
Setelah permintaan konyol yang dilontarkan oleh Cynthia, membuat hari-hari Lita semakin terasa runyam. wanita cantik itu, merasa hidupnya berubah menjadi mencekam, semenjak bertemu dengan kedua orang yang menyebalkan itu.
Mengapa, beban hidupnya menjadi tambah rumit seperti ini. cukuplah sudah dirinya menjadi gunjingan para warga di desa ini. Lita tak ingin menambahkan daftar hitam bagi mereka-mereka yang tidak dia kenal.
" aku harus memikirkan cara. untuk bisa terlepas dari mereka berdua." gumamnya Seraya menyandarkan kepalanya, di sandaran kepala ranjang.
" Ibu sedang apa?" tanya Gracia. saat gadis kecil itu, membuka pintu kamar ibunya.
Lita yang mendengar pertanyaan dari Putri kesayangannya itu, tersenyum kecil. kemudian, merentangkan kedua tangannya pertanda ingin memeluk.
Dengan segera, gadis kecil itu berlari dan langsung memeluk ibunya dengan sangat erat." Ibu nggak lagi sibuk kan?" tanya gadis kecil itu Seraya mendongakan kepala.
Lita yang Mendengar itu, segera menautkan alisnya saat mendengar pertanyaan polos dari bocah kecil yang ada dalam pelukannya itu." Memangnya kenapa?" tanyanya Seraya mengusap kepala Gracia.
" aku mau menggambar ini, Ibu bantu aku ya," ucap Gracia Soraya menyerahkan sebuah buku gambar kepada sang ibu.
Lita segera menerima dan langsung meletakkannya di atas tempat tidur. Sejenak, wanita cantik itu terdiam di tempatnya. karena melihat gambar yang sedikit berbeda dari anak usianya.
" ini Cia yang gambar ya?" tanya Lita. Untuk memastikan jika gambar yang ada di hadapannya itu, adalah benar hasil karya Gracia sendiri.
Bocah cantik itu pun, menganggukkan kepala." Iya Bu, itu dia sendiri yang gambar." ucapnya Seraya tersenyum kecil.
Lita seketika tersenyum lebar. mendapati sebuah kenyataan, jika putri kesayangannya, ternyata memiliki bakat terpendam. dirinya berencana akan mengajak Gracia untuk mengikuti melukis yang ada di Kota Bojonegoro.
" Ya sudah kalau begitu, kita gambar lagi ya, Gracia mau gambar apa?" tanya Lita pada Sang Putri.
" gambar ayam bertelur Bu," ucap bocah kecil itu dengan penuh semangat. dan Dita pun setuju. Akhirnya, pasangan ibu dan anak itu segera menggambar apa yang diinginkan.
__ADS_1
Sedang asik-asiknya menggambar, tiba-tiba saja Lita mendengar suara deringan ponsel dari dalam tas kecil yang ada di samping tempat tidur. dengan segera, wanita itu mengambil ponselnya.
Kedua alisnya tertaut, saat wanita cantik itu melihat si penelepon. Lita merasa heran karena tidak mendapati nomor yang telah menelponnya ini terdaftar di dalam kontak ponsel miliknya. itu berarti, penelpon ini adalah orang yang tidak dikenal.
Dengan segera, Lita kembali meletakkan ponselnya di atas nakas. dan mulai kembali mengajari putrinya untuk menggambar. Namun, deringan ponsel milik Lita itu, selalu berbunyi. hingga membuat wanita cantik itu, merasa sangat risih.
" ibu, kok nggak diangkat? Berisik Bu." ucap Gracia Seraya menatap ke arah Lita. membuat wanita cantik itu, akhirnya dengan terpaksa mengangkat panggilan telepon.
" Ya sudah kalau begitu, Ibu angkat telepon dulu ya, kamu terus kan menggambar." ucap Lita Soraya mengusap kepala Gracia.
Bocah cantik dan imut itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, Lita menjauh dari tempat anaknya saat ini.
" Halo Lita apa kabar?" tepat saat wanita itu menekan tombol berwarna hijau, tepat itu pula Indra pendengarannya, menangkap sebuah suara yang sangat familiar.
