(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Mencoba Bicara


__ADS_3

Selesai makan, Lita segera beranjak dari duduknya. wanita cantik itu, sudah merasa risih. karena sedari tadi, dirinya sering diperhatikan oleh orang yang sama sekali tidak ingin dia lihat. siapa lagi jika bukan Arya.


Entahlah, Mengapa wanita itu masih belum bisa untuk melupakan semuanya. Padahal, kejadian itu sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Namun, Masih Membekas Di hatinya sampai saat ini.


Sepertinya, itulah Sisi lemah seorang wanita. Karena, Terkadang, mereka susah untuk melupakan. atau bahkan, memaafkan suatu kejadian yang menurut mereka, merasa sangat menyakitkan.


Dengan segera, wanita cantik itu segera beranjak dari duduknya. untuk menuju ke arah kasir guna membayar makanan yang telah dirinya makan.


" Semuanya berapa mbak?" tanya Lita cara yang menghampiri seorang wanita cantik yang ada di meja kasir.


" Oh semuanya sudah dibayar." ucap wanita itu Seraya tersenyum ramah.


Seketika itu pula, kening Lita berkerut. karena merasa, bingung dengan penjelasan yang dilontarkan oleh wanita yang ada di hadapannya itu.


" maksud Mbaknya gimana?" tanya Lita untuk memperjelas semuanya.


Akhirnya, wanita itu segera menceritakan semuanya terhadap Lita." tadi ada seorang bapak-bapak. yang mengaku sebagai suaminya Mbak. Terus, dia membayar semua tagihan makanan yang sudah Mbaknya makan. Lalu," Mbak Mbak kasir itu, segera meraih semangkok salad buah dan menyerahkannya kepada Lita.


" ini apa Mbak?" tanya Lita dengan ekspresi wajah kebingungan.


" ini salad buah pemberian bapak-bapak itu. Katanya, buat anak semata wayangnya." ucapnya lagi Seraya tersenyum tipis.


Lita yang mendengar itu, menghela nafas panjang. Ternyata, mantan suaminya itu tidak benar-benar pergi dari kehidupannya. malah sekarang, laki-laki itu kembali lagi seperti tidak ada sesuatu yang terjadi di antara mereka.


" Ya sudah kalau begitu mbak, Saya pergi dulu." ucapnya Seraya melangkahkan kaki untuk menuju ke area mobilnya.


Namun, tiba-tiba saja, Indra pendengarannya seperti menangkap sebuah suara yang memanggil namanya. dan dengan cepat, Lita segera menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


Degh


Jantung Lita seakan ingin lepas dari tempatnya. saat mendapati, laki-laki itu berdiri tepat di belakangnya. belum sempat, wanita cantik itu bereaksi, Arya sudah menarik tangannya terlebih dahulu. membawanya ke belakang bangunan restoran yang sedikit sepi itu.


" lepas!" sentak Lita. saat wanita cantik itu, baru tersadar dari Lamunan dan rasa syok yang melanda hatinya.


Kemudian, melayangkan tatapan tajam ke arah laki-laki itu." sebenarnya apa sih mau kamu, Kenapa kamu selalu mengganggu hidupku. tidak Bisakah kamu membuat aku tenang sebentar?" tanya wanita itu dengan mata berkaca-kaca.


Sungguh, beban hidupnya terlalu berat untuk ditanggung seorang diri. tak tahu kah Arya, jika dirinya hampir saja depresi dan menyakiti Putri semata wayangnya? dan itu semua gara-gara dia.


Laki-laki pengecut, yang tidak ingin berkata jujur terhadapnya dari awal. dan lebih memilih, berlindung di balik kata mencintai. dan hal itu, adalah bullshit Semata. Jika saja, laki-laki Itu jujur dari awal, maka tidak akan ada hati yang tersakiti. salah satunya, adalah Gracia.


Namun, apalah daya. semuanya sudah terjadi. dan kini, dirinya harus berjuang untuk membesarkan Putri semata wayangnya itu.


" kita harus bicara!" ucap Arya dengan raut wajah yang sangat serius.


