
Mereka berdua berada di sebuah warung makan lesehan pinggir jalan yang ada di kota Kediri Jawa Timur. Sengaja, Airin membawa Lita ke tempat yang memang terdapat banyak sekali makanan. Karena Airin tahu, sahabatnya itu sangat menyukai makanan. Apalagi, di saat wanita itu tengah dilanda rasa galau. maka pelampiasannya adalah makanan.
Namun akhir-akhir ini Lita jarang sekali menyantap makanan. Apalagi, saat wanita itu telah dilanda masalah rumah tangga bersama dengan Arya. dan entah mengapa, wanita itu jarang sekali berselera untuk menyentuh makanan yang ada di rumahnya.
" eh bener nggak, katanya kamu udah menikah udah punya anak?" tanya Airin secara tiba-tiba hingga membuat Lita seketika tersedak makanannya sendiri.
Uhuk,.. uhuk,... Uhuk,..
Seketika itu pula, Lita terbatuk- batuk. hingga membuat wajahnya, seketika memerah karena merasa pernafasannya seakan tersumbat dengan makanan yang ia konsumsi.
" Kamu kenapa Lita, kok seperti Kaget gitu?" tanya Airin dengan ekspresi wajah bingungnya.
Lita yang mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu, menatapnya dengan ekspresi wajah kebingungan." kamu tahu dari mana?" bukannya menjawab, Lita justru berbalik melayangkan pertanyaan kepada Airin.
"euuumm, aku dengar dari orang-orang kantor Mas Arya." ucap Lita dengan ekspresi wajah tegang. Karena Wanita itu seperti merasa tidak enak karena sudah bertanya sedemikian rupa. dan sepertinya, menyinggung sahabatnya itu.
" Kamu kenal Mas Arya?" tanya Lita dengan sorot mata yang sangat mengintimidasi.
Airin yang mendengar pertanyaan dari Lita, hanya menganggukkan kepala. hal itu tentu saja membuat Lita yang mendengarnya, seketika menangis tersedu-sedu.
" hiks hiks hiks, sebenarnya,..." akhirnya, Lita menceritakan semuanya pada sahabatnya itu. dari awal dirinya kenal Arya, hingga akhirnya terjadilah pernikahan yang tidak pernah diinginkan oleh wanita itu.
" Ya Allah Lita, Kasihan sekali kamu. Sebenarnya, aku sudah ingin berbicara kepadamu beberapa bulan yang lalu." ucap Airin dengan nada yang sangat sendu.
Tentu saja, Hal itu membuat Lita yang mendengarnya, seketika menautkan alis karena merasa kebingungan dengan ucapan dari sahabatnya itu.
__ADS_1
" Maksud kamu gimana Airin, Aku tidak mengerti." ucapnya sembari menatap ke arah sahabatnya itu dengan Tatapan yang sangat lekat.
Airin mulai menghirup udara sebanyak mungkin. Setelahnya, wanita cantik itu mulai menceritakan apa yang dia tahu. dan informasi apa yang ia dapat dari sekitaran laki-laki itu.
Seketika itu pula, tangis Lita semakin tak terbendung. Ternyata, selama ini dirinya hanya dijadikan sebagai tameng dan juga mesin pencetak anak. Karena dari pernikahannya itu, sama sekali belum dikaruniai keturunan.
" jadi, Mas Arya hanya menikahiku hanya demi dapat mendapatkan keturunan?" tanyanya dengan lelehan air mata yang membanjiri wajah cantiknya itu.
Airin yang mendengar itu, segera memeluk k tubuh sahabatnya. dengan dekapan yang sangat erat." kamu yang sabar ya, semoga, ada jalan yang terbaik." ucapnya Seraya mengusap punggung wanita itu.
Lita yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala." nggak Rin, aku harus membalaskan dendam ini pada mereka." ucapnya dengan sorot mata yang sangat menakutkan.
" astaghfirullahaladzim, jangan bilang seperti itu Lita, itu tidak baik." ucapnya mencoba untuk menasehati sahabatnya itu.
