(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Mulai terbiasa


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian,...


kini usia baby Gracia, sudah menginjak usia 1 tahun. Bayi menggemaskan itu, tumbuh menjadi anak yang sangat cantik dan juga ceria. Walaupun, di dalam keluarga ini hanya hidup berdua saja.


Karena Arya, sama sekali sudah tidak pernah datang ataupun menjenguk anaknya. entah apa penyebabnya. yang jelas, Lita mulai terbiasa dengan semua yang terjadi dalam kehidupan ini.


Mbok Robiah juga, kini ikut bersama dengan Lita. Karena rumah wanita paruh baya itu, ternyata diam-diam sudah dijual oleh anaknya yang berprofesi sebagai dokter yang bertugas di luar kota.


Sehingga wanita paruh baya itu, hampir saja menjadi gelandangan. jika tidak ditolong oleh Lita. dan semenjak hari itu, Lita sudah menganggap Mbok Robiah sebagai ibu kandungnya sendiri.


" nyonya, Apakah anda ingin membeli toko roti yang berada di seberang sana?" tanya Mbok Robiah Seraya berjalan menghampiri Lita yang sedang membaca buku di ruang tamu.


"hmmm, jadi mbok. Lagi pula, saya kan harus menggaji Mbok Robiah kan?" tanya Lita Seraya menatap ke arah wanita paruh baya itu dengan senyuman kecil di bibirnya.


Mbok Robiah yang mendengar itu, seketika langsung merubah wajahnya menjadi sedikit Ketus. karena wanita paruh baya itu, merasa tidak suka jika Lita masih menganggapnya sebagai orang yang harus digaji di rumah ini.


" nyonya, kan sudah saya bilang. Nyonya tidak perlu mengganti saya. Saya mendapatkan tempat tinggal saja sudah bersyukur sekali." ucapnya segera duduk di samping wanita cantik itu.


" nggak bisa gitu dong mbok, Mbok kan sudah membantu saya dalam mengurus Gracia. Apalagi, Mbok yang merawat Gracia dulu saat aku sedang dalam keadaan terpuruk. Jadi, Mbok harus terima uang itu. oke," ucapnya Seraya mengangkat tangannya.


Mbok Robiah yang mendengar itu, hanya dapat menghela nafas panjang. Karena, Lita ini termasuk wanita yang sangat bersikeras. dan harus dipenuhi Jika menginginkan sesuatu.


" ya sudah, terserah Nyonya saja. yang jelas, saya membantu Anda dengan keikhlasan hati saya." ujarnya Seraya mengusap kepala Lita.


Mendengar hal itu, Lita hanya tersenyum saja. Kemudian, kembali membuka buku-buku yang tengah Ia pegang.

__ADS_1


Mencari referensi resep baru untuk membuat kue yang akan dia jual di toko nanti. Karena memang, tokoh yang akan ia beli itu, berada di jalan besar. Otomatis, akan banyak sekali kendaraan-kendaraan yang lalu lalang.


Berharap, jika dirinya membuka toko kue di tempat itu, maka akan menambah penghasilannya. toh sekarang, dirinya sudah tidak mendapatkan uang. Karena Arya sama sekali tidak pernah memberikan nafkah lagi untuk anaknya.


Tentu saja, Hal itu membuat kita harus ekstra keras untuk bekerja. agar dapat memenuhi asupan gizi dan juga semua kebutuhan yang diperlukan oleh Putri cantiknya itu. Karena, Lita tidak ingin, kesengsaraan menyelimuti kehidupan anaknya kelak. Sehingga sebisa mungkin, Lita akan bekerja dengan giat agar Gracia mendapatkan kehidupan yang tercukupi.


Tok tok tok


Tiba-tiba saja, terdengar suara ketukan pintu dari arah depan. dan dengan segera, Mbok Robiah berjalan untuk membukakan pintu itu.


" nyonya, ini ada paket. Apakah sudah di bayar atau belum?" tanya wanita paruh baya itu Seraya membawa kardus yang lumayan besar ke hadapan wanita cantik itu.


" sudah mbok, Sudah saya bayar lewat aplikasi." Mbok Robiah yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala.


