(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Tak Tau Diri


__ADS_3

Beberapa hari, setelah aksi penolakan itu, Lita dan juga keluarga kecilnya, sedikit bernafas dengan lega. karena para pengganggu itu, belum menunjukkan eksistensinya lagi untuk mengganggu. dan wanita cantik itu pun, sudah berniat untuk membuka toko kue di samping rumahnya.


"kamu mau buka toko kue lagi, Lita?"tanya Mbok Robiah Seraya duduk di samping wanita cantik itu.


Membuat Lita yang mendengarnya, seketika mengganggukan kepala."iya Mbok, aku akan membuka toko kue kecil-kecilan di sini."ucap Rita Seraya tersenyum tipis.


Tepat setelah Lita mengatakan hal itu, Mbok Robiah menghela nafas panjang. membuat Lita, seketika menoleh ke arah wanita paruh baya itu.


"ada apa? kenapa Mbok Robiah berekspresi seperti itu? apa Mbok tidak ingin aku membuka toko di sini?"tanya Lita Seraya menatap wanita paruh baya itu.


Mendengar hal itu, Mbok Robiah menggelengkan kepala."bukan itu maksud Mbok, Mbok hanya takut jika orang-orang jahat akan kembali menghantui kehidupanmu," ujar wanita paruh baya itu sesekali menghela nafas panjang.


Lita yang mendengar ucapan dari wanita paruh baya itu, seketika tersenyum simpul."aku senang, karena Mbok Robiah mengkhawatirkanku. tapi tenang saja, semua pasti akan baik-baik saja."ujar wanita cantik itu Seraya menggenggam tangan sang wanita paruh baya.


Mbok Robiah yang mendengar itu, ikut tersenyum dan menganggukkan kepala."baiklah jika kamu merasa seperti itu, Mbok tidak bisa untuk mencegah apapun. yang terpenting kamu bahagia," ujar wanita paruh baya itu Seraya beranjak dari duduknya untuk menuju ke belakang.


Lita yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala kemudian tersenyum tipis. tangannya sibuk menyentuh benda pipih dan mengotak-atiknya. untuk mencari resep-resep terbaru yang mungkin bisa ia gunakan untuk memberikan variasi pada usaha kecil-kecilannya itu.


Di saat dirinya tengah fokus dengan ponsel yang ada di tangannya, terdengar suara pintu diketuk dari arah depan. dengan segera, Lita meletakkan benda pipih itu di atas meja. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.

__ADS_1


"Mas Arya?"ucap Lita dengan raut wajah yang sangat terkejut. kemudian dengan segera, berbalik arah dan mencoba untuk menutup pintu itu.


Namun sayangnya pergerakan Lita telah diketahui oleh Arya terlebih dahulu. membuat laki-laki itu dengan segera membuka pintu dengan paksa dan langsung menghimpit tubuh Lita dengan kedua tangan kekarnya.


"mau apa kau?"tanya wanita cantik itu dengan raut wajah sedikit ketakutan.


"tentu saja dirimu,"ucap Arya Seraya mencengkeram dagu wanita itu dengan sedikit keras. hingga membuat Lita merasakan sakit yang mendera wajah cantiknya itu.


"dasar tak tahu diri!"


Brugh.


Seketika itu pula, Lita mengerang kesakitan. saat tubuhnya, didorong dan terhempas di atas lantai dengan sekuat tenaga. kemudian matanya menetap ke arah orang yang telah mendorongnya.


"nyonya,"ucap Lita dengan raut wajah yang sangat terkejut.


Membuat orang itu seketika tersenyum miring."iya ini aku Lita, aku datang kembali untuk menuntut pertanggungjawabanmu!" ucap orang itu yang tak lain adalah Cynthia dengan tatapan yang sangat tajam.


Hingga membuat Lita, seketika terdiam dan menatap wanita itu dengan tatapan sendunya.

__ADS_1


"tolonglah nyonya jangan mempermasalahkan masalah ini,"ucap Lita mencoba untuk bernegosiasi. walaupun wanita itu tahu, tindakannya itu pasti hanyalah sia-sia belaka.


Karena Cynthia tidak akan pernah mungkin mendengarkannya. karena Lita tahu, apa yang dilakukan oleh putrinya itu memang salah.


"kau memang tak tahu diri!"mati Cynthia Soraya melayangkan tatapan tajam pada wanita itu.


"cukup Cynthia! jangan pernah kau ganggu aku lagi, kita itu sudah bercerai! dan aku akan mengurus semuanya secepat mungkin!"jika biasanya Arya tidak akan melakukan pembelaan, berbeda dengan sekarang. laki-laki itu akan membela Lita apapun yang terjadi.


"oh hebat ya sekarang kau, sudah berani membela pelakor ini terang-terangan?!"tanya Cynthia Seraya melayangkan tatapan tajam dan juga menaikkan satu oktaf suaranya.


Membuat Arya yang merasa sangat kesal, segera mencengkeram lengan wanita glamour itu dan membawanya untuk keluar dari rumah Lita. hingga membuat wanita glamour itu, meronta karena merasa sedikit ketakutan dan juga kesakitan.


Karena selama mereka menikah, Arya belum pernah menunjukkan sisi buruk seperti ini."lepaskan aku Arya, jangan pernah kau mencoba untuk melawanku!"ucap wanita glamour itu mencoba untuk memperingatkan posisi laki-laki itu.


"aku tidak peduli!"ucap Arya Soraya menghempaskan tubuh wanita glamour itu dengan sedikit kasar. hingga membuat tubuhnya, seketika menghempas dinding rumah Lita.


"kau benar-benar keterlaluan! aku akan membalas semua ini!"ucap wanita itu Seraya melangkah pergi meninggalkan tempat itu.


Arya yang mendengar itu, seketika mengedikkan bahunya dan dengan segera melangkahkan kakinya menuju ke arah Lita yang masih belum bergerak dari tempatnya. karena mungkin saja, wanita itu masih merasa terkejut dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2