(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Cepat Sekali Waktu Berlalu


__ADS_3

Semenjak kejadian malam itu, Lita sama sekali tidak memperdulikan dan memperbolehkan Arya untuk datang lagi ke rumah itu. Selain karena omongan dari para tetangga yang semakin menjadi, juga karena Lita tidak ingin, anaknya menjadi korban harapan palsu oleh ayahnya sendiri.


Bagaimana tidak harapan palsu, jika Arya akan datang ke rumah itu untuk bermain dengan Gracia. lalu setelahnya, akan pergi meninggalkan gadis kecil itu seorang diri. Karena harus pulang ke rumah istri pertamanya. dan itu pasti akan membuat grasi yang menjadi sangat sedih.


Lita tidak ingin hal itu terjadi pada anak semata wayangnya. Biarkan, Biarkan saja dia yang menerima akibat dari perbuatannya. Karena tidak sengaja menjadi istri simpanan laki-laki yang sudah beristri.


" Lita, Kenapa kamu tidak ingin mencoba menerima Arya kembali? semua itu demi anak kalian?" ucap Mbok Robiah saat mereka berada di ruang tamu.


Lita yang mendengar itu, seketika menatap wanita paruh baya yang ada di hadapannya itu, dengan tatapan tak percaya." Mbok mau kalau Lita jadi istri simpanan Arya lagi?" tanya wanita itu masih dengan ekspresi tak percaya.


Sontak saja, Hal itu membuat Mbok Robiah yang baru saja menyadari ucapannya, seketika menundukkan kepala.


" Maaf Lita, Mbok lupa." ucap wanita paruh baya itu dengan senyuman tipis. Sementara Lita yang mendengar itu, juga ikut tersenyum kecil,


" lalu, Apa kamu tidak ingin mencari pengganti Arya?" tanya Mbok Robiah dengan nada yang sangat hati-hati. karena tidak ingin membuat Lita menjadi salah menafsirkan.


Lita yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala." tidak mbok, Saya tidak ingin menikah lagi. lagi pula, saya sudah memiliki penghasilan dari toko kue." ucapnya Soraya tersenyum tipis.


Mbok Robiah yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. bukan maksud Mbok Robiah untuk menyinggung perasaan Lita. Namun, wanita paruh baya itu hanya tidak ingin Lita semakin dikucilkan oleh orang-orang sekitar.


Karena wanita paruh baya itu sudah sangat menyayangi Lita dan anaknya seperti keluarganya sendiri. jadi tidak ingin, membuat Lita merasa kesusahan baik fisik dan hatinya.


Apalagi kehidupan janda di desa itu lumayan terbilang keras. karena mereka, masih menganggap tabu status yang satu itu. dan terkadang, ada yang beberapa memandangnya dengan rendah. Padahal, Tidak ada manusia di dunia ini yang ingin menjadi status seperti Lita.

__ADS_1


" Mbok tidak usah khawatir. aku bisa menjaga diri sendiri. lagi pula, aku sudah Mandiri. dan bisa mencari rezeki sendiri. asalkan halal, aku tidak masalah Mendapatkan berapapun." ucapnya Soraya kembali bermain dengan Putri semata wayangnya itu.


Mbok Robiah yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, ikut berbaur dengan pasangan ibu dan anak itu. Mereka, tampak sekali sangat bahagia. Walaupun tidak mempunyai pijakan untuk bersandar. Namun, Lita sangat yakin, Hanya Allah lah satu-satunya sandaran saat manusia Tengah merasa kesulitan.


****


Beberapa tahun kemudian,...


Toko kue yang dikelola oleh Lita, semakin hari semakin ramai. Namun demikian, pandangan para Tetangga, Semakin Hari Semakin menjadi. Apalagi wanita paruh baya yang menjadi provokator itu. semakin lama, Semakin menjadi.


Dia terkadang mempengaruhi para pembeli dari luar desa untuk tidak membeli kue yang ada di toko kue milik Lita. ada yang terpengaruh, namun ada juga yang tidak. dan itu membuat Lita, semakin merasa geram.


