
Arya mengajak putrinya untuk berbelanja di sebuah pasar swalayan terbesar di kota itu. tentu saja, Gracia merasa sangat gembira dan bahagia. karena saat ini, dirinya benar-benar mendapatkan apa yang dia inginkan. Yaitu, sebuah keluarga yang lengkap.
Di sepanjang perjalanan, gadis kecil itu tak henti-hentinya menyunggingkan senyuman dengan begitu manis.
" Apa kau senang?" tanya Arya pada Putri kecilnya itu. Gracia yang mendengar itu, seketika tersenyum dan menganggukkan kepala dengan gerakan antusias.
" tentu saja Gracia senang, Karena sekarang, Gracia tidak akan pernah malu jika teman-teman mengejek Gracia tidak punya ayah." ucap Gadis kecil itu Seraya menyunggingkan teman tipis.
Degh..
Seketika itu pula, Lita dan Arya yang mendengar itu, merasakan sesak yang sangat amat yang menyeruak sampai ke relung hatinya. Ternyata, karena keegoisan mereka, Gracia selama ini menderita begitu dalam.
" apa mereka masih menghinamu sayang?" tanya Arya dengan raut wajah merah padam karena menahan amarah.
Gracia yang mendengar itu, menganggukkan kepala." Iya Ayah, bahkan tadi waktu Gracia keluar dari dalam kelas, mereka masih tetap menghina Gracia." ucap gadis kecil itu. Soraya menundukkan kepala. saat mengingat, perlakuan dari teman-temannya itu.
Tangan Arya, terkepal hebat saat mendengar penuturan dari Putri kecilnya itu." kurang ajar!" hardiknya Seraya mencengkeram setir kemudi yang ada di hadapannya itu.
" besok, Ayah akan mengantarkanmu hingga ke kelas. agar kamu tidak merasa dikucilkan lagi oleh teman-temanmu." ucapnya tanpa menoleh ke arah belakang. di mana putrinya berada.
Mendengar ucapan dari sang ayah, sontak aja membuat Gracia, seketika berbinar-binar karena merasa sangat bahagia dan juga terharu.
" Ayah bener mau nganterin aku sampai ke dalam kelas?" tanya Gracia untuk memastikan kebenaran itu semua.
" tentu saja sayang, semua akan Ayah lakukan Apapun demi kamu," ujar Arya tersenyum kecil.
"yeeeey!!" girang Gracia Seraya melompat-lompat kecil di bangku belakang sana. Karena, pada dasarnya, Gracia adalah seorang anak kecil yang masih suka bermain. Namun, keadaan lah yang membuat gadis itu untuk bersikap sedikit Arogan terhadap lingkungan sekitar. Termasuk, lingkungan sekolahnya.
__ADS_1
Arya yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala Seraya tersenyum kecil. Sementara Lita, wanita cantik itu malah sedikit merasa sangat resah. mendengar obrolan yang dilontarkan oleh pasangan ayah dan anak itu.
" apa ini tidak akan menjadi masalah nantinya?" tanya wanita itu pada dirinya sendiri.
Tak lama berselang, mobil yang dikendarai oleh Arya, telah sampai di sebuah perbelanjaan yang ada di Kota Bojonegoro itu.
" Ayo Ayah Ibu, kita turun." ucap Gracia dengan nada yang sangat antusias. tentu saja hal itu membuat Lita dan Arya yang melihatnya, sama-sama tersenyum tipis.
Mereka bertiga, berjalan menyusuri pusat perbelanjaan itu dengan saling bergandengan. layaknya sebuah keluarga kecil yang sangat bahagia.
" Ayah, apa kita boleh foto di sana? Gracia ingin menunjukkan pada teman-teman, kalau Gracia punya Ayah" Tanya bocah kecil itu dengan raut wajah sangat polos.
" jangan,"
"Boleh,"
" Kenapa nggak boleh, memangnya permintaan Gracia itu salah ya Ayah?" tanya gadis cantik itu Seraya menundukkan kepala dengan Tatapan yang sangat Sendu.
Seketika itu, Arya menatap tajam ke arah wanita yang ada di sampingnya itu. seakan Tengah Mempertanyakan, Mengapa Lita bisa mengatakan hal itu pada Putri mereka.
" Aku hanya tidak ingin Semua menjadi semakin rumit." ucapnya dengan hati yang sangat Lirih. karena memang, Lita merasa sangat resah.
" itu tidak akan terjadi, karena aku tidak akan pernah mengatakan hal itu pada dia." ucap Arya dengan berlalu dari sana. dan langsung, menuju ke tempat foto.
Dengan wajah sumringah, Gracia foto dengan kedua orang tuanya. dengan hati yang sangat berbahagia.
" Gracia senang sekali, Akhirnya bisa mempunyai foto ini." ucap gadis kecil itu Seraya mengangkat selembar foto yang ada di tangannya.
__ADS_1
" Iya sayang, sekarang kamu bermain saja ya di sana," tunjuk Lita pada sebuah playground yang ada di tempat itu.
" Aku tidak ingin istrimu kamu, karena aku tidak ingin membuat masalah dengan dia." Lita berkata saat dirasa, putrinya telah menjauh untuk bermain.
" kalau itu terjadi, maka aku akan langsung meninggalkan dia. karena memang, wanita yang selama ini aku cintai adalah kamu. bukan dia," ucap Arya Seraya meraih jemari lentik Mantan istrinya itu.
" bullshit!" sentaknya Seraya menepis kasar tangan Arya agar menjauh dari tangannya." Kenapa kau bisa berkata seperti itu, padahal istrimu itu yang membantu kau hingga sukses seperti ini?" tanya Lita Seraya melayangkan tatapan tajam.
Nb : mampir yuk di karya memukau ini, di jamin gak nyesel
Blurb : 8.
SALAH MASUK KAMAR
(Lena Laiha)
Brayan adalah seorang pemuda yang waktu itu sedang dalam pengaruh minuman beralkohol. Dirinya memasuki kamarnya saat dirinya hendak beristirahat setelah puas berpesta minuman keras bersama teman-temannya.
Didalam kamar itu dia melihat ada seorang gadis yang dia pikir adalah, Syahira ~ kekasihnya yang sudah mengkhianati cintanya. Dalam keadaan mabuk, dia melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan.
Brayan merenggut kesucian gadis itu tanpa disengaja. Dia pikir gadis itu adalah, Syahira dan dia berniat ingin memiliki gadis itu seutuhnya.
Dalam keadaan setengah sadar ternyata, Brayan salah memasuki kamar dan yang lebih parahnya lagi gadis itu bukanlah, Syahira.
Apakah, yang terjadi pada gadis itu setelah, Brayan melakukan semuanya pada dirinya?
__ADS_1
Akankah, mereka berubah menjadi saling mencintai setelah apa yang terjadi malam itu?