Kemudian, mereka berdua segera menuju ke arah dapur. dan mencoba untuk membuat kue dari resep-resep yang ada di buku itu.


Sementara Mbok Robiah mulai memanaskan beberapa alat yang akan digunakan untuk mengukus dan membuat kue-kue itu.


" Iya Nyonya siap." ucapnya dengan memperagakan orang yang sedang melakukan penghormatan.


Tentu saja hal itu membuat Lita yang mendengarnya, seketika terkekeh pelan. dan akhirnya, mereka berdua segera melaksanakan tugasnya masing-masing. dan tiba-tiba saja,...


"Ma Ma,..." terdengar suara seorang anak yang tengah memanggil namanya. tentu saja, Hal itu membuat Lita seketika menoleh. dan mendapati, Gracia tengah berjalan tertatih-tatih menghampirinya.


Tentu saja, Hal itu membuat Lita segera menghentikan pekerjaannya itu. dan dengan segera, langsung menggendong dan membawanya ke sebuah ruangan permainannya tidak jauh dari sana.

__ADS_1


" sekarang, Gracia di sini dulu ya, Ibu mau buat kue. Nanti kalau kuenya sudah jadi, Gracia akan Ibu kasih. oke," ucap Lita kepada bayi cantik itu.


Entah kebetulan atau tidak, bayi mungil itu mengangguk-nganggukkan kepala Seraya sesekali tertawa lebar. tentu saja, Hal itu membuat Lita yang melihatnya, merasa sangat takjub.


" Duh, pinter banget sih anak ibu." ujarnya Seraya mengusap kepala bayi mungil itu. dan dengan segera, langsung melanjutkan aktivitasnya.


Seraya sesekali, menoleh ke arah putrinya berada. Begitupun dengan mbok Robiah. Wanita paruh baya itu, sesekali juga ikut menoleh ke arah belakang. Memastikan, jika anak itu baik-baik saja.


***


Setelah hampir 15 menit, akhirnya kue yang pertama kali dibuat oleh Lita dan Mbok Robiah, sudah jadi. dan dengan segera, mereka membawanya ke tempat di mana Gracia berada.


" Nah, sekarang, kita coba sama-sama. Kalau enak, kita mulai jualan besok." ucap Lita Soraya tersenyum tipis.


Mbok Robiah yang mendengar itu, seketika mendongak dan menatap Lita dengan tatapan serius." Maaf nyonya, lebih baik, nggak usah besok. kita buka usahanya hari Senin aja. karena sepertinya, hari itu adalah hari yang sangat baik." ucap wanita paruh baya itu mencoba untuk menasehati majikannya itu.


" Baiklah kalau begitu, aku nurut sama Mbok Robiah saja. Lagipula, aku kan memang bukan warga sini. jadi tidak tahu Apa pantangan dan yang diperbolehkan di sini." ucap Lita Seraya tersenyum kecil.


Mbok Robiah yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, mereka berdua mulai menikmati kue yang baru saja matang itu.


"emmm, enak sekali makanan ini." ucap Mbok Robiah Seraya beberapa kali memasukkan kue itu ke dalam mulutnya.


Lita yang mendengar ucapan dari wanita paruh baya itu, seketika tersenyum kecil. dan dengan segera, ikut memasukkan kue itu ke dalam mulutnya.


" Alhamdulillah, Akhirnya aku bisa membuat kue yang menurutku enak." ucapnya Seraya memejamkan mata.

__ADS_1


Karena memang, Lita Belumlah bisa memasak. Sehingga, wanita cantik itu memutuskan untuk memanggil Mbok Robiah sebagai juru masak dan sebagai baby sitter anaknya. dan sekarang, Setelah beberapa lama, akhirnya dirinya bisa membuat makanan dari tangannya sendiri.


" fix Ini enak sekali. Besok-besok, kita akan membuat lebih banyak lagi kue-kue seperti ini. atau kalau bisa, buat kue pelangi atau rainbow cake." ucap Lita penuh dengan semangat. dan langsung dijawab anggukan oleh Mbok Robiah.


__ADS_2