Namun sayangnya, nasehat yang diberikan oleh sahabatnya itu, tidak mempan di telinga Lita. Terbukti, dengan sorot mata wanita itu yang masih saja menatap tajam ke sembarang arah. Menandakan, bahwa amarahnya masih berada di ubun-ubun.
Airin yang mendengar itu, menggelengkan kepala. Merasa, Apa yang dipikirkan oleh Lita itu tidak benar. persepsi kamu itu tidak selamanya benar, kalau kamu berkata demikian, berarti orang-orang yang berceramah tentang kematian, mereka sudah mengalami kematian itu?" tanya Airin. yang seketika, membuat Lita terdiam.
Seketika itu pula, tangisnya kembali pecah. dan dengan segera, Airin kembali menenangkan wanita itu. lama mereka berada di warung itu hanya untuk menghabiskan waktu untuk bercerita banyak hal.
" sekarang, kamu sudah Tenangkan,? lebih baik, sekarang kamu pulang. Kasihan anak kamu sendirian di rumah." ucap Airin Soraya tersenyum kecil.
Mendadak, wajah Lita menjadi Murung. Sesaat, setelah Airin mengatakan hal itu. Tentu saja, Hal itu membuat wanita yang memakai kerudung pashmina itu, menjadi heran dan kebingungan.
" Kenapa kok malah sedih?" saya Airin Seraya menatap wajah sahabatnya itu dengan seksama.
__ADS_1
" sebenarnya, aku,..." Lita mulai menceritakan Semua yang dia alami. mulai dari awal hingga akhir kisah hidupnya. tentu saja hal itu membuat Airin yang mendengarnya, merasa begitu terkejut.
" Astagfirullah Lita, kamu sadar nggak sih, Apa yang kamu lakukan itu sudah sangat berdosa sekali." ucapnya dengan nada yang masih tidak percaya.
" aku tahu Airin, Entah mengapa, aku begitu membenci anak yang baru saja aku lahirkan. Bahkan, aku pernah memukulnya." ucapnya Seraya menundukkan kepala dengan air mata yang mengalir di wajah cantiknya.
Airin yang mendengar itu, hanya dapat menghela nafas panjang. Karena, dirinya juga tidak tahu harus berbuat bagaimana. karena memang, Airin belum mempunyai keluarga kecil. sehingga yang dapat ia lakukan, hanyalah menasehati sekenanya saja.
" aku berdosa banget ya,?" tanya Lita Seraya menatap ke arah Airin dengan tetapan yang sangat Sendu.
Namun, Airin sama sekali tidak menjawabnya. Karena Wanita itu, juga merasa kebingungan dengan nasib yang dialami oleh wanita yang ada di sampingnya itu.
" sebenarnya, ini bukan seratus persen salah kamu. ada orang yang lebih bersalah dan bertanggung jawab atas semua ini daripada kamu." ucap Airin dengan nada yang begitu datar.
" siapa?" tanya Lita.
" suami kamu." jawab Airin.
Lita yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala." benar apa katamu Airin, yang bersalah dalam kasus ini, adalah Mas Arya. maka dari itu, aku harus menuntut balas akan semua ini." ucapnya dengan nada yang sangat menakutkan.
Airin yang mendengar itu, sontak merasa sangat terkejut. Karena, ternyata ucapannya menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Padahal, wanita itu awalnya ingin menasihati Lita agar tidak terjerumus ke dalam lembah dendam yang semakin dalam.
" jangan Lita, Aku mohon jangan lakukan itu." ucapnya Seraya menarik tangan wanita itu. hingga membuat Lita, seketika kembali berdiri.
" Sudahlah Airin, jangan pernah menahanku. aku tahu apa yang harus aku lakukan." ucapnya Seraya menepis tangan sahabatnya itu. dan dengan segera, melangkahkan kaki untuk menjauh dari tempat itu.
__ADS_1
Sekuat tenaga, Airin berusaha untuk menggagalkan rencana Lita. Tapi, sepertinya Percuma saja. Karena Wanita itu, tetap kokoh dalam pendiriannya. untuk membalaskan dendam dan rasa sakit hatinya kepada keluarga Arya.
" semoga, Allah selalu melindungimu." ucap Airin pada akhirnya.