(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Gagal


__ADS_3

Berapa hari kemudian, kondisi Gracia telah sembuh sepenuhnya. dan hal itu membuat Lita dan juga Mario, merasa begitu senang. karena sebentar lagi, mereka akan menjadi pasangan suami istri.


" Ibu beneran mau nikah sama Om Mario?"tanya Gracia yang saat ini tengah duduk di pangkuan laki-laki itu.


"iya sayang, itu benar apa kamu senang?" tanya Lita Seraya mengusap kepala Gracia dengan sangat lembut.


"suka, karena akhirnya Ibu tidak akan nangis lagi,"ucap Gracia tersenyum manis.


Membuat Lita yang mendengar itu seketika membulatkan mata. "a..apa kamu sering melihat ibu menangis?"tanya wanita itu dengan sedikit gugup.


"sering"ucap Gracia dengan nada tenang dan juga tersenyum manis.


Sementara Lita yang mendengar itu, semakin merasa terkejut dan juga merasa bersalah dengan putrinya. padahal Lita sendiri yang mengajarkan pada Gracia untuk tidak cengeng. tapi kenapa, malah dirinya sendiri yang cengeng?


grepp,


Dengan segera Lita menarik tubuh mungil putrinya dari pangkuan Mario. dan dengan segera langsung memeluknya dengan erat.


"maafkan Ibu ya sayang, Ibu tidak akan pernah menangis lagi. Ibu janji,"ucap wanita cantik itu dengan tubuh yang bergetar karena menahan amarah pada dirinya sendiri.


Sementara Mario yang melihat itu, hanya terdiam dan sesekali tersenyum tipis. "Om Mario janji, tidak akan pernah menyakiti ibumu lagi,"ucap laki-laki yang memiliki senyum manis itu, dengan bersungguh-sungguh.


"janji ya Om, kalau nanti Om menyakiti ibu, maka Gracia yang akan membawa Ibu pergi dari kehidupan Om."ucap gadis kecil itu dengan nada datarnya.

__ADS_1


Tentu saja ucapan dari Gracia itu, membuat Mario dan juga Lita yang mendengarnya terkekeh pelan. karena mereka menyangka, jika bocah itu hanya berbicara asal. namun saat melihat reaksi dari gadis kecil itu, kedua orang tua dewasa itu seketika terdiam.


Karena Gracia saat ini, menatap kedua manusia dewasa itu dengan tatapan yang sangat dingin dan juga sedikit menakutkan.


Lita bahkan sampai merasa merinding saat melihat tatapan putrinya itu. wanita cantik itu tidak pernah menyangka, jika di umur Gracia yang masih terbilang sangat kecil itu, memiliki sifat dan sikap selayaknya orang dewasa.


"euum baiklah baiklah oh Mario janji, tidak akan pernah menyakiti ibumu dan akan selalu menyayanginya."ucap Mario berdehem pelan.


Laki-laki tampan itu juga merasakan merinding yang luar biasa saat melihat tatapan dari gadis kecil itu.


"ya sudah kalau begitu, Gracia mau berangkat dulu ke sekolah dadah Om dadah ibu"seperti seseorang yang memiliki kepribadian ganda, Gracia dengan cepat berwajah ceria kembali.


Padahal bocah kecil itu, baru saja memperlihatkan ekspresi wajah yang begitu mengerikan di hadapan ibu dan juga calon Ayah tirinya. tapi lihatlah sekarang, bahkan bocah kecil itu tidak memiliki beban sama sekali.


"ini aneh,"ucap Mario Seraya menatap ke arah calon istrinya dengan tatapan bingung.


*****


Sementara di perjalanan, Gracia berjalan dengan sesekali melompat-lompat kecil seperti selayaknya seorang anak yang tengah merasakan kebahagiaan.


Memang, rumahnya dan sekolahan yang menjadi tempatnya untuk belajar, tidaklah jauh. bahkan jika berjalan kaki, hanya membutuhkan waktu 3 menit atau paling lama 5 menit. dan saat ini Gracia sudah tidak ingin diantarkan oleh ibunya. gadis kecil itu memutuskan untuk berangkat sendiri.


Karena Gracia yakin, jika nantinya sang ibu akan merasa sangat kerepotan jika sudah menikah dengan Mario. dan untuk itulah, gadis kecil itu memutuskan untuk mandiri lebih awal. dengan tidak diantarkan oleh ibunya saat pergi bersekolah. tentu saja hal itu mendapat tentangan dari ibunya sendiri.

__ADS_1


Karena Lita merasa sangat khawatir jika putrinya itu berangkat seorang diri. namun setelah mendengarkan penjelasan dari Mario, Lita menyetujui permintaan dari putrinya itu.


Gracia pun juga meminta satu hal saat ibunya telah menikah nanti. yaitu, gadis kecil itu tidak ingin kembali pindah sekolah. walaupun nanti mereka akan pindah rumah, itu tidak masalah bagi Gracia. yang terpenting, dirinya tidak pindah sekolah. karena di sekolahan ini, Gracia sudah mulai merasakan kenyamanan.


Di saat bocah kecil itu tengah berjalan-jalan, dari arah samping Gracia dikagetkan dengan kemunculan laki-laki yang memakai topeng.


Tidak, seperti kebanyakan anak-anak yang akan merasakan takut dan juga pergi dari tempat itu saat melihat orang asing, true Gracia menatap laki-laki itu dengan tatapan yang sangat tajam.


"mau apa Ayah menemuiku?!"tanya gadis kecil itu Seraya tersenyum sinis.


Tentu saja, orang itu merasa sangat terkejut dengan reaksi gadis kecil itu. karena Arya berpikir, akan dapat mengancam putrinya sendiri. agar mau menggagalkan pernikahan ibunya. tapi lihatlah sekarang. gadis kecil itu malah menatapnya dengan tatapan yang sangat berani.


"ternyata kau hebat sayang, kau dapat mengenali ayahmu"ujar Arya dengan membuka topeng yang sedari tadi menutupi wajahnya.


"aku tahu, Ayah pasti ingin membujukku untuk menggagalkan pernikahan ibu, kan?"tanya Gracia dengan tersenyum tipis.


Mendengar ucapan dari putrinya itu, sontak saja membuat Arya menganga tidak percaya. "kau hebat sayang, ya kau benar sekali. aku memang berniat ingin menggagalkan pernikahan ibumu."ujar Arya tersenyum bangga.


bugh


bugh


qTanpa diduga oleh laki-laki tampan itu, Gracia memukul punggung ayahnya dengan balok kayu yang kebetulan berada tak jauh dari tempatnya berdiri.

__ADS_1


"jangan harap! itu tidak akan pernah terjadi!"ucap gadis kecil itu Soraya melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat itu.


"sialan!"umpat Arya yang rencananya telah gagal total.


__ADS_2