(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Sadar?


__ADS_3

Lita kini sudah berada di depan rumah. dan dengan segera, langsung merebahkan badannya di kasur empuk rumah yang masih, menjadi rumah atas nama suaminya itu.


Saat dirinya menoleh ke arah samping, tiba tiba saja, perasaannya menjadi sangat kacau. itu karena Lita mulai mengenang sosok anaknya. yang kini telah jauh darinya.


Momen yang seharusnya menjadi momen emas bagi Lita di 1000 hari kehidupan pertama baby Gracia. namun, semuanya harus menjadi seperti ini. Akibat dari kesalahan yang tidak disengaja.


Sadar?


Entahlah. namun, yang jelas, perasaan Lita saat ini, merasa sangat tidak enak. dan ingatannya, selalu terbayang dengan wajah mungil dan cantik milik anaknya.


" apa aku harus mengambil anakku kembali, tapi bagaimana jika penyakit mentalku kembali kambuh?" tanya Lita pada dirinya sendiri.


Yap. Lita telah memeriksakan kondisi tubuhnya ke dokter ahli di kota Surabaya. Sengaja, wanita cantik itu memilih Rumah Sakit ternama di kota besar. selain karena fasilitas yang memakai, juga Karena perjalanannya yang lumayan dapat membuat otak refresh. dan dokter di sana bilang, jika Lita mengidap penyakit mental yang disebut sebagai bipolar.


Bipolar adalah Suatu gangguan yang berhubungan dengan perubahan suasana hati mulai dari posisi terendah depresif/tertekan ke tertinggi/manik.


Penyebab pasti gangguan bipolar tidak diketahui, namun kombinasi genetika, lingkungan, serta struktur dan senyawa kimia pada otak yang berubah mungkin berperan atas terjadinya gangguan.


Untuk itulah, Lita memutuskan agar baby Gracia sementara waktu, diasuh dan dirawat oleh Mbok Robiah. yang merupakan pengasuh baby Gracia dan juga asisten rumah tangga di rumah Lita.


"sial! Kenapa aku tidak bisa menahan rasa rinduku terhadap bayi itu sih!" gerutunya Seraya sesekali memukul-mukul kasur ranjangnya.


Kemudian, dengan segera wanita cantik itu bangkit dari posisi tidurannya. Dengan mengayun-ayunkan kakinya di tepian ranjang, wanita itu berpikir bagaimana cara mengatasi ini semua. dan bagaimana cara agar keluar dari masalah ini.


Apalagi, Lita mengalami baby blues di samping penyakit bipolarnya. dan itu semakin membuat wanita cantik itu merasa kebingungan.

__ADS_1


" Aku harus apa,?" tanya Lita pada dirinya sendiri. Sejenak, wanita cantik itu terdiam karena tengah memikirkan sesuatu. dan setelah lama berpikir, akhirnya Lita memutuskan untuk menghubungi seseorang.


" halo, Apa kamu bisa datang ke rumah?" tanya Lita sesaat setelah panggilan telepon itu tersambung.


" siapa ini, Lita kan?" tanya seorang laki-laki dari seberang sana. Karena merasa terkejut dengan tiba-tiba, Lita menghubunginya.


" Iya ini aku. Kenapa, kok kayak terkejut gitu?" ucap Lita balik bertanya.


Terdengar laki-laki di seberang sana, malah tertawa saat mendengar pertanyaan dari wanita cantik itu." Ya jelas lah aku ketawa. kita itu udah jarang sekali bertemu. tapi tiba-tiba saja, kamu datang Dan menghubungiku seperti ini? ya pasti aku kaget lah" Ucap orang itu yang masih dengan tawa yang sangat menggelegar.


Lita yang mendengar itu, seketika hanya tersenyum tipis. merasa konyol dengan apa yang baru saja ia tanyakan."euum, kita bisa ketemu nggak?" tanyanya kepada inti permasalahan.


" boleh, ketemu di mana?" tanya orang itu dengan nada yang sedikit antusias. tentu saja hal itu membuat Lita yang mendengarnya, merasa sangat terkejut.


