
Beberapa waktu berlalu, Lita mulai menjual kue seperti biasanya. dan semakin hari, kue yang dijual Lita semakin laku di pasaran. tentu saja itu membuat wanita cantik itu merasa sangat senang dan bahagia.
Akhirnya dirinya bisa membuktikan pada orang-orang yang pernah meremehkannya jika Lita bisa berdiri di atas kakinya sendiri.
"Gracia seneng, akhirnya kita bisa beli rumah baru yang lebih besar dari yang sebelumnya,"ucap bocah kecil berusia 5 setengah tahun itu.
membuat Lita yang mendengar itu, seketika tersenyum senang dan dengan segera, memeluk tubuh Putri kecilnya itu. Memang, Gracia tidak seperti bocah berusia 5 tahun.
pemikiran gadis kecil itu sudah seperti orang dewasa. mungkin karena keadaan yang terlalu keras hingga membuat pemikiran gadis kecil itu tak seperti sewajarnya.
"iya sayang Ibu juga senang kok,"ucap Lita Seraya mengusap rambut gadis kecil itu.
Memang beberapa hari ini, Gracia sedikit berubah. menjadi sedikit pendiam jika bersama dengan ibu dan neneknya. dan itu membuat Lita, merasa sangat risau.
beberapa upaya, telah Lita kerahkan untuk membuat gadis kecilnya itu ceria kembali. bahkan, kata miss Agatha Gracia semakin menjadi anak pendiam jika sedang berada di lingkungan sekolah. tentu saja hal itu semakin membuat kita merasa sangat ketakutan dan juga merasa bersalah.
"Ibu kenapa diam?"pertanyaan Gracia, membuat Lita ketika tersadar. dengan segera, menggelengkan kepalanya.
"Gracia mau di rumah aja atau ikut ibu?"tanya Lita saat mereka telah sama-sama terdiam cukup lama.
Gracia yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala."Cia nggak mau ikut takut ketemu sama tante jahat itu lagi,"ucapnya memanyungkan bibir.
Membuat Lita yang mendengar itu seketika tersenyum manis Seraya mencubit kedua pipi gembul gadis kecil itu. mungkin bisa saja, bibir Lita tersenyum manis. namun, tidak dengan hatinya. hati wanita cantik itu saat ini menangis saat mendengar ucapan dari gadis kecilnya itu.
__ADS_1
Dengan segera, Lita memeluk Putri kecilnya itu Seraya tangannya mengusap punggung Gracia.
"maafkan Ibu ya sayang, semua ini memang gara-gara Ibu," ucapnya Seraya menitikan air mata.
Membuat Gracia, dengan segera menggelengkan kepala."enggak Ibu* ini bukan salah Ibu kok. ini salah ayah,"ucapnya dengan tatapan mata yang memancarkan kebencian yang sangat dalam.
Lita yang mendengar itu, bergantian yang menggelengkan kepala."tidak sayang, jangan bicara seperti itu, bagaimanapun juga, dia tetap ayahmu kok"ucap Lita memberikan nasehat kepada putri kecilnya itu.
Terlihat, Gracia segera menghela nafas panjang saat mendengar ucapan dari ibunya itu.
"udah ah nggak usah manyun gitu, nanti jelek lo,"ujar Lita Seraya tersenyum menggoda putrinya.
Gracia yang mendengar itu, ketika melakukan kepala.
Hingga membuat Lita seketika terkekeh pelan. "baiklah princess-nya ibu, apa yang diminta, akan segera terlaksana."ujarnya Seraya tersenyum tipis.
Akhirnya, Lita membawa Putri kecilnya itu ke restoran yang berada tidak jauh dari toko kue miliknya itu.
"Ibu, nanti aku mau es beouba sama martabak manisnya ya,"ujar gadis kecil itu dengan raut wajah yang sangat manja dan juga menggemaskan. hal itu sukses membuat Lita kembali terkekeh.
"iya sayang iya, apa yang kamu minta pasti ibu akan kasih. selagi itu Ibu mampu memberikannya.
Terlihat di sepanjang perjalanan, Gracia begitu sangat antusias dan juga sesekali tersenyum tipis.
__ADS_1
"tersenyumlah terus sayang, jangan biarkan mereka menghilangkan keceriaan dalam dirimu."ujar Lita dalam hati dengan tatapan yang sangat sendu.
Tak lama berselang, pasangan anak dan ibu itu Akhirnya sampai juga di tempat tujuan. yaitu sebuah cafe sederhana.
"asik, ayo bu kita turun,"ujar gadis kecil itu dengan raut wajah yang sangat berbinar-binar.
Lita yang mendengar itu, seketika tersenyum dan segera menggenggam tangan gadis kecil itu. dan mereka berdua masuk ke dalam restoran itu. tiba-tiba saja,...
brugh.
terlihat Gracia menabrak seseorang yang berada di dalam Cafe itu.
"aduh,"ucap orang itu mengaduh. membuat Gracia dan Lita seketika melangkah mundur.
"maaf tante, Cia nggak sengaja,"ucap gadis kecil itu Seraya bersembunyi di balik tubuh sang ibu.
Seketika orang yang ditabrak oleh Gracia itu mendungakkan kepala. dan seketika itu pula, raut wajah orang itu menjadi sangat berang.
"oh ternyata kau, dasar sampah!"ucap orang itu yang tak lain adalah Cynthia. menyilangkan tangannya di depan dada dengan salat mata yang sangat tajam dan juga angkuh.
Kemudian, wanita glamour itu mengedarkan pandangannya seakan tengah mencari sesuatu. dan setelahnya, tersenyum misterius dan mengerikan.
Nb : mampir yuk gaes di karya temen othor,
__ADS_1