
Beberapa hari kemudian, kondisi Lita sudah lebih membaik dari sebelumnya. dan wanita cantik itu, juga sering ikut dalam ceramah ceramah rohani yang diadakan oleh ketua RT setempat. dan selama itu pula, ibu-ibu rempong dan julid, selalu saja menggunjing Lita dan berusaha untuk membuat hidup wanita itu terpuruk.
Tentu saja, itu tidak lepas dari campur tangan wanita paruh baya. yang sejak awal, membenci kehadiran Lita di desa itu.
Siapa lagi orangnya jika bukan Bu Rahmi. entah apa yang di lakukan oleh Lita, sehingga menimbulkan kebencian yang teramat sangat di dalam hati wanita paruh baya itu. Namun demikian, Lita tak pernah ambil pusing tentang semua itu.
Prinsipnya adalah, jika orang itu tidak mengganggunya, maka kita tidak akan pernah mengganggu orang itu. Namun, tetap berlaku jika orang itu mengusik hidupnya. maka Lita langsung akan menghadapinya. tidak peduli, tua atau muda. yang jelas prinsipnya adalah, tak ada orang yang mengganggunya maka akan langsung dicari sampai ke akar-akarnya.
" Eh mbak Lita, ikut pengajian juga ya, saya kira orang seperti ini, tidak akan pernah ikut pengajian. karena hatinya sudah tertutup oleh hawa nafsu." ucap ibu-ibu itu dengan nada yang sangat sinis dan juga ucapan yang mengusik hatinya.
Lita yang mendengarnya, sejenak terdiam. mencerna semua kata-kata yang keluar dari mulut wanita paruh baya yang ada di hadapannya itu.
" maaf, maksud ibu apa ya, Kenapa Ibu berkata seperti itu?" tanya Lita dengan ekspresi wajah kebingungan.
Karena memang wanita itu, tidak mengerti tentang apa yang dibicarakan oleh wanita paruh baya yang ada di hadapannya itu.
" halah mbak-mbak, Mbok ya, ngaku saja," ucap wanita paruh baya itu Semakin menjadi. tentu saja, otak kecil Lita, seketika bekerja dengan kuat dan keras. guna mencerna ucapan demi ucapan yang dilontarkan oleh wanita yang ada di hadapannya itu.
" maksud ibu itu apa sih, Kenapa menyindir saya seperti itu, memang saya merugikan ibu?" tanya Lita yang seakan terkikis kesabarannya.
Wanita cantik itu, seakan melewati emosinya itu dengan penuh perjuangan. jangan sampai, dirinya mengamuk di tempat seperti ini. Bisa-bisa, saat itu juga, Lita akan langsung Segera diusir dari kampung itu.
__ADS_1
" Mbaknya pengganggu rumah tangga orang kan,?" tanya si wanita paruh baya itu, dengan nada yang sangat sinis dan juga terlihat sangat sadis.
" Astagfirullah!" dengan segera, Lita langsung beristighfar. saat mendengar ibu itu, mengucapkan hal yang selama ini tidak pernah ia lakukan.
Ya, bisa dibilang seperti itu. karena Lita menikah dengan Arya itu, tanpa mengetahui jati diri laki-laki yang kini telah menjadi mantannya itu.
" Halah sok-sokan istighfar segala. padahal mah doyan." Cibirnya Seraya melangkahkan kaki untuk keluar dari dalam masjid.
Lita yang mendengar ucapan dari wanita paruhnya itu, seketika mulutnya ternganga lebar. dirinya tidak habis pikir. Mengapa ada manusia seperti ini. manusia yang dengan entengnya, menghakimi manusia lain. Seakan-akan, manusia itu sudah akan masuk ke dalam kebahagiaan yang amat kekal. yaitu surganya sang pencipta.
" loh mbak Lita kok ada di sini, Kenapa nggak masuk aja Mbak?" tanya seseorang dari arah belakang. yang membuat, wanita cantik itu, seketika menoleh ke arah sumber suara.
