
Setelah Lita mendengar dan melihat sendiri apa yang dilakukan dan diucapkan oleh Arya, Lita segera mengajak putri dan juga Mbok Robiah untuk pulang ke rumah.
"kita pulang dulu ke rumah? sepertinya Gracia sudah mulai kelelahan,"ujar Lita Soraya menatap ke arah Putri semata wayangnya.
Wanita paruh baya itu menganggukkan kepala. dan langsung beranjak dari duduknya Seraya menggendong Gracia. namun pergerakan wanita paruh baya itu terhenti, saat mendengar ucapan dari Lita.
"sudah, biar saya saja yang menggendong Lita."ujar wanita itu Seraya mengangkat Gracia dari dekapan wanita paruh baya itu.
Mbok Robiah yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala dan dengan segera berjalan mengikuti wanita cantik itu.
****
Sementara itu di dalam ruangan ICU, keributan sedikit terjadi antara Arya dan juga Cynthia. karena mereka sama-sama mempertahankan apa yang menjadi pikiran mereka.
Cynthia tidak ingin bercerai dengan laki-laki itu karena memang masih sangat mencintainya. perbuatannya yang kemarin itu, ia lakukan hanya untuk meluapkan emosinya saja. sungguh, wanita glamor itu tidak ingin bercerai dari laki-laki itu.
"Mas aku mohon jangan pernah Ceraikan aku!"ucapnya Seraya menangkupkan kedua tangan di depan dada.
"maaf Cynthia, dari awal kita menikah aku memang tidak pernah mencintaimu aku hanya mengikuti saran yang diberikan oleh kedua orang tuaku."ujar laki-laki tampan itu menatapnya dengan tatapan yang sangat dingin.
"tidak kamu tidak boleh melakukan hal itu, lagi pula, jika kamu mencarikan aku kamu mau hidup dari mana?!"tanya wanita glamor itu dengan tatapan yang sangat tajam.
Arya yang mendengar itu, seketika menatap Cynthia dengan tatapan datarnya."karena rasa takut itulah, aku menjadi sangat bodoh karena selalu mengikuti perintahmu yang semena-mena itu. dan aku hampir menyakiti anak yang tidak bersalah seperti Gracia."ujarnya Seraya menepis tangan Cynthia yang berusaha mencoba untuk menggenggamnya.
Sungguh, Arya merasa sangat tidak peduli dengan keadaan wanita itu. menurutnya, waktu seperti ini adalah waktu yang sangat tepat. karena Cynthia dalam keadaan lemah. laki-laki itu seakan tidak memperdulikan tangan wanita glamor itu yang bersimbah darah. akibat dari selang infus yang tercabut.
"jika kau masih nekat untuk dekat dengan mereka, maka jangan salahkan aku, jika kalian akan menderita!"ucap Cynthia penuh dengan ancaman.
__ADS_1
"jika hal itu sampai terjadi, maka nyawamu yang akan menjadi nya."ucap Arya dengan kilatan penuh amarah.
Kemudian melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari tempat itu. Arya harus segera menghampiri orang-orang yang ia cintai. untuk meraih mereka kembali ke dalam pelukannya.
"aaarrrgggh!! "
pranggg!!
brakk
Wanita glamour itu, segera mengamuk saat mendapatkan penolakan dari laki-laki yang sangat ia cintai itu. Cynthia sama sekali tidak memperdulikan barang-barang di ruangan ICU itu yang tampak berantakan dan juga kacau karena ulahnya.
Yang terpenting saat ini, dirinya harus mendapatkan apa yang menjadi tujuannya.
Tak lama berselang, pintu ruangan itu kembali terbuka membuat Sintia sempat tersenyum untuk beberapa detik. hingga senyuman itu kembali pudar. saat melihat, siapa yang datang.
"apa yang anda lakukan Nyonya?"tanya salah satu tenaga medis dengan raut wajah yang begitu merah padam karena menahan amarah.
"kau merusak semua fasilitas yang ada di ruangan ini,"ujar salah satu dari tenaga medis itu dengan nada yang sangat marah.
"diam! nanti aku ganti!"ucap wanita glamor itu dengan nada yang sangat menggelegar. kemudian melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan itu.
Dirinya harus bisa mencegah laki-laki itu untuk tidak menemui keluarganya. karena Cynthia masih merasa sangat menyayangi laki-laki itu.
Tentu saja ucapan dari wanita glamor itu, membuat para tenaga medis yang hendak memeriksa Cynthia akhirnya melangkah pergi.
******
__ADS_1
"Mas Arya!"teriak wanita glamour itu Seraya berjalan ke sana kemari untuk mencari laki-laki yang ia sayangi.
Wanita glamor itu, tidak memperdulikan tatapan dari beberapa pengunjung yang menatapnya dengan tatapan yang aneh. yang terpenting saat ini, wanita glamour itu harus mendapatkan apa yang ia inginkan.
*****
Sementara itu di lain tempat, terlihat Lita baru saja sampai di depan rumah sederhananya. "Mbok, tolong bawa Gracia ke kamarnya ya? aku mau bersih-bersih dulu."ucapan wanita cantik itu Seraya menyerahkan Gracia ke dalam gendongan Mbok Robiah.
Lita segera membersihkan halaman rumahnya yang terlihat sangat berantakan akibat keributan yang terjadi beberapa jam lalu itu.
"Lita kita harus bicara,"tiba-tiba saja seseorang datang dan langsung memanggilnya.
Membuat wanita cantik itu seketika menoleh dan mendapati Arya tengah berdiri di belakangnya dengan senyuman.
"mau apa kau?"tanya Lita dengan melayangkan tatapan tajam pada laki-laki itu.
"aku sudah bercerai dengan Cynthia. dan sekarang kita bisa hidup dengan bahagia," ucap laki-laki tampan itu tanpa dosa.
Membuat Lita yang mendengarnya, seketika menatapnya dengan tatapan tajam. "apa setelah melakukan hal itu? kau merasa sangat senang?!"tanya wanita cantik itu masih dengan tatapan tajamnya.
Arya yang mendengar ucapan dari Lita hanya dapat mengangguk antusias. "tentu saja, karena setelah itu kita bisa menikah. dan hidup bahagia selamanya"ucapnya dengan wajah yang berbunga-bunga.
"sayangnya, aku tidak mau kembali lagi dengan laki-laki pengecut seperti dirimu!" tolak Lita penuh dengan penekanan.
Setelah mengatakan hal itu, Lita segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah sederhana itu. sementara Arya yang mendengar penolakan dari wanita yang ia cintai, mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"tunggu saja, kau akan menjadi milikku!"geramnya Seraya melangkahkan kaki untuk keluar dari rumah sederhana itu.
__ADS_1