
Beberapa hari setelah peristiwa itu, Lita semakin merasa ketakutan. wanita cantik itu, bahkan tidak mengizinkan putrinya untuk sekedar keluar rumah membeli jajan. karena menurutnya, Arya akan terus menghantui kehidupannya.
" Bu, kenapa sih aku nggak boleh keluar?" tanya Gracia yang mulai sedikit bosan dan jenuh dengan sikap ibunya itu.
Sementara Lita yang mendengar itu, seketika menghela nafas panjang. Sepertinya, Putri cantiknya itu melupakan sesuatu hal. Sesuatu, yang sempat membuat gadis kecil itu ketakutan Setengah Mati.
Namun, Lihatlah sekarang. gadis cantik dan menggemaskan itu sudah kembali ceria. Memang, begitulah sifat anak kecil. mudah sekali melupakan dan akan kembali seperti biasa.
" tidak apa-apa sayang, ibu kan ingin dekat-dekat dengan kamu. Emangnya nggak boleh?" tanya Lita Seraya Menoel hidung gadis itu. tidak mungkin juga, Lita harus mengutarakan semua yang ia pendam. Karena, dapat dipastikan gadis kecil itu akan kembali mengalami ketakutan.
" Ya sudah sekarang kamu mandi, terus nanti kita makan-makan. Kita bakar sosis saja di belakang rumah. gimana?" tanya Lita Seraya mengusap kepala Gracia dengan lembut.
__ADS_1
Gadis kecil itu menganggukkan kepala. dan dengan segera, melangkah untuk menuju ke kamar mandi yang memang berada di belakang rumah itu. saat gadis kecil itu melangkah, mata bulatnya tidak sengaja menangkap sesuatu. dan tanpa rasa takut, Gracia mendekati ke arah objek yang ia tuju.
"aa--" belum sempat, Gadis itu ingin berteriak, mulut mungilnya telah terlebih dahulu dibekap oleh tangan laki-laki itu.
"ssstt, Jangan berteriak Nanti ibu kamu dengar." ucap laki-laki itu Seraya menempelkan tangannya di depan bibir. membuat Gracia seketika terdiam.
Grep,..
Setelah puas memeluk tubuh mungil Gracia, laki-laki itu segera berlari meninggalkan gadis kecil itu. yang masih berdiri mematung di tempatnya.
Sesaat kemudian, Gracia baru tersadar. namun gadis kecil itu, kini tidak menangis. karena tidak ingin membuat ibunya khawatir. dan dengan segera, Gadis itu berlari ke kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Sementara dari kejauhan, Arya menyungkinkan senyuman tipis. karena dapat bertemu dengan Putri kecilnya dan memeluknya. dia yakin, di pertemuan selanjutnya, Gracia tidak akan merasa takut lagi. Karena, walaupun gadis kecil itu tidak mengetahui kalau dia adalah Ayah kandungnya, namun Arya yakin, ikatan batin di antara mereka akan terjalin kuat. sehingga tidak akan pernah tergoyahkan oleh apapun.
****
Setelah selesai mandi, Gracia langsung menghampiri ibunya yang tengah mengupas buah dan juga membuka nugget dan juga bakso ikan yang akan mereka gunakan untuk acara bakar-bakar di belakang rumah itu.
" sayang, kamu kenapa? kok seperti Murung gitu?" tanya Lita yang menyadari, jika ekspresi wajah putrinya itu, tampak berbeda.
Mendengar penuturan dari ibunya, membuat Gracia seketika menggelengkan kepala. dan merubah ekspresi wajahnya menjadi sangat ceria.
"Cia, Nggak kenapa-napa kok Bu, Memangnya Cia kenapa?" gadis kecil itu balik bertanya kepada ibunya.
__ADS_1
Lita yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, mereka mulai melakukan acara masak-masak di belakang rumah. dengan ibu dan juga neneknya. Terlihat, bahwa Gracia sangatlah bahagia dengan acara sederhana ini. dan itu membuat Lita, semakin merasa bersyukur.