
Berapa hari setelah kedatangan Arya, akhirnya Lita memutuskan untuk segera pindah dari sini. walaupun perasaan wanita cantik itu merasa sangat berat. karena harus meninggalkan usaha yang baru saja sedikit merangkak itu.
"kita mau ke mana Bu?"tanya Gracia saat mereka tengah membereskan semua barang-barang yang akan mereka bawa ke tempat baru.
"kita akan pergi ke kota Surabaya,"ujar Lita Soraya tersenyum tipis.
"kenapa kita harus pindah? apakah ini semua karena tante jahat itu?"gadis kecil itu melontarkan beberapa pertanyaan. hingga membuat Lita seketika tersenyum dan menghentikan aktivitasnya.
"itu salah satunya sayang, tapi alasan utama ibu untuk pindah, bukan karena itu."bohong Lita.
semua itu dilakukan karena ingin membuat putrinya merasa tenang dan tidak ketakutan. bahkan nanti jika Cynthia menemukan mereka dan ingin membawa kasus ini ke jalur hukum, Lita akan siap menggantikan posisi Putri kecilnya itu. karena memang gadis kecil itu tidak tahu tentang apa yang ia lakukan.
Yang di tahu oleh Gracia, adalah melindungi ibunya dari segala hal yang buruk termasuk juga oleh ucapan wanita glamour itu.
Gracia yang mendengar itu, seketika menatap ibunya dengan kasih sayang. "terima kasih ya bu, terima kasih telah membuat Gracia bahagia."ujar bocah kecil itu Seraya menghambur kepelukan ibunya.
Sontak saja ucapan dari Gracia itu, membuat Lita sedikit terpanah. karena merasa terkejut dengan ucapan gadis yang umurnya saja belum genap 6 tahun. akan tetapi pemikirannya, sudah melebihi pemikiran orang dewasa.
Entahlah, apakah Lita harus merasa bersyukur ataupun takut dengan pola pikir gadis kecil itu, karena Lita malah merasa takut jika pola pikir itu akan semakin kritis seiring dengan bertambahnya usia gadis itu.
"kenapa malah melamun?"tanya Gracia Seraya mengusap pipi wanita itu. hingga membuat Lita seketika tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"eh, nggak apa-apa kok sayang. lebih baik kita siap-siap saja yuk,"ujar Lita serayam kembali membereskan baju-baju yang akan dibawa.
*****
Barang-barang telah dimasukkan oleh Lita dibantu Mbok Robiah ke dalam mobil. dan dibantu oleh Pak kades dan juga Pak RT beserta istri masing-masing.
Sebenarnya mereka merasa sedih dengan kepindahan Lita yang mendadak ini. namun mereka tidak memiliki wewenang untuk menahan kepergian keluarga Lita.
"Lita nanti kalau kamu sudah sampai di sana, jangan lupa kabari ibu ya,"ujar istri Pak kades dengan memeluk tubuh Lita dengan sangat erat.
"iya Bu, Ibu tenang saja nanti setelah saya sampai sana saya akan langsung kabari Ibu kok,"ujarnya Seraya tersenyum tipis dan mulai melerai pelukan wanita paruh baya itu.
Lita kembali menatap istri Pak RT yang juga ikut mengantarkan kepergian keluarga kecil itu. "saya pamit ya Bu, terima kasih atas bantuan selama ini,"ucap Lita Seraya menggenggam tangan keriput milik wanita paruh baya itu.
Istri Pak Kades dan Pak RT sebenarnya telah mengetahui apa alasan yang membuat Lita memutuskan untuk pergi dari kota itu.
"oh ya omong-omong, apa Mbok Robiah juga ikut kamu?"tanya Pak RT Seraya menatap wanita paruh baya itu yang tengah menggendong Gracia.
Lita yang mendengarnya seketika ikut menoleh dan tersenyum tipis. "iya Pak, kasihan beliau tidak mempunyai keluarga lagi selain saya."ujar Lita tersenyum simpul.
"baiklah kalau begitu, semoga apa yang kalian inginkan segera tercapai di kota yang baru."ujar Pak Kades ikut menimpali.
__ADS_1
Sementara itu para tetangga yang melihat kepergian Lita dan keluarganya, malah semakin merasa curiga. karena kepergian wanita itu, dirasa begitu mendadak dan juga janggal.
Tentu saja itu membuat Bu Rahmi yang memang sangat membenci kita mulai menjadi provokator dengan menyebarkan isu yang tidak tidak.
"kenapa Lita pergi secara mendadak ya?"tanya seorang ibu-ibu yang memakai hijab pashmina.
"halah paling juga kena kasus tuh perempuan."ujar Bu Rahmi dengan nada yang sangat sinis. yang itu mendapat anggukan dari yang lainnya.
*****
Sementara itu di rumah sakit, tampak Cynthia masih berbaring di atas Brangkar rumah sakit itu. sebenarnya wanita glamour itu telah merasa sembuh. namun harus mengikuti saran dari dokter agar dirawat 1 sampai 2 hari lagi. agar dapat memastikan semua telah berjalan dengan semestinya.
"Mas, aku itu mau pulang. mau nuntut wanita pelakor itu dan juga anaknya,"ujar Cynthia dengan wajah yang sangat kesal.
Diam-diam Arya menghela nafas dengan panjang. karena sebetulnya laki-laki tampan itu telah merasa lelah harus mengikuti semua ucapan wanita yang ada di hadapannya itu. namun dirinya juga tidak memiliki pilihan lain.
"aku bicara sama kamu loh,"ucap Cynthia sedikit membentak.
"iya sayang, nanti kita datangi rumahnya kok."ujarnya menenangkan.
Nb: mampir ya gaish ya, di karya memukau milik teman autor ini dijamin kakak nyesel.
__ADS_1