" di kedai mie ayam di kota Bojonegoro." Ucap orang itu dengan nada yang sangat antusias. tentu saja, hal itu langsung disetujui oleh Lita.


Namun, Lita mencoba untuk tidak peduli. Karena waktunya, terlalu berharga jika hanya digunakan untuk mengurusi ataupun meladeni tetangga-tetangga yang tidak penting seperti mereka itu.


" mau ke mana lagi kamu Lita, baru saja pulang, kok sudah mau pergi lagi?" Nah kan, apa yang dia pikirkan, ternyata tepat sasaran.


Para wanita paruh baya itu, masih berkumpul di depan rumah Ibu Rahmi. wanita paling julid di desa itu. Lita yang mendengar pertanyaan dari salah seorang di antara mereka, hanya membuang nafas secara kasar.


Untungnya, tak berselang lama, taksi yang dipesan, telah sampai di depan rumahnya. dan dengan segera, wanita itu masuk dan memerintahkan sopir taksi agar segera melesatkan kendaraannya.


" dasar wanita jal*ng" teriak Rahmi dengan suara yang sangat menggelegar. Setelahnya, disusun tawa dari yang lain.

__ADS_1


Tangan Lita, seketika mengepal dengan kuat. saat wanita itu, mendengar hinaan demi hinaan keluar dari mulut mereka." Dasar tidak berguna!" geramnya.


Andai saja, dirinya tidak berada di desa orang, sudah dapat dipastikan, Lita pasti akan langsung baku hantam dengan para tetangga julid itu. Sayangnya, wanita itu harus menahan sekuat tenaga. Karena, memang dirinya di sini hanya tamu. Karena Lita ternyata mendaftarkan kependudukannya di desa itu.


****


" Terima kasih Pak." ucap Lita Seraya menyerahkan selembar uang berwarna biru kepada sopir taksi itu. dan setelahnya, melenggang meninggalkan tempat itu.


" Lita, sini!" teriak seorang dari arah dalam kedai mie ayam itu. Segera, wanita cantik itu Mengembangkan senyuman. saat mengetahui, orang yang dia cari, telah berada di dalam sana.


" Andri, kamu sudah berada di sini? Sejak kapan?" tanya Lita saat mereka sudah berhadap-hadapan.


Laki-laki yang bernama Andri itu, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, dengan segera duduk dengan posisi, berhadapan.


Sejujurnya, wanita itu merasa sedikit was-was. Karena dirinya adalah seseorang yang baru saja ditinggalkan oleh seorang laki-laki. dia berpikir, Apa pantas dirinya menemui laki-laki lain, namun, seketika itu pula ingatan jahatnya, kembali bekerja.


" Halah kamu kan sudah tidak ada hubungan lagi dengan Arya. ya Otomatis, kamu single." begitulah kira-kira ungkapan dari sisi gelap Lita.


" Lita, kok malah melamun, mikirin apa?" tanya laki-laki itu Seraya menepuk pundaknya. Seketika, Hal itu membuat Lita tersentak kaget.


" ah Andri, tidak ada apa-apa." ucapnya tersenyum hambar.


" yakin kamu nggak papa?" tanya Andri untuk memastikan. Seketika itu pula, raut wajah Lita berubah total.


" sebenarnya,..." Lita mulai menceritakan semua yang ia alami. dari awal hingga akhir. karena memang, Wanita itu sudah tidak tahu lagi harus bercerita kepada siapa.

__ADS_1


Jika kalian berkata, Mengapa tidak bercerita kepada sang pencipta saja? Mengapa harus dengan manusia? Bukankah manusia itu tempatnya khilaf?


Ya, memang kalian benar. jika seharusnya, orang yang sedang mengalami kesusahan hati, harus bercerita pada sang pencipta. Namun, Sepertinya itu berbeda jika orang itu sudah mengalami gangguan mental. karena mereka, juga ingin didengar dan diberi saran oleh sesama makhluk hidup. salah satunya adalah teman akrab.


__ADS_2