Dan mendapati, Pak RT dan Pak Kades yang tengah berbincang-bincang di tengah-tengah pintu masuk masjid itu.
Lita yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, berjalan memasuki masjid yang terbilang sangat besar itu. dan di sana, wanita cantik itu duduk di dekat jendela. selain karena berdekatan dengan ventilasi udara, Lita juga tidak ingin bergabung dengan para ibu-ibu yang pastinya akan langsung mengomentari hidupnya.
Namun, ternyata dugaannya salah. walaupun Lita sudah menjaga jarak dengan para ibu-ibu rempong itu, mereka tetap saja menggunjing dan membicarakan dirinya dengan begitu entengnya.
" eh Bu Rahmi, Bukankah itu Lita, untuk apa dia di sana? atau jangan-jangan, dia ingin mencari mangsa baru, Karena sekarang, Dia kan sudah ditinggalkan oleh laki-laki yang dia katakan sebagai suaminya itu?" tanya salah seorang ibu-ibu dengan suara yang sedikit keras.
Hingga Lita dapat mendengar dengan sangat jelas. tak terasa, tangan wanita itu ter kepal dengan sangat kuat. dadanya naik turun. seiring dengan nafas yang memburu. ingin sekali, dirinya langsung merobek-robek mulut para wanita-wanita yang merasa sok suci itu.
__ADS_1
Namun wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa. Karena, selain ini tempat umum, Lita juga tidak ingin disuruh pindah oleh perangkat-perangkat desa. karena memang, berkas-berkasnya belum lengkap akibat kendala dari si laki-laki duren *** yang tak lain adalah Arya.
" astaghfirullahaladzim!" ucapnya dengan mengusap-ngusap wajah dan juga dadanya. untuk menetralisir amarah yang sedang meluap-luap di dalam hatinya itu.
" ya Allah, Tolong Kuatkan Aku dengan semua cobaan yang kau berikan." ucapnya serayan memejamkan mata.
Sepanjang acara pengajian itu, nafas Lita seringkali memburu karena mendengar gunjingan-gunjingan yang dilontarkan oleh Bu Rahmi yang lainnya. Setelah merasa tidak sanggup lagi, akhirnya wanita cantik itu memutuskan untuk mengakhiri semuanya.
Dirinya mencoba untuk segera pulang ke rumahnya. lagi pula, Gracia di rumah hanya bersama mbok Robiah. wanita cantik itu merasa takut jika hanya meninggalkan anaknya dengan orang lain. ya walaupun, Mbok Robiah sudah terbukti amanah dalam menjaganya.
Namun Mbok Robiah juga manusia biasa. yang mempunyai sisi lemah yang mudah sekali dimanfaatkan oleh hawa nafsunya sendiri. dan Lita tidak ingin, sesuatu hal terjadi pada anak semata wayangnya itu.
" Assalamualaikum!" ucap Lita. saat wanita itu, telah berada di depan rumahnya. dan dengan segera, Lita masuk ke dalam rumah. di saat mbok Robiah, sudah membukakan pintu.
" loh nyonya kok sudah pulang, Bukankah acaranya masih lama?" tanya wanita paruh baya itu dengan ekspresi wajah kebingungan.
" Gracia Di mana mbok?" Lita tak menjawab pertanyaan dari wanita paruh baya itu. Namun, Justru malah mengajukan Pertanyaan pada wanita paruh baya itu.
" dia ada di kamarnya nyonya, sudah tidur dari tadi." ucap Mbok Robiah, Seraya menunjuk ke arah kamarnya.
Lita yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, langsung menuju ke kamarnya.
__ADS_1
"aaarrrgghhhh!" setelah sampai di dalam kamar, wanita itu melampirkan semua yang ada di dalam hatinya dengan cara mengobrak-abrik isi kamarnya.
Karena memang dari tadi, Lita berjuang dan mencoba untuk menahan semua amarah yang ada di dalam hatinya. dan saat ini, telah Ia lampiaskan.