" memangnya, ada yang perlu dibicarakan lagi? bukankah kita sudah lama berpisah? Lalu, Apa yang harus kita bicarakan? nggak penting!" ucap Lita dengan penekanan di ujung kalimatnya.


Kemudian, wanita cantik itu hendak beranjak dari tempatnya berdiri. Namun, tiba-tiba saja, tangannya ditarik oleh mantan suaminya itu. hingga membuatnya, hampir saja terjatuh. jika tidak bisa mengimbangi tubuhnya.


" melepaskan! atau aku, akan teriak?" tanya Lita dengan Tatapan yang sangat membunuh. hingga membuat Arya, seketika terdiam di tempatnya.


Karena, yang dilihat laki-laki itu saat ini adalah bukanlah Lita yang dulu. yang lembut dan juga pengertian. Melainkan, sekarang berubah menjadi sosok wanita yang sangat mengerikan.


" kamu kenapa seperti ini, mana Lita yang saya kenal? Lita yang lemah lembut? Mengapa menjadi sosok wanita yang berbeda 180 derajat?" tanya laki-laki tidak tahu diri itu.


"Cih," Lita berdecih sebal. Kemudian, kembali melayangkan tatapan tajam ke arah laki-laki tidak tahu diri yang ada di hadapannya itu." kamu masih nanya, kenapa aku berubah seperti ini? dasar laki-laki Tahu Diri!" ucapnya memaki.

__ADS_1


Setelahnya, Lita segera melangkahkan kaki untuk menjauh dari sana. Seiring, dengan keluarnya Gracia dari area sekolahan itu. jangan sampai, Putri semata wayang itu melihat kejadian ini. Karena, Lita sama sekali belum siap untuk menjelaskan semua pada gadis kecil itu.


" Sampai Kapan kamu akan membenciku Lita?" tanya Arya, Seraya menatap sendu seiring dengan langkah wanita itu yang semakin menjauh darinya.


Usahanya untuk mencoba berbicara pada wanita itu, sepertinya sedikit sulit. Karena ternyata, Lita masih menyimpan dendam terhadapnya. dan itu sangat sulit untuk merubahnya.


***


Sementara itu, di depan sekolahan Putri kesayangannya itu, Lita mencoba untuk tetap tersenyum. Walaupun, hatinya merasa tidak karuan. setelah, bertemu dengan mantan suaminya yang tidak tahu diri itu.


" menyebalkan!" gumamnya dengan bersedekap dada di depan mobil miliknya itu.


" ibu!" Lita menoleh saat mendengar teriakan dari putrinya. dan dengan segera, wanita cantik itu tersenyum ke arah Gading kecil itu.


dengan segera, Lita langsung mengajak putrinya itu untuk masuk ke dalam mobil. karena selain cuacanya panas, wanita cantik itu juga takut jika sewaktu-waktu, Arya akan datang menghampirinya. akan membongkar semuanya di depan Putri kesayangannya itu.


Karena jujur saja, Lita masih belum meridhoi jika putri kesayangannya itu tahu tentang kisah hidupnya yang sangat kelam itu. Dan juga, wanita cantik itu sudah terlanjur berkata jika ayah dari Gracia sudah lama meninggal.


***


" Ibu kenapa menangis?" tanya gadis kecil itu Seraya menoleh ke arah ibunya. Mendengar, ucapan dari Gracia, sontak saja membuat Lita seketika menghapus air matanya.


" Nggak papa kok Sayang, ini mungkin hanya kelilipan saja." ucap Lita Seraya tersenyum tipis. Sementara Gracia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala saja.


" Oh ya, kamu belum makan kan? itu Ibu sudah membelikan makanan kesukaan kamu. kamu makan ya, Takutnya nanti dingin malah nggak enak." ucapnya Seraya menunjuk ke arah kursi Tengah yang memisahkan antara kursi kemudi dan kursi penumpang.


Gracia yang mendengar itu, seketika, gadis kecil itupun, segera meraih kotak makanan berwarna putih. dan dengan segera, langsung menyantapnya dengan sangat lahao.

__ADS_1


Karena memang, bocah kecil berusia lima tahun lebih itu, sangat menyukai makanan yang ada di pangkuanya itu.


__ADS_2