(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Mempercepat


__ADS_3

Sore harinya, setelah Gracia pulang sekolah, Mario dan Lita berniat membawa Putri mereka untuk berjalan-jalan. dan mempersiapkan semuanya.


Karena memang, pernikahan Lita dan juga Mario, akan diadakan sekitar tiga hari lagi. tentu saja, mereka harus mempersiapkan semuanya.


Walaupun, Lita beberapa kali mencegah agar tidak melakukan pesta pernikahan yang berlebih. tapi, kedua orang tua Mario menginginkan untuk tetap mengadakan pesta. dan mereka akan menerima konsekuensi atau bahkan cibiran saat di pernikahan nanti.


Karena pasti orang-orang akan merasa keheranan dan juga menggunjing mereka. sebab sang pengantin, memiliki anak.


"sebenarnya, ini tidak usah rame-ramai! cukup dengan akad nikah dan syukuran"ujar Lita menetap ke arah Mario dengan tatapan serius.


Mario yang mendengar itu, segera menatap wanita yang akan menjadi istrinya itu dengan tatapan yang sangat dalam. hingga membuat Lita seketika memerah. karena malu akibat ditatap seperti itu oleh seorang laki-laki.


Padahal dulu, dirinya tidak pernah semalu ini saat ditatap oleh mantan suaminya. apakah ini yang dinamakan jatuh cinta? Entahlah, Lita juga tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya sendiri.


"tidak usah khawatir, semua akan baik-baik saja."ucap laki-laki itu Seraya tersenyum manis.


"iya Ibu tenang saja. malah Gracia ingin jika pernikahan ini dipercepat."ujar bocah kecil itu Seraya memainkan boneka Barbie yang baru saja dibeli oleh Mario.


Sontak saja, kedua orang tua dewasa itu, saling menatap satu sama lain. dan setelahnya, kembali menatap gadis kecil itu dengan tatapan yang sangat lekat.


"apa maksud kamu nak?"tanya Lita yang memang tidak mengerti dengan ucapan gadis kecil itu.

__ADS_1


Gracia yang mendengarnya, dengan segera meletakkan boneka Barbie itu di atas meja dan dengan segera menatap ibunya dengan tatapan yang sangat dalam.


"tadi pagi aku ketemu sama Ayah, dan dia menyuruhku untuk menggagalkan pernikahan ibu."ucap gadis kecil itu dengan nada yang sangat polos.


Lita yang mendengarnya seketika merasa sangat terkejut. terlebih lagi, ekspresi bocah kecil itu seperti tidak ada beban saat mengatakan kalimat seperti itu.


"kamu serius sayang?"tanya Lita untuk memastikan. dan langsung dijawab anggukan oleh gadis kecil itu.


Seketika itu pula, raut wajah Lita langsung sedikit menegang. karena dirinya tahu, Arya pasti tidak akan sendiri melakukan hal itu. laki-laki itu pasti dibantu oleh istrinya. dan seperti biasa, Lita pasti tidak akan bisa melawan.


"bagaimana itu Mario?"tanya Lita menatap ke arah calon suaminya itu dengan tatapan sedikit bergetar.


Di luar dugaan Lita. calon suaminya itu malah menatapnya dengan tatapan hangat dan juga senyuman manis. tentu saja hal itu membuat Lita, seketika berfikir.


"kalau Om boleh tahu? ayahmu berkata apa lagi?"tanya Mario Seraya mengusap kepala Gracia dengan perasaan sayang.


Gracia menggelengkan kepala. "Gracia nggak tahu. setelah Ayah berkata begitu, Gracia langsung lari dan memukul kaki ayah dengan balok."ucap gadis itu dengan ada yang sangat polos.


Lita yang mendengar jawaban putrinya, semakin merasa terkejut. karena ternyata Putri kecilnya telah tumbuh menjadi orang yang sedikit kasar. bagaimana bisa, padahal dirinya mati-matian membuat dan membentuk kepribadian Gracia menjadi lembut.


Tapi kenapa sekarang, gadis itu malah tumbuh menjadi wanita yang sedikit kasar? Lita kembali menatap Gracia dengan tatapan dalamnya.

__ADS_1


"kamu mendapatkan inisiatif itu dari mana sayang?"tanya Lita dengan tubuh yang sedikit bergetar.


"pikiran Gracia sendiri!"ucapnya lagi dengan ada yang sangat polos.


Tentu saja, hal itu membuat Lita kembali berpandangan dengan Mario. dan langsung mendapat anggukan dari laki-laki itu.


"kita harus mempercepat semuanya!"ujar Mario dengan nada yang sangat tegas. dan setelahnya, segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.


Setelah selesai, laki-laki itu mengajak Lita dan juga Gracia untuk ke suatu tempat.


"kita mau ke mana?"tanya Lita saat mereka telah berada di dalam mobil.


"menuju ke KUA terdekat,"ujar laki-laki itu santai tanpa beban.


"aku serius Mario!"ucap wanita itu dengan tatapan tajam.


"aku juga serius! kita memang akan segera menikah,"pacarnya dengan senyuman manis dan raut wajah yang sangat serius.


Lita yang menyaksikan itu, menyadari sesuatu hal bahwa apa yang dikatakan oleh Mario, ternyata tidaklah main-main. laki-laki itu benar-benar akan menikahinya hari ini.


"tapi kenapa?"tanya Lita Seraya menatap laki-laki itu dengan ekspresi wajah yang tidak bisa ditebak.

__ADS_1


"satu alasan berada dalam otak. yaitu melindungimu dan juga Gracia."setelah mengatakan hal itu, Mario segera melajukan kendaraannya.


__ADS_2