
Lita segera masuk dalam rumah. saat melihat orang yang ada di dekat mobil itu melangkah masuk mendekatinya. dirinya tidak akan pernah sudi untuk bertatap muka dengan laki-laki yang pernah menyakitinya itu.
" Mbak ini harganya berapa ya,?" tanya Cynthia saat melihat Lita masuk ke dalam toko kue tersebut. tentu saja, pertanyaan dari Cynthia itu, membuat Lita menghentikan langkahnya.
Kemudian, menatap wanita cantik itu barang sejenak. seperti ada sesuatu yang direncanakan oleh Lita terhadap Cynthia. Padahal, jika ingin menghukum, hukum saja Arya. karena Arya yang memulai semua ini.
Namun, itulah manusia khususnya wanita. mereka selalu mengedepankan hati daripada logika. Jadi tidak bisa dipungkiri, jika wanita Tengah merasa marah akan sesuatu, maka mereka akan cenderung untuk Adu mulut atau bahkan adu jotos.
Karena rata-rata wanita itu, lebih menggunakan perasaannya daripada akal. " Ada apa Mbak,?" tanya Lita Seraya masih menatap lekat ke arah wanita yang ada di hadapannya itu.
" yang ini harganya berapa?" tanya Cynthia Soraya menunjuk ke arah kue tart yang paling bagus yang berada di dalam etalase.
Lita yang mendengar pertanyaan dari wanita itu, ikut menatap ke arah etalase." Oh itu harganya Rp200.000." ucap Lita Soraya tersenyum sedikit kaku.
Karena memang, saat ini Lita merasa tidak nyaman dengan kedatangan dua orang yang dirinya hindari itu.
Cynthia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, dengan segera langsung menyerahkan uang berwarna merah sebanyak 2 lembar itu, ke atas tangan Lita. dan setelah itu, tak berselang lama, seorang laki-laki yang tak lain adalah Arya, datang menghampiri wanita itu.
" apa namanya sudah?" tanya Arya Seraya merangkul pundak istrinya. tentu saja, Hal itu membuat Lita yang melihatnya, memutar bola mata malas.
Kemudian, melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah. Bukan maksudnya untuk tidak sopan. Namun, dirinya harus mengecek kondisi dari Trisna sayangnya yang sudah lama ditinggal.
lagi pula, mereka sudah mau meninggalkan toko kue miliknya. jadi tidak ada masalah kan, jika Lita memilih untuk masuk ke dalam. demi untuk menghindari mereka.
***
" wah anak ibu, ternyata baru saja bangun tidur ya," ucapnya Seraya mengangkat bayi mungil itu dari atas kasur. Kemudian, dengan segera menciumi seluruh wajah dari bayi mungil itu.
__ADS_1
" Lita, Apakah mau makan sekarang?" tiba-tiba saja, Mbok Robiah datang Seraya membawa dua bungkus nasi kotak di tangannya.
Lita yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah sumber suara. dan tersenyum tipis. Kemudian, kembali meletakkan Gracia di tempatnya. Karena memang, anak berusia 1 tahun itu, lebih menyukai diletakkan di tanah daripada harus digendong.
" Mbok, beli berapa?" tanya Lita Seraya menatap ke arah plastik berwarna hitam itu. Karena terlihat, plastik itu, menggembung. Menandakan jika yang ada di dalamnya itu, sangatlah banyak.
" Oh saya beli dua bungkus nasi pecel, sama nasi ada empat dan juga pecel lele yang dipisah. supaya nanti, kita nggak usah masak." ucapnya Seraya tersenyum tipis.
Lita yang mendengar itu, mengangguk-nganggukkan kepala. Kemudian, mulai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka itu. Walaupun, hanya makanan sederhana seperti ini, namun Lita sangatlah bersyukur. dapat menikmati makanan seperti ini.
Karena di luar sana, masih banyak manusia-manusia yang tidak dapat menikmati makanan seperti ini.
