(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Berhasil Menjebak


__ADS_3

Beberapa hari setelah pertemuan Mario dan juga Arya, semua telah kembali seperti semula. Mario tidak pernah mengatakan hal itu pada sang istri. Tujuannya adalah, agar Lita tidak terpikir tentang hal yang tidak tidak tentang mantan suaminya itu.


"Papa, ayo berangkat."ucap Gracia Seraya menghampiri sang papa tiri untuk mengantarkannya ke sekolah.


"ayo,--"gerakan laki-laki itu terhenti saat mendengar suara istrinya dari arah belakang.


"biar aku saja yang mengantar Gracia ke sekolah. lebih baik, Mas berangkat kerja saja."ucap Lita Seraya menyerahkan kotak bekal pada laki-laki itu.


"apa, tidak apa-apa?"tanya Mario Soraya mengambil kotak bekal itu dari tangan istrinya. Seraya tatapannya, melirik ke arah gadis kecil itu.


"tidak usah khawatir, semua akan baik-baik saja kok."ucap Lita tersenyum manis kepada sang suami.


Mario yang mendengar itu, menganggukkan kepala. "baiklah kalau begitu. aku berangkat dulu,"ujar laki-laki itu Seraya mengusap kepala dua wanita yang mulai masuk ke dalam seluruh hatinya itu.


"oke hati-hati di jalan,"ujar Lita yang langsung di jawab anggukan oleh laki-laki itu. setelahnya, mereka segera masuk ke dalam kendaraan masing-masing untuk beraktivitas seperti biasa.


Memang, Mario menyediakan mobil pribadi untuk istri dan anaknya. tujuannya agar wanita itu, tidak merasa kesusahan saat akan pergi kemana-mana. Apalagi, pekerjaan Mario yang mengharuskan laki-laki itu untuk selalu berpergian ke manapun.


"ayo sayang, kita berangkat!"ujar Lita Seraya menarik tangan gadis kecil itu untuk segera masuk ke dalam mobilnya. dan mobil pun, segera melaju dengan kecepatan tinggi. karena memang, hari sudah setengah siang.


Tak berselang lama, mobil yang dikendarai oleh Lita telah sampai di tempat tujuan. dan dengan segera, wanita cantik itu memarkirkan mobilnya di tempat seperti biasa.


"ayo sayang, kita keluar."Lita menarik tangan putrinya untuk segera keluar dari dalam mobil itu.

__ADS_1


Gracia yang mendengar itu hanya mengandalkan kepala dan mengikuti langkah sang ibu untuk masuk ke dalam area sekolah itu.


"sekolah yang rajin ya,"ucap Lita Seraya mengusap kepala gadis kecil itu dengan perasaan penuh kasih sayang.


Gracia dengan segera, menganggukkan kepala dan langsung melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam area sekolah itu.


Setelah memastikan putrinya masuk ke dalam kelas dengan selamat, Lita terbalik arah berniat untuk segera masuk ke dalam mobil itu.


Namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara seseorang yang sangat familiar dalam pendengarannya, berteriak memanggil namanya.


"mau apa lagi sih dia?"tanya Lita pada dirinya sendiri dengan sedikit menggerutu kesal.


Sementara orang itu, masih tetap melangkahkan kakinya untuk mendekati Lita. dengan sikap penuh percaya diri.


"baik,"ucapnya dengan nada malas dan sedikit ogah-ogahan.


Setelahnya, suasana kembali hening seperti tidak ada kehidupan di antara mereka. Lita memilih untuk membuang muka ke arah lain. karena wanita itu, tidak ingin melihat wajah menyebalkan dari laki-laki yang ada di hadapannya itu.


Sementara Arya, laki-laki tidak tahu diri itu masih menatap Lita dengan tatapan penuh cinta dan juga damba.


"sudah selesai kan, kalau tidak ada lagi yang perlu ditanyakan, aku mau kembali ke rumah. suamiku telah menunggu,"ucap Lita dengan menekankan kalimat terakhirnya.


Membuat Arya yang mendengarnya, seketika mendengus kesal. "apa kau benar-benar mencintai dia?"tanya Arya dengan nada tak suka.

__ADS_1


Lita yang mendengar itu, seketika tersenyum miring."Tentu saja aku menyukainya. dan bahkan seluruh hatiku, telah menjadi miliknya."ucapnya penuh dengan nada sombong.


Berharap agar laki-laki itu, segera menghentikan aksinya untuk mengganggu dirinya. karena sesungguhnya, Lita sangat muak dengan keadaan ini.


"kenapa?"tanya Arya dengan menatap dalam ke arah mata wanita itu.


"karena dia, tidak pembohong sepertimu! dan satu lagi, keluarga besar suamiku tidak pernah membeda-bedakan antara si miskin dan si kaya. semua sama rata di mata mereka."ucap wanita itu penuh dengan kata-kata sindiran.


Hingga membuat Arya yang mendengarnya, seketika terdiam. karena memang, apa yang dikatakan oleh Lita, adalah kebenaran dan dia tidak bisa untuk membantahnya. Namun tiba-tiba saja,..


dugh


Arya memukul tengkuk milik Lita. hingga membuat wanita itu seketika tak sadarkan diri.


"kau akan segera menjadi milikku kembali,"ujar laki-laki itu Seraya mengangkat tubuh Lita dan memasukkannya ke dalam mobil miliknya.


Setelah itu, Arya segera melajukan kendaraannya untuk meninggalkan tempat itu.


******


Sementara itu di kantor milik Mario, terlihat laki-laki tampan itu tengah kebingungan. karena sedari tadi, laki-laki itu tidak bisa menghubungi istrinya.


"apa dia sedang sibuk membuat kue?"tanya Mario pada dirinya sendiri. ya, saat ini Lita telah memiliki toko kue. dan itu semua, berkat Mario.

__ADS_1


__ADS_2