(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Menyesal


__ADS_3

Malam harinya, Lita menangis sesenggukan di dalam kamarnya." a-pa ya-ng tel-ah aku lakukan?" ucapnya dengan nada yang bergetar hebat.


Dirinya tidak menyangka jika akan melakukan perbuatan yang di luar dugaan itu.


Dengan segera, segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar. dan menghampiri kamar putrinya yang telah tertutup rapat.


Memang, semenjak usia Gracia menginjak 3 tahun, Lita telah menerapkan pola hidup mandiri terhadap gadis kecil itu. Tujuannya, agar gadis kecil itu dapat terbiasa hidup mandiri dan tidak tergantung kepada orang-orang di sekitarnya.


Karena Lita tidak ingin, nasib anaknya seperti nasibnya dulu yang terlalu bergantung terhadap orang lain. hingga tak bisa bangun di atas kakinya sendiri. Sampai-sampai, dirinya harus menelan kekecewaan terhadap orang yang ia cintai karena terlalu bergantung padanya.


Tok tok tok


Lita mengetuk pintu kamar putrinya sebanyak tiga kali. Namun, terdengar suasana kamar itu sangat hening. seperti tidak ada kehidupan di dalamnya.


Lita menghela nafas panjang. Kemudian, wanita cantik itu Mbak bergegas untuk menuju ke meja kecil untuk mengambil kunci cadangan.


Ceklek


Lita melongokkan kepalanya, saat pintu kamar putrinya berhasil dibuka. Terlihat, di dalam kamar itu, sangatlah gelap. Menandakan, bahwa putrinya telah tertidur pulas dan terbang ke alam mimpi.

__ADS_1


Dengan langkah perlahan, Lita berjalan menghampiri ranjang empuk milik anaknya itu. Kemudian, dengan langkah perlahan pula, wanita cantik itu duduk di tepian ranjang.


" maafkan Ibu sayang, Ibu tidak sengaja melakukan hal itu sayang, hiks hiks hiks." ucap wanita itu Seraya menangis sesenggukan.


Sungguh, Lita sangat menyesali perbuatannya itu. dirinya tidak menyangka, bahwa hukuman ringan yang ia lakukan pada putrinya itu, Membekas seperti ini.


" ini pasti sakit banget ya,?" tanya Lita seorang diri dengan menyentuh bekas luka yang ada di tangan putrinya itu.


Lita, segera mendekatkan wajahnya menyentuh wajah mungil putrinya itu. Rasa Sesal, seketika menyeruak masuk ke dalam hati wanita itu. dan tak terasa, air mata wanita itu, mengalir deras hingga membuat tidur putrinya terganggu.


Membuat gadis kecil itu, seketika menggeliat karena merasa ada yang Mengusik tidur lelapnya. Menyadari putrinya akan terbangun, membuat Lita dengan segera langsung beranjak dari duduknya.


Wanita cantik itu, tidak ingin membuat putrinya terganggu dalam tidur indahnya. Maka dari itu, Lita segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar putrinya.


Lita segera duduk di kursi ruang keluarga Soraya sesekali, menangis sesenggukan. Hingga, wanita itu tidak menyadari kehadiran wanita paruh baya di sampingnya.


" Kamu kenapa Lita?" tanya Mbok Robiah yang telah duduk di sampingnya.


Hal itu membuat Lita, seketika menoleh dan menatap wanita paruh baya yang telah dianggap sebagai orang tuanya itu dengan wajah Sendu.

__ADS_1


" aku telah menyakiti putriku mbok," ucap wanita itu dengan air mata berderai membasahi pipinya.


" maksudnya, Coba ceritakan semuanya." pinta Mbok Robiah.


Dengan segera Lita menceritakan semuanya pada wanita paruh baya itu. dengan air mata yang masih menetes keluar dari mata indahnya.


" sungguh, Aku sangat menyesal." ucap Lita dengan semakin menundukkan kepala. karena merasa sangat bersalah telah menyakiti Putri kandungnya sendiri.


Mbok Robiah yang mendengar dan melihat penyesalan yang teramat sangat dari wanita yang telah Ia anggap sebagai anaknya sendiri itu, segera memeluknya dengan erat.


" Sudahlah Lita, Mbok yakin, semua akan baik-baik saja. dan Percayalah, Gracia pasti akan mengerti jika kau melakukan ini, untuk kebaikan dirinya juga." ucap Mbok Robiah mencoba untuk menenangkan wanita itu.


Lita yang mendengar ucapan dari Mbok Robiah, segera mengusap air matanya dan menganggukkan kepala.


" Besok aku akan ke sekolah, untuk mencari kebenarannya." ucap Lita dengan tatapan lurus ke depan.


Mengetahui jika putrinya melakukan kesalahan di sekolah, membuat Lita bertekad akan mencari tahu kebenarannya. Walaupun, semuanya sedikit terlambat. Karena, Lita sudah terlanjur menyakiti putrinya.


Seharusnya, dirinya menyelidiki semuanya terlebih dahulu sebelum memberikan hukuman pada putranya itu. Namun, nasi sudah menjadi bubur dan semua sudah terlambat. dan hanya penyesalan lah, yang saat ini ia rasakan.

__ADS_1


Nb : mampir yuk kak, di karya memukau milik teman author



__ADS_2