Setelah selesai, menyelesaikan makan siangnya, Lita Lita bergegas untuk keluar dari toko itu. untuk membersihkan tangannya. karena, letak kamar mandinya memang berada di belakang toko itu. Menjadikan Lita harus keluar rumah untuk membasuh tangan dan mulutnya.
"Lita,"
Degh
Seketika itu pula, jantung Lita seakan ingin lepas dari tempatnya. saat mendapati, sosok yang ada di hadapannya itu.
" Mas Arya," ucapnya dengan nada Lirih. Kemudian, kepalanya mendongak menatap ke arah laki-laki itu." Mau apa kamu ke sini?" tanya Lita dengan nada yang sangat dingin.
Tentu saja hal itu membuat Arya yang mendengarnya, merasa sedikit terkejut. dengan perubahan, yang ditunjukkan oleh wanita yang ada di hadapannya itu.
Karena sebelumnya, Lita adalah seseorang yang sangat lembut dan juga pengertian. Mengapa, sekarang menjadi wanita yang begitu dingin dan menakutkan? Apakah memang benar apa kata pepatah, jika wanita sudah marah dan murka, maka laki-laki tidak akan pernah bisa berbuat apa-apa.
"a-aku hanya ingin meminta maaf. Aku sungguh menyesal." ucap Arya Seraya berusaha untuk tangan wanita itu.
__ADS_1
Namun, dengan segera Lita menepis tangan laki-laki itu. dan melayangkan tatapan tajam dan juga jijik." Jangan pernah sentuh aku! karena kita sudah tidak mempunyai hubungan apapun!" tegasnya.
Kemudian, dengan perasaan yang bergemuruh, Lita berjalan meninggalkan laki-laki tak tahu diri seperti Arya.
Sesampainya di dalam toko, wanita itu mengusap air matanya yang tiba-tiba jatuh membasahi wajah cantiknya." huh, tenang Lita. Jangan pernah kamu terpancing lagi dengan rayuan-rayuan laki-laki itu." gumamnya Seraya mengatur nafas.
Sesungguhnya, di dalam hatinya yang paling dalam, Lita masihlah sangat mencintai laki-laki itu. namun, dirinya juga harus sadar diri. Karena selama ini, Arya hanya menjadikannya sebagai pelampiasan saja.
" Lebih baik aku menghindar. daripada merasa sakit hati." ujarnya Soraya melangkahkan kaki untuk bergabung dengan Gracia dan mbok Robiah.
" siapa tadi Lita kok seperti ada orang?" tanya Mbok Robiah. saat mereka berdua Tengah duduk bersebelahan.
" siapa mbok,?" Lita balik bertanya. wanita itu, berlaga tidak tahu menahu tentang apa yang dimaksud oleh wanita paruh baya yang ada di sampingnya itu.
Mbok Robiah yang mendengar itu, hanya dapat menghela nafas panjang." sudahlah lupakan. lebih baik, kamu salat saja dulu. biar nanti kita bisa gantian." Lita menganggukkan kepala. dan dengan segera, langsung masuk ke dalam kamar untuk melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.
****
" sudah mbok, sekarang, biar aku yang jaga." Lita tersenyum kecil. Mbok Robiah yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala.
"Ma, Cu," tiba-tiba saja, anak berusia 1 tahun itu datang menghampirinya dengan langkah yang tertatih-tatih. Karena memang, belum lancar berjalan.
tentu saja, hal itu membuat Lita yang mendengarnya, merasa sangat terkejut namun juga terharu. karena Putri kecilnya kini, sudah dapat mengeluarkan kata-kata.
" Cia mau susu?" tanya Lita Seraya meraih dan memangku Putri kecilnya itu. Sementara bocah menggemaskan itu, hanya menganggukkan kepala.
" aduh anak ibu sekarang udah besar ya, sebentar Ibu buatkan susu dulu." ujarnya Seraya kembali meletakkan Gracia di tempat duduk khusus miliknya.
__ADS_1
Kemudian, dirinya melangkahkan kaki untuk menuju ke sudut ruangan itu. yang memang sudah ada termos panas dan juga beberapa kaleng susu.