(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Merasa Senang


__ADS_3

Dada Mario masih naik turun merasakan amarah yang luar biasa. yang kini menyergap tubuh dan hatinya akibat dari insiden yang berjudul terjadi.


Lita yang melihat raut wajah sang suami, segera menggenggam tangan laki-laki itu. mencoba untuk menyalurkan energi positif pada sang suami. karena Lita tahu, Mario saat ini tengah dikuasai emosi yang luar biasa.


"tidak perlu marah-marah, lebih baik kita segera melajukan mobil ini agar kita bisa cepat sampai rumah."ujarnya Seraya menatap ke arah suaminya itu.


Mario yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah sang istri. dan beberapa saat kemudian segera melajukan mobil itu untuk meninggalkan rumah sakit. hatinya masih tidak tenang mendapati bawa istrinya masih dikejar oleh mantan suami.


Namun demikian, Mario merasa sedikit laga. karena dapat menghajar orang itu hingga tak sadarkan diri. karena bagi Mario, Arya memang pantas mendapatkan hal seperti itu.


Kalau saja, dirinya tidak dicegah oleh beberapa orang, maka Mario tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada laki-laki itu.


*****


ak lama berselang, mobil yang dikendarai oleh sepasang suami istri itu, telah sampai di depan rumah mereka.


"Ibu!!"


"Lita!!"


Baru saja, wanita itu keluar dari dalam mobil, dirinya telah disambut oleh teriakan dua orang yang sangat ia kenal. dengan segera, wanita cantik itu menoleh ke arah sumber suara. dan mendapati, Putri serta mertuanya, telah berdiri di teras rumah.


Lita dengan segera berlari dan merantangkan tangan ingin memeluk gadis kecil itu.


brugh


Gracia memeluk ibunya dengan sangat erat dengan disertai isakan tangis dari gadis kecil itu.


"hiks hiks hiks Ibu kemana aja?"gadis kecil itu Soraya mendongakkan kepalanya dan menatap ke arah sang Ibu.

__ADS_1


Membuat Lita yang mendengar itu, meneteskan air matanya karena merasa sangat begitu bahagia karena mendapatkan orang-orang yang sangat menyayanginya dengan tulus.


"Ibu nggak apa-apa sayang, kamu nggak usah khawatir."ucap Lita Seraya tersenyum tipis.


"jadi, ibu selama ini ke mana?"tanya Gracia masih dengan pertanyaan yang sama.


Lita yang mendengar itu, seketika tersenyum kecil. kemudian mengajak semua orang untuk masuk ke dalam rumah. mereka duduk di ruang tamu.


"Ibu kemarin ke rumah nenek sama kakek,"ucap Lita dengan sedikit tubuh bergetar hebat. karena wanita itu, tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya kepada putri kecilnya itu.


Karena Gracia, masihlah sangat kecil untuk mengetahui tentang fakta yang sebenarnya.


"ke rumah nenek? kenapa nggak ajak Gracia?"tanya gadis kecil itu Seraya melerai pelukan dari sang ibu.


Pertanyaan dari putrinya itu, seketika membuat Lita terdiam. dirinya tidak menyangka, bahwa gadis kecil itu begitu sangat kritis dalam mempertanyakan sesuatu.


"itu karena..."belum sempat Lita menjawab pertanyaan putrinya, Mario telah terlebih dahulu menyela ucapan sang istri.


"kenapa?"tanya Gracia dengan raut wajah kebingungan.


"karena kamu kan masih sekolah sayang, kalau terlalu banyak libur nanti dimarahin sama bu guru."ucap Lita dengan cepat.


Setelah mengatakan hal itu, Lita memberikan kode kepada Mbok Robiah untuk membawa Gracia pergi dari sana. karena akan ada obrolan dari para orang dewasa itu.


Mbok Robiah yang mengerti apa yang dimaksud oleh Lita, segera bergegas membawa gadis kecil itu untuk masuk ke dalam kamar. untungnya Gracia tidak bertanya kembali. Gadis itu hanya menurut saat ditarik oleh sang nenek.


"apa yang sebenarnya terjadi Lita?"tanya ibunda Mario saat keadaan telah sepi kembali. dan hanya mereka bertiga yang berada di sana.


"sebenarnya.. sebenarnya kemarin Lita diculik oleh mantan suami,"ucap wanita itu dengan tubuh bergetar hebat.

__ADS_1


Karena Lita yakin, pasti akan mendapatkan sesuatu hal yang di luar dugaannya. entah itu pukulan, jambakan atau bahkan caci maki dari wanita itu. Namun ternyata, semua itu tidak terbukti. karena tiba-tiba saja,...


grep..


Lita merasakan tubuhnya di dekat oleh seseorang. hingga membuat wanita itu yang awalnya menundukkan kepala karena merasa takut, seketika mendongakkan kepalanya. saat merasakan tubuhnya dipeluk oleh wanita paruh baya itu.


"jangan pernah menyembunyikan sesuatu dari kami. karena kami, adalah keluarga kamu."ucap ibunda Mario Seraya mengusap kepala Lita berkali-kali dengan penuh kasih sayang. tentu saja hal itu membuat Lita merasa sangat senang. karena ternyata ekspektasinya tidak sesuai dengan kenyataan. bahkan, ini lebih indah dari sebuah ekspektasi.


"terima kasih Bu, terima kasih karena Ibu telah menerima semua tentang aku. aku kira Ibu akan.."ucapan Lita terhenti saat mendengar sahutan dari sang ibu mertua.


"kamu pikir ibu akan memisahkan kamu dengan Mario? dan membuatmu menderita, begitu?"tanya wanita paruh baya itu Seraya menatap tajam ke arah sang menantu.


"kamu itu, terlalu banyak menonton televisi ikan terbang."ucap sang ibu mertua Seraya menyentil kening Lita. dan kemudian, tertawa kecil. sungguh, Lita merasa sangat bahagia.


****


Sementara di lain tempat, terlihat Cynthia masuk ke dalam sebuah ruangan yang ada di dalam rumah sakit ternama di kota Surabaya itu.


"pagi Dok,"sapa Cynthia Seraya duduk di kursi yang ada di ruangan itu menghadap seorang dokter laki-laki.


"pagi nyonya,"siapa dokter itu yang bernama dokter Rudi.


"langsung saja bagaimana dengan kondisiku?"tanya Cynthia tanpa basa-basi.


Membuat dokter Rudi, seketika tersenyum kecil."Anda sebentar lagi akan sembuh nyonya,"ucap dokter laki-laki itu Seraya menyerahkan sebuah kertas kepada Cynthia.


Tentu saja hal itu membuat wanita glamour itu merasa sangat bahagia. karena ternyata, terapi yang ia jalani selama ini hampir menunjukkan kesuksesan.


"jadi apakah saya akan cepat sembuh?"tanya Cynthia.

__ADS_1


"anda akan segera sembuh jika mengikuti semua saranku."ucap dokter Rudi Seraya menyerahkan sebuah kotak kecil kepada Cynthia.


"minum ini secara rutin. dan sering melakukan terapi. Maka akan cepat membuatmu sembuh."ucap dokter Rudi.


__ADS_2