(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Tiba waktunya


__ADS_3

Lita dan Mario akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan Arya, guna menjalankan aksi mereka. tanpa diketahui oleh mereka, Cynthia telah merencanakan sesuatu bersama dengan Arya.


"kita bertemu di sini?"tanya Lita pada sang suami dengan raut wajah yang sedikit takut. takut jika kenyataannya, tidak sesuai dengan rencana.


"tenanglah sayang semua akan baik-baik saja,"ucap Mario mencoba untuk menenangkan istrinya itu.


Tak lama berselang, seseorang datang menghampiri mereka dengan memakai baju serba hitam. dan tentu saja, Lita segera mengenali siapa orang itu.


"dia datang,"bisik Lita pada sang suami. dan hal itu membuat Mario, seketika menoleh ke arah istrinya menatap.


"tenanglah semua akan baik-baik saja,"ujar Mario mencoba membuat suasana lebih tenang dan seperti tidak terjadi apa-apa.


"apa kabar kalian?"tanya Arya dengan raut wajah ceria. dan itu sangat terlihat sekali di hadapan wanita itu.


"baik silakan duduk,"ujar Mario Seraya menarik istrinya untuk duduk di sampingnya. karena laki-laki itu tidak ingin, terjadi sesuatu hal pada istrinya itu.


Mereka akhirnya berbincang-bincang seperti biasa. walaupun Mario telah mempersiapkan semuanya, laki-laki itu masih merasa takut jika sesuatu hal kembali menimpa istrinya.


"untuk apa kau mengajakku kemari?"tanya Arya tanpa basa-basi menatap ke arah sepasang suami istri itu dengan tatapan menyelidik.


"Tentu saja aku ingin mengatakan, jangan pernah ganggu istriku lagi. karena dia adalah milikku! dan sampai kapanpun juga akan seperti itu?"ucap Mario dengan nada yang sangat tegas.


Tiba-tiba saja, Arya tertawa dengan kerasnya hingga membuat sebagian orang yang ada di sana, menoleh dan menatap ke arahnya dengan tatapan keheranan.


"dia itu adalah milikku!"ucap Arya penuh dengan penekanan. namun sesaat kemudian, laki-laki itu bersikap seperti orang yang tidak pernah melakukan apa-apa.

__ADS_1


Tentu saja, itu membuat Mario dan Lita, seketika saling pandang karena melihat sepertinya ada yang salah dengan laki-laki yang ada di hadapan mereka itu.


"sepertinya kau memang sakit,"ucap Mario Seraya mengusap lengan istrinya dengan gerakan lembut.


brak


Arya dengan segera, menggebrak meja. hingga membuat sepasang suami istri itu dan juga pengunjung yang ada di sana, merasa sangat terkejut.


"dasar orang tidak waras!"maki Lita dengan nada berapi-api. sesungguhnya, wanita itu menginginkan agar rencana ini segera terselesaikan hingga membuat dirinya sedikit merasa bebas.


"terserah kamu mau mengatakan apa, tapi yang jelas sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi milikku. "ucap Arya dengan senyuman kecil.


Mario yang melihat itu, segera berdiri hendak melayangkan sebuah pukulan kepada laki-laki itu. namun dengan segera, Arya dapat menangkisnya.


"santai lah bro, jangan terlalu terbawa emosi. kau bisa lihat ini,"ujar Arya Seraya mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat.


Mario dengan segera meraih dan membuka amplop itu. dan seketika itu pula, mata laki-laki itu membulat sempurna. karena di dalam amplop itu, terdapat dua buku nikah.


"nggak itu pasti nggak mungkin!"ucap Lita menggelengkan kepalanya dengan kuat.


"apanya yang tidak mungkin, sebenarnya ini aku buat. sebelum aku menjatuhkan talak kepadamu. dengan begitu otomatis, kau masih menjadi milikku. dan sekarang, kau harus ikut denganku!"ucap Arya Seraya menarik tangan wanita itu untuk segera berdiri.


"master aku!"teriak Lita mencoba untuk melepaskan diri dari laki-laki gila itu. sementara Arya, laki-laki tampan itu tersenyum penuh kenangan.


Tentu saja apa yang ada di hadapannya saat ini, adalah sebuah rekayasa. dirinya dan juga Cynthia, memang sengaja membuat buku nikah itu hampir mirip dengan aslinya. sehingga dapat menjebak Lita.

__ADS_1


Sementara Mario, sebenarnya laki-laki itu merasa sedikit curiga dengan buku nikah yang pernah dibawa oleh Arya. karena semua terlihat janggal.


"mungkin ini sudah waktunya,"gumam Mario Seraya pergi meninggalkan tempat itu. membuat Lita, semakin merasa histeris karena ternyata suaminya saat ini tengah meninggalkannya.


"lihatlah laki-laki yang kamu banggakan, apakah laki-laki seperti itu yang kamu inginkan?"tanya Arya Seraya memasukkan Lita ke dalam mobil. dan melajukannya entah ke mana.


"maafkan aku sayang, aku harus mencari persiapan untuk melaksanakan semuanya."gumam Mario masuk ke dalam mobil. tak lupa, laki-laki itu juga menghubungi beberapa anak buahnya untuk berjaga-jaga.


Walaupun ini adalah rencananya, namun tetap saja Mario merasa takut jika hal ini meleset jauh dari kenyataan.


Tak lama berselang, kaca pintu mobil milik Mario diketuk oleh seseorang. hal itu membuat si pemilik, menurunkan kaca mobilnya dan mendapati Cynthia berada di sana.


"ada apa?"tanya Mario dengan nada yang sangat dingin.


"boleh kita bicara?"tanya Cynthia dengan senyuman manis.


"di mana?"


"di dalam mobil saja,"


Mario segera membukakan pintu mobil untuk Cynthia.


" aku akan membantumu untuk menyelamatkan istrimu. Asalkan, kamu mau menikahiku!"ucap Cynthia dengan percaya dirinya.


Mendengar ucapan dari wanita itu, hampir saja membuat Mario tersedak salivanya sendiri.

__ADS_1


"dasar gila!"umpatnya kesal. Namun demikian, Mario akan menuruti ucapan wanita itu. dirinya akan menggunakan Cynthia untuk melancarkan aksinya.


__ADS_2