" jangan pernah menebarkan fitnah!" ucap Lita Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah kerumunan ibu-ibu yang kini tengah menatapnya itu.


Lita yang mendengar itu, segera mengarahkan ponselnya ke arah kerumunan para ibu-ibu itu. hingga membuat mereka seketika terdiam dengan ekspresi wajah merah padam karena menahan malu.


" dengar ibu Rahmi yang terhormat, saya tidak pernah sekalipun mengganggu Anda. Jangan pernah meremehkan orang yang selalu diam. karena jika sudah marah, hanya penyesalan yang akan anda dapat!" ucapnya penuh dengan penekanan.


Kemudian, melangkahkan kakinya untuk segera masuk ke dalam rumah. Iya Lita sempat mendengar, para kerumunan ibu-ibu itu Tengah menggunjingkan dirinya. dan dengan bangganya, Ibu Rahmi berkata, bahwa dia sudah berhasil untuk meracuni pikiran para pembeli yang akan mampir ke toko milik Lita.


Tentu Saja, Hal itu membuat emosi Lita semakin memuncak. dan terjadilah aksi pelabrakan itu. Jangan dipikir kita akan merasa takut dengan mereka. sama sekali tidak akan pernah takut. Apalagi saat dirinya merasa tidak pernah melakukan kesalahan apapun.


" Kenapa wajahmu kusut begitu Lita?" ucap Mbok Robiah yang baru saja keluar dari kamar Gracia.

__ADS_1


" kesel aja Mbok. Ternyata orang yang memprovokasi itu adalah tetangga sendiri." ucapnya mendengus kesal.


" ibu, jangan marah-marah!" ucap seorang gadis kecil yang datang menghampirinya. Membuat Lita yang mendengarnya, seketika menoleh dan tersenyum tipis.


" Ibu nggak marah-marah kok Sayang. Lagi pula, marah-marah itu kan tidak baik bagi kesehatan." ucapnya tersenyum tipis.


Kemudian, berjongkok di hadapan gadis kecil berusia 5 tahun itu." waktu tepat sekali berlalu ya, sekarang anak Ibu udah besar. Besok udah mau sekolah nih," ucapnya Seraya mengusap kepala Gracia dengan lembut.


Sementara bocah kecil itu, malah menundukkan kepala. ada guratan kesedihan di wajah mungilnya. tentu saja, hal itu membuat berita yang melihatnya, merasa sedikit cemas.


" Kamu kenapa sayang, Kok sedih gitu mukanya?" tanya Lita Seraya mengangkat dagu gadis kecil itu.


Namun sayangnya, Gracia menggelengkan kepala. Pertanda bahwa gadis itu, tidak ingin menceritakan semuanya pada orang lain. dan itu membuat Lita, seketika menghela nafas panjang.


" Ya sudah kalau begitu, kalau kamu tidak mau berbicara, tidak apa-apa. Sekarang, kita masuk ke dalam ya, kebetulan Ibu masak makanan kesukaan kamu." ucapnya Seraya menarik tangan mungil putrinya itu.


Seketika itu pula, wajahnya yang Sendu dan sedih, berubah menjadi berbinar-binar. karena mendengar perkataan makanan kesukaan.


" ayo bu kita makan." ucapnya penuh dengan semangat. dan dengan segera, menarik tangan Ibu serta neneknya untuk masuk ke dalam rumah.


Sementara Pelita dan Mbok Robiah, yang melihat itu seketika, Saling pandang. Kemudian sama-sama tersenyum." Lihatlah anakmu. sangat menggemaskan bukan, jangan pernah menyerah dalam kehidupan ini. biarkan mereka berkata apa saja. yang penting, kita tidak melakukan hal itu." ucap Mbok Robiah.


Lita yang mendengar itu, menganggukkan kepala. Seraya tersenyum kecil." Terima kasih ya Mbok, sudah mau menemani Lita sampai sekarang." ucapnya tersenyum tipis.

__ADS_1


" harusnya, Mbok yang berterima kasih. Karena Lita, sudah mau, menerima kehadiran wanita tak berdaya seperti Mbok Robiah ini." ucap wanita itu Seraya mengusap punggung Lita.


__ADS_2