
Lita dibawa oleh Arya menuju sebuah bangunan yang ada di pusat kota itu. tempatnya sangatlah terpencil dengan beberapa pohon besar di kiri dan kanan jalan.
"kau akan menjadi milikku sayang, hahaha!"teriak laki-laki itu disertai dengan tawa yang menggema.
Sementara Lita, wanita itu masih terdiam. karena merasa, suaminya akan segera menolongnya dan melepaskannya dari jeratan laki-laki br3ngs3k seperti ini.
"Cih, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menjadi milikmu! kau jangan pernah bermimpi!"teriak Lita berapi-api.
Karena wanita itu telah merasa bosan dan muak dengan situasi seperti ini. semenjak kenal dengan laki-laki itu, hidupnya tidak pernah merasa tenang. ada rasa kecewa yang terlintas di hati Lita. dirinya marutuki kebodohannya sendiri karena menerima pinangan laki-laki itu tanpa mencari tahu terlebih dahulu asal-usulnya.
Namun, semua telah terjadi. nasi sudah menjadi bubur. dan tidak akan pernah bisa dikembalikan seperti semula.
"kita lihat saja, sejauh mana keyakinanmu itu!"ucap Arya Seraya menatap wanita yang ada di sebelahnya itu dengan tatapannya sangat sinis.
Lita dengan segera memalingkan wajahnya. karena wanita itu, merasa tidak sedih untuk menatap wajah laki-laki yang menyebalkan itu.
Tiba-tiba saja, Arya menghentikan laju kendaraannya tepat di sisi tebing sebuah jurang yang sangat dalam. di dalam sebuah hutan yang terlalu rimbun. tentu saja hal itu membuat Lita, merasa sangat panik. karena jujur saja, Lita sangat takut akan ketinggian.
"hei apa yang kau lakuka!"teriak Lita Seraya menutup kedua matanya dengan tubuh yang sedikit bergetar hebat.
Sementara Arya, laki-laki itu dengan cepat keluar dari dalam mobil dan langsung menguncinya saat melihat Lita akan melakukan hal yang sama.
Kemudian, laki-laki itu mengeluarkan sebuah benda dari dalam sakunya. kemudian menggoyang-goyangkannya tepat di hadapan Lita yang masih berada dalam mobil.
__ADS_1
"dengar Lita, jika kau tidak menuruti ucapanku, maka aku tidak akan segan-segan untuk menekan tombol ini. agar mobil yang kau tumpangi, langsung meluncur bebas ke dalam jurang. dan kau tahu apa yang akan terjadi, kau akan mati!"ucap Arya dengan suara yang ditekankan di kalimat terakhirnya.
"aku tidak takut mati!"teriak wanita itu dengan suara yang sangat lantang. seraya melayangkan tatapan tajam ke arah laki-laki tak tahu di untung itu.
Kadang, Lita berpikir, kenapa bisa mempunyai rasa dengan laki-laki pengecut seperti ini.
"aku memang bodoh!"ucap wanita itu Seraya menghela nafasnya berkali-kali. karena menahan sesak di dadanya.
"ya kau memang tidak takut mati. tapi kau apa dapat menjamin, jika putrimu dapat hidup dengan bahagia jika kau tidak ada?"tanya Arya Seraya tersenyum tipis namun penuh dengan aura mencekam.
Mendengar ucapan dari mantan suaminya itu, membuat pelita seketika membulatkan kedua matanya. "apa maksudmu? jangan pernah berani menyentuh putriku!"teriak Lita dengan nada yang penuh dengan emosi.
"dan kau sudah gila hah, kau akan melukai putrimu sendiri?!"tanya Lita tidak habis pikir melihat ke arah laki-laki itu. mengapa ada seorang ayah yang tega menyakiti anaknya sendiri.
"jangan gila kau! aku sudah memiliki suami. mana mungkin aku menerima pinanganmu!"Lita dengan menatap tajam ke arah laki-laki itu.
"dan aku tidak peduli akan hal itu"ucap Arya masih dengan tawa yang menggema.
Lita yang mendengar itu, seketika karena dirinya harus mengalami pilihan yang sulit seperti ini.
******
Sementara di lain tempat, Cynthia dan juga Mario tengah mencari keberadaan Arya dan juga Lita menggunakan mobil wanita glamor itu.
__ADS_1
sembari menunggu, Cynthia sesekali menatap ke arah laki-laki yang ada di sampingnya itu dengan tatapan penuh dengan kekaguman.
"kau akan segera menjadi milikku,"ucap Cynthia dengan suara yang sangat pelan. berharap bahwa laki-laki yang ada di sampingnya, tidak mendengar ucapannya itu.
Namun, hal itu tidak terjadi. karena Mario, mendengar dengan jelas ucapan dari wanita glamour itu.
"percaya diri sekali kau Nyonya!"ucap Mario dengan nada sangat lirih. laki-laki itu berharap, jika wanita itu mendengar ucapannya. dan sesuai dengan dugaannya. karena Cynthia, seketika menatap Mario dengan ekspresi wajah tak percaya.
Mario sama sekali tidak memperdulikannya itu. Dan tiba-tiba saja, laki-laki itu mempunyai rencana lain yang tiba-tiba saja muncul dalam otaknya. kemudian,..
bugh
Mario memukul bagian belakang kepala Cynthia. saat wanita glamour itu mengarahkan pandangannya ke arah jendela.
seketika itu pula, Cynthia terkapar tak sadarkan diri. "aku harus cepat menyelamatkan istriku!"ucap laki-laki itu Seraya mengambil ponsel milik Cynthia dan membukanya.
Mario sempat merasa terkejut saat melihat status yang ada di ponsel milik wanita glamour itu.
"oh mereka sudah berpisah, pantas saja berani senekat ini."gumam Mario Seraya mencoba untuk mengutak-atik benda pipi itu. berharap, dirinya menemukan sesuatu hal yang bisa dijadikan petunjuk Di mana keberadaan Lita dan laki-laki itu.
Senyumannya seketika terbit. saat melihat sebuah tempat yang bertuliskan kata "Done"yang artinya beres.
Mario tidak tahu apa maksudnya. tapi firasatnya mengatakan, bahwa itu adalah petunjuk bagi dirinya untuk menemukan sang istri. dengan segera laki-laki itu melajukan kendaraan. tak lupa sebelumnya, Mario telah mengikat tangan dan kaki Cynthia. agar wanita itu tidak melakukan perlawanan.
__ADS_1