan, kepada sopir taksi itu. Sang sopir yang menerima itu, hanya menganggukkan kepala. dan melajukan vaksinnya, ke tempat tujuan penumpangnya itu.
Tak berselang lama, taksi yang ditumpangi oleh Lita, ini sudah sampai di sebuah bangunan yang terbilang cukup mewah. dan dengan segera, wanita cantik itu turun dari taksi itu.
" Airin!" teriak Lita saat matanya tak sengaja melihat seseorang yang sangat ia kenal. dan tanpa basa-basi lagi, Lita segera berhambur ke dalam pelukan wanita itu. dengan sesekali menangis sesenggukan.
Sementara Airin yang melihat itu semua, hanya menatap Lita dengan raut wajah kebingungan. setelah hampir 15 menit menangis di dalam pelukan Airin, mereka akhirnya melepaskan pelukan.
__ADS_1
" kamu kenapa Kok nangis?" tanya Airin saat Lita sudah mulai tenang. Airin adalah seorang sahabat dari Lita. mereka terpisah karena menjalani hidup masing-masing di kota yang terpisah.