"kau,.." Lita mengeram kesal. saat menyadari, Siapa orang yang ada di balik telepon ini.
" Sebenarnya, apa maumu?" tanya Lita mengeram kesal. Karena, merasa lelah dengan tingkah orang yang berada di seberang telepon itu.
" kau harus kembali kepadaku" Ucap orang itu penuh dengan penekanan.
Tentu saja, Hal itu membuat Lita, merasa sangat geram. Karena, orang yang ada di seberang telepon itu, selalu memaksanya untuk kembali." Jangan harap!" ujarnya Seraya memutus sambungan telepon.
" Dasar orang gila! kenapa aku bisa kenal dengan orang seperti ini?!" tanya wanita cantik itu Soraya mengepalkan kedua tangannya karena sangat merasa terganggu dengan tindakan laki-laki itu.
Siapa lagi, orangnya jika bukan Arya. laki-laki menyebalkan itu, yang telah mengubah seluruh hidupnya. dan Lita tidak akan pernah mau kembali ke dalam lubang yang sama.
" sudah Bu, teleponnya?" tanya Gracia saat melihat ibunya kembali dari luar ruangan. Lita yang mendengar pertanyaan dari putrinya, menganggukkan kepala. Kemudian, naik kembali di atas ranjang. dan menggambar bersama putri kecilnya itu.
__ADS_1
Malam itu, Lita mendapatkan teror dari Arya berupa beberapa pesan dan panggilan. yang isinya, sebuah kalimat yang memaksa dirinya untuk kembali ke dalam pelukan laki-laki itu. dan sampai kapanpun juga, kita tidak akan pernah sudi untuk kembali.
***
Pagi harinya, seperti biasa Lita mengantarkan Putri kesayangannya itu untuk bersekolah. dan setelah itu, Lita akan kembali ke toko kue miliknya.
" Nah sekarang, kamu masuk sekolah yang bener. Nanti, kalau sudah pulang, Ibu jemput. Oke," ucap Lita Seraya mengangkat tangannya.
Gracia yang mendengar perintah dari ibunya, menganggukkan kepala kemudian berlari untuk masuk ke dalam area sekolah itu. Seraya Melambaikan tangan kepada ibunya.
Tepat saat Lita akan berbalik, tak sengaja kedua netranya, menangkap seseorang yang sangat ia kenal. hal itu tentu saja, membuat Lita seketika memutar bola mata malas.
" Astagfirullah! sabar sabar!" ujarnya Seraya mengusap dada. karena merasa geram dengan tingkah laki-laki itu.
sementara di seberang sana, tampak seorang laki-laki berjalan menghampirinya dengan langkah yang sangat santai. Terlihat juga, wajah laki-laki itu tersenyum memandang ke arah Lita. hingga membuat wanita itu, seketika memalingkan wajah ke arah lain.
" kita harus kembali." ucapnya saat berdiri tepat di depan wanita itu.
"heh, Jangan harap!" ujarnya Seraya menepis tangan laki-laki itu yang sempat menyentuhnya. Kemudian, melangkahkan kakinya untuk berjalan dan membuka pintu mobil.
Namun, gerakannya terhenti saat mendengar ucapan dari Arya. sang mantan suami," kalau begitu, aku akan mengambil Gracia dari hidupmu." begitulah kira-kira ucapan dari laki-laki tidak tahu diri itu.
Mendengar ucapan dari mantan suaminya, membuat Lita seketika tertawa keras." Hahaha kau sedang melucu rupanya." ucapnya masih terus tertawa seperti orang yang tidak waras.
" Aku serius!" ucap Arya memperingati wanita yang pernah menjadi bunga di hatinya itu.
Lita seketika menoleh dan melayangkan tatapan tajam ke arah laki-laki itu." lalu, Kau pikir Aku percaya dengan omonganmu? bicara saja dengan tembok!" ucapnya penuh dengan penekanan.
__ADS_1
Kakinya, Melangkah dengan cepat memasuki mobil mewah miliknya itu. dan dengan segera, langsung melajukannya dengan kecepatan di atas rata-rata. Karena memang, jalanan di kota itu sedikit Lenggang. hingga membuat Lita, sedikit bebas untuk melajukan kendaraannya.