
Setelah kejadian peneroran itu, Lita dan keluarganya semakin merasa waspada. wanita cantik itu bahkan sekarang tidak pernah meninggalkan putrinya dalam keadaan sendiri. karena saat ini, Gracia sudah mulai sekolah lagi.
Ya walaupun, sekolahnya tidak sekeren dan sebagus sekolah yang lama, namun Lita merasa sangat bersyukur. karena anak itu, sudah bisa mulai dapat bergaul dengan satu sama lain.
Tidak seperti waktu bersekolah di sekolahan yang lama. karena di sekolahan ini, teman-temannya tidak ada yang menyinggung soal asal usulnya. ya walaupun itu adalah hal yang wajar. karena mereka masihlah sangat kecil untuk mengerti tentang dunia orang dewasa.
Lita sempat berpikir, apakah waktu Gracia bersekolah di tempat yang dulu, apakah teman-temannya sudah terkontaminasi dengan pemikiran orang tuanya? karena tidak bisa dipungkiri, teman-teman Gracia itu adalah anak-anak dari tetangga mereka yang tidak pernah menyukai keberadaan Lita dan keluarganya.
"sudahlah, lebih baik aku mau pikirkan hal yang lain saja."gumam wanita cantik itu Seraya beranjak dari duduknya.
Kemudian matanya melirik ke arah belakang yang terdapat jam dinding di sana. "sudah jam segini, lebih baik aku segera menjemput Gracia."ujar wanita cantik itu Seraya beranjak dari duduknya.
Dengan perlahan, melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari rumah itu. karena memang jarak di antara rumah dan juga sekolahan Gracia, tidaklah terlalu jauh.
Tak membutuhkan waktu lama, karena wanita cantik itu telah sampai di depan gerbang sekolah di mana anaknya menuntut ilmu.
"ibu!"Lita segera menoleh saat mendengar suara seorang anak kecil yang memanggilnya dari arah belakang. dan dengan Segera, Lita menolehkan tubuhnya ke arah sumber suara.
"halo sayang,"ucapan seseorang itu seketika membuat senyum Lita luntur begitu saja.
__ADS_1
Dengan gerakan yang sangat cepat, wanita cantik itu segera menarik Gracia untuk mendekat ke arahnya. saat dirinya tahu, siapa pemilik suara itu
"sayang apakah kamu tidak rindu dengan ayah,"ucap orang itu yang tak lain adalah Arya.
Gracia yang melihat itu segera bersembunyi di belakang tubuh ibunya. sementara Lita, melayangkan tatapan tajam ke arah laki-laki tak tahu diri itu.
"jangan pernah sentuh anakku!"ucapnya Seraya mengeram kesal.
Arya yang mendengar itu, seketika tersenyum miring."kau jangan lupa sayang, Gracia itu juga anakku!"ucapnya penuh dengan penekanan dan juga melayangkan tatapan tajam ke arah wanita cantik itu.
Seketika itu pula, Lita yang mendengar itu, segera terkekeh pelan. "kau jangan lupa Lita, dia juga anakku!"ucapnya dengan tatapan mata yang semakin tajam.
Membuat Lita yang mendengarnya, seketika tersenyum miring. membuat Arya yang melihatnya, sedikit merasa ketakutan. namun laki-laki tampan itu tidak ingin menunjukkan ketakutannya.
Hingga membuat sebagian orang-orang yang memang telah berada di sana, seketika menatap Lita dengan tatapan berbeda-beda.
"apa maksudmu? kau jangan pernah menuduhku sembarangan ya,"ucap laki-laki itu Seraya menampilkan ekspresi wajah merah padam.
"jangan berpura-pura tuan Arya Wiguna yang terhormat!"ujarnya penuh dengan penekanan. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk meninggalkan area sekolah itu.
__ADS_1
Sementara Arya, laki-laki itu menampilkan ekspresi wajah bingungnya. pertanda bahwa laki-laki itu, memang tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh Lita.
******
"Ibu aku takut,"ucap gadis kecil itu dengan tubuh yang gemetar. sontak saja hal itu membuat Lita yang merasakan tubuh putrinya, tersentak kaget.
Dengan tanpa basa-basi lagi, wanita cantik itu segera meraih tubuh putrinya dan langsung menggendongnya dengan sangat erat.
"sayang, apa kau baik-baik saja?"tanya Lita yang terlihat sangat panik. hanya beberapa meter lagi, wanita itu akan sampai ke rumahnya.
Namun langkahnya terhenti saat melihat ada sebuah mobil yang berhenti tidak jauh darinya. tentu saja membuat Lita yang melihat itu, merasa sedikit waspada.
Seketika itu pula, Lita menghela nafas dengan lega saat melihat siapa orang yang keluar dari mobil itu.
"Mario, untuk apa dia di sini?"tanya Lita dengan raut wajah kebingungan. karena di tempat yang sama dan juga waktu yang hampir bersamaan, wanita cantik itu dipertemukan dengan orang yang sebenarnya tidak ingin ia temui.
"Lita kenapa kau bengong?"tanya Mario Seraya melambaikan tangannya tepat di depan wajah wanita cantik itu.
"eh, euumm aku tidak apa-apa."ujar wanita cantik itu Seraya melangkahkan kakinya menuju rumah.
__ADS_1
Namun langkahnya terhenti, saat Mario tiba-tiba menyentuh tubuh Gracia. dan seketika itu pula, Mario menampilkan ekspresi wajah yang begitu terkejut.
"Lita, anakmu sakit!"ujar laki-laki itu Seraya menatap ke arah Lita.