
Beberapa hari setelahnya, Lita dan juga Mario akhirnya memutuskan untuk segera menikah. dengan konsep yang sangat sederhana. tentu saja, hal itu mendapatkan tentangan dari kedua orang tua Mario. karena kedua manusia paruh baya itu, menginginkan pesta yang sangat meriah. bukan malah pesta sederhana seperti ini.q
"kenapa kalian memilih pesta yang sederhana seperti ini? apa kalian tidak mempunyai uang untuk membuat pesta yang lebih layak?"tanya ibu Mario saat mereka tengah berada di kediaman orang tua laki-laki itu.
"bukan begitu, Mario hanya ingin segera melindungi Lita dari seseorang,"ucap laki-laki itu pada akhirnya.
Tentu saja, mendengar perkataan dari Mario, membuat wanita paruh baya itu merasa sedikit terkejut.
"maksud kamu?"tanya wanita paruh baya itu Seraya menatap Mario dan juga Lita secara bergantian.
Mario segera menceritakan semuanya pada ibunya. membuat wanita paruh baya itu merasa sangat terkejut.
"baiklah kalau begitu, Ibu setuju dengan usulanmu. tapi nanti, bertanya harus yang meriah. karena ibu akan mengundang semua teman-teman ibu,"ujar wanita paruh baya itu caranya tersenyum lebar.
"baik Bu, jika kita sudah menjadi suami istri, kita janji akan langsung membuat pesta yang sangat meriah. yang terpenting sekarang, kita harus sah dulu secara agama dan juga negara,"ujar Mario pada sang ibu.
Akhirnya, mereka sepakat untuk mendatangi tempat yang mengurus pernikahan dan mereka segera melangsungkan pernikahan itu secara sederhana. Hanya memakai pakaian pengantin yaitu kebaya berwarna putih dan juga jas berwarna senada.
"selamat ya sayang, akhirnya kalian telah menjadi pasangan suami istri."ujar Ibu Mario Seraya memeluk menantunya dengan kasih sayang.
"terima kasih ya bu, Ibu telah mengizinkan putra ibu untuk menikah denganku. menikah dengan seorang janda beranak satu,"ujar Lita Seraya menundukkan kepala.
__ADS_1
"memangnya, apa yang salah dengan seorang janda, mereka juga sama-sama wanita sayang. dan Ibu tidak mempermasalahkan hal itu."ujar wanita paruh baya itu Seraya mengusap kepala Lita dengan gerakan lembut.
Tentu saja, hal itu membuat Lita merasa sangat bahagia. karena seumur hidupnya, baru kali ini dirinya mendapatkan limpahan kasih sayang dari seorang keluarga. maklum saja, Lita adalah seorang yatim piatu. wanita itu tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarga. dan saat menikah dengan Arya, dirinya juga tidak mendapatkan kasih sayang karena kedua orang tua Arya, tidak mengetahui pernikahan itu.
"kenapa menangis?"tanya wanita paruh baya itu Seraya mengusap air mata yang jatuh dari mata indah Lita.
"aku hanya terharu, karena kalian begitu menyayangiku. berbeda dengan,.."Lita tidak dapat melanjutkan kata-katanya.
Lidahnya terasa kelu begitu mengingat semua kenyataan pahit yang terjadi di dalam hidupnya.
"sttth jangan pernah mengingat-ingat sesuatu hal yang buruk. karena sekarang, kau sudah menjadi bagian dari keluarga ini."ucap Mario dengan senyuman tulusnya.
Sementara Gracia, gadis cantik itu juga tampak senang dengan pemandangan itu. saat ini, gadis kecil itu berada dalam gendongan laki-laki yang sudah menjadi kakeknya itu.
"sekarang, kita sudah menjadi keluarga yang utuh. dan Gracia tidak akan pernah merasa malu lagi karena mendapatkan ejekan dari teman-teman"ucap Mario Seraya mengangkat tubuh bocah itu.
Mereka tampak sekali berbahagia. dan hal itu membuat Lita merasa sangat terharu dengan jalan hidupnya saat ini. wanita itu, tidak pernah menyangka jika akan mendapatkan kebahagiaan secepat ini.
Dirinya beranggapan, akan terus jatuh ke dalam lubang masa lalu dan belenggu laki-laki itu. karena Arya, tidak pernah mengizinkan dirinya untuk hidup tenang.
"terima kasih ya Allah, akhirnya engkau mengabulkan semua doa-doaku."ujar wanita itu Seraya mengusap air matanya dengan ujung jari.
__ADS_1
******
Sementara itu, di lain tempat terlihat seorang laki laki tengah mengeram kesal. laki-laki itu tampak membanting semua barang-barang yang ada di dalam ruangan itu.
"sialan! kenapa aku bisa kecolongan seperti ini?!"teriak laki-laki itu dengan sangat lantang.
"aku harus bisa merebut dia kembali, karena dia akan selamanya menjadi milikku!"ucap Arya Seraya menggenggam sebuah foto kecil yang berada di tangannya.
Sungguh, Arya merasa tidak terima saat mendengar kabar pernikahan dari wanita yang ia cintai. dirinya beranggapan, jika Lita itu masih menjadi miliknya. dan tidak boleh dimiliki oleh orang lain.
"aku harus melakukan sesuatu, agar mereka kembali berpisah."ucap Arya Seraya melempar foto yang ada di tangannya. hingga membuat figura itu, seketika pecah.
Tak berselang lama, ponsel laki-laki itu kembali berdering. dan terdapat nama Cynthia di dalam sana.
"dasar wanita tak tahu diri!!" makinya. namun, masih tetap mengangkat panggilan dari wanita glamor itu.
"kau ada di mana?"tanya Cynthia dari seberang sana.
"aku ada di kantor, memangnya kenapa?"tanya Arya dengan nada sedikit malas.
"pulanglah! sebentar lagi, kita akan kedatangan tamu!"ucap Cynthia dari seberang sana.
__ADS_1
"baik!"ujar Arya Seraya bangkit dari duduknya. dan segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan itu.