
Berapa hari setelah lamaran itu, Mario mendatangi rumah Lita dengan membawa kedua orang tuanya. tentu saja hal itu membuat Lita merasa sangat terkejut. karena mereka datang secara mendadak. dan Lita belum menyiapkan sesuatu untuk menyambut keluarga itu.
"nak Lita kenapa tegang begitu?"tanya ibunda Mario Soraya mendekati wanita cantik itu. membuat Lita merasa semakin grogi.
"saya belum menyiapkan sesuatu untuk menyambut kalian,"ucap wanita itu dengan jujur.
Membuat kedua orang tua Mario, seketika saling pandang kemudian sama-sama tersenyum kecil.
"tidak apa-apa, kami ke sini hanya mengikuti perintah dari Mario,"ucap wanita paruh baya itu Seraya mengusap kepala Lita dengan sayang.
Membuat Lita sejenak terbuai dengan perlakuankedua orang tua Mario yang begitu manis. Namun dengan segera Lita menggelengkan kepala karena merasa dirinya tidak pantas bersanding dengan laki-laki itu.
Apalagi status mereka sangatlah jauh berbeda. baik dalam segi ekonomi, dan juga segi status. Mario adalah seorang lajang. sementara dirinya, adalah seorang janda beranak satu. dan itu, pasti akan menjadi masalah tapi kemudian hari.
Dengan segera, Lita mengangkat wajahnya menatap Mario dan kedua orang tuanya, dengan dengan tatapan dalam.
"ada apa nak?"tanya wanita paruh baya itu Seraya menatap Lita dengan raut wajah khawatir.
"saya sudah memiliki anak!"ucapnya dengan nada yang sangat tegas. dan seketika itu pula, suasana di dalam rumah itu menjadi sangat hening. hal itu membuat lidah sedikit berkeringat.
Bukan takut akan penolakan dari keluarga Mario. melainkan Lita takut jika dirinya akan dihina kembali seperti yang sudah-sudah.
"itu tidak akan menjadi masalah! karena saya sudah mengetahui semuanya dari Mario. dan kami menerima masa lalu kamu. yang terpenting buat kami, kamu dapat mengurus anak kami dengan baik."ucap wanita paruh baya itu Seraya memeluk tubuh Lita dengan erat
Tentu saja, Lita yang mendengarnya dibuat terharu dengan kata-kata yang terlontar dari mulut wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"jadi, apakah kamu menerima lamaran kami?"tanya ibunda Mario dengan raut wajah yang sangat serius.
Seketika itu juga, wajah Lita menjadi memerah karena merasa grogi dan juga salah tingkah. dan setelah menunggu hampir 15 menit, Lita akhirnya menganggukkan kepala. tanda wanita itu menerima lamaran Mario.
Tentu saja, hal itu membuat Mario merasa sangat bahagia. karena memang, laki-laki tampan itu telah menyukai Lita sejak dulu.
"terima kasih, terima kasih atas semua yang kamu berikan."ujarnya dengan ekspresi wajah bersungguh-sungguh.
Mario yang mendengar itu, merasa terharu. "justru aku yang berkata demikian, karena aku merasa bersyukur karena kamu telah menerima lamaran aku. jadi, kapan kita akan menikah?"tanya Mario membuat wajah Lita seketika memerah karena merasa malu.
"tunggu setelah permasalahanku selesai,"ucap wanita itu dengan wajah yang sedikit malu-malu.
Membuat Mario dan kedua orang tuanya, menganggukkan kepala karena mereka setuju dengan ucapan Lita.
"ya sudah. kalau begitu, kami pulang dulu."ujar ibunda Mario Seraya beranjak dari duduknya. dan dengan segera, memeluk tubuh Lita dengan hangat.
*****
Kini suasana di dalam rumah Lita, terasa sangat hening. karena mereka berdua sama-sama terdiam dengan raut wajah yang memerah karena merasa malu.
"emm, apakah Gracia sudah sembuh?"Mario dengan raut wajah dibuat sebiasa mungkin.
Mendengar ucapan laki-laki itu, membuat raut wajah Lita sedikit merasa murung. membuat Mario yang mengerti, segera menghampiri dan langsung mengusap bahu wanita itu dengan lembut.
"nanti jika kondisi Gracia masih belum membaik, kita akan bawa dia ke kota besar untuk berobat,"ujar Mario yang mencoba untuk menenangkan wanita itu.
__ADS_1
"apa tidak akan menjadi masalah? kan dia butuhkan anak kamu? bagaimana kalau kedua orang tua kamu tidak mengizinkan hal itu terjadi?"Lita memberondong Mario dengan beberapa pertanyaan yang memang sangat masuk akal untuk dipertanyakan.
"tidak apa-apa, mereka sudah mengerti dan sudah menganggap Gracia seperti cucunya sendiri kok,"ucapnya dengan ekspresi wajah sungguh-sungguh.
Lita yang mendengar itu segera menatap Mario dengan tatapan berkaca-kaca."apakah itu serius?"tanya Lita Soraya menitihkan air mata.
Mario yang mendengar itu, segera memeluk calon istrinya itu dengan sangat erat. "tentu aku serius, mana mungkin aku berbohong padamu."ucap Mario Soraya membenamkan bibirnya di kepala Lita.
Tak berselang lama, terdengar suara dulu mesin mobil dari arah depan rumah itu. membuat Lita dan juga Mario, seketika saling pandang.
"apa kedua orang tuamu kembali lagi?"tanya Lita Seraya menatap Mario dengan penuh keheranan.
Mario yang mendengar itu, hanya mengedikkan bahunya. dan dengan segera, menarik tangan Lita untuk membuka pintu. dan seketika itu pula, Lita tertegun di tempatnya saat melihat siapa yang datang.
"oh, ternyata Lita sudah memiliki kekasih ya?"tanya Cynthia dengan raut wajah mengejek.
Sementara Lita yang mendengar itu, tak menghiraukannya. wanita itu malah dengan sengaja menggandeng tangan Mario. membuat laki-laki itu, sedikit terkejut. namun tak lama berselang, muncul senyuman misterius dari wajah tampannya.
"iya itu benar Nyonya Cynthia, kita akan menikah secepatnya."ucap Mario dengan nada yang sangat tegas.
Tentu saja hal itu membuat Arya dan juga Cynthia yang mendengarnya, merasa begitu terkejut.
"apa? kalian akan menikah?"tanya Cynthia dengan membulatkan mata.
"iya. apa ada masalah?"tanya Lita dengan tatapan sinisnya.
__ADS_1
"tidak ada, emm sebenarnya aku ke sini mau mengantarkan undangan pesta topeng untuk kalian berdua."ucap Cynthia Soraya menyerahkan undangan itu pada Lita.