
Gracia masuk ke dalam rumahnya dengan langkah gontai. Dirinya, baru saja mendapatkan surat peringatan dari sekolah. Karena telah berani mendorong temannya hingga terluka sedikit serius.
"huh, kenapa harus aku yang dihukum? ini kan kesalahan mereka?" tanya gadis cantik itu merasa tidak terima karena sudah diberi surat peringatan dari Miss Agatha.
" tolong, berikan ini pada Ibumu nanti setelah pulang." begitulah ucapan dari gurunya itu.
Tentunya, Hal itu membuat Gracia merasa sedikit takut akan kemarahannya akan dia terima. Namun, gadis itu mencoba untuk menenangkan hatinya.
" kenapa aku harus takut, kan ini bukan kesalahanku?" tanya Gadis itu pada dirinya sendiri.
Akhirnya, Gracia memutuskan untuk segera masuk ke dalam kamar untuk berganti baju dan juga melakukan makan siang. Karena memang, hari ini dirinya pulang terlambat. akibat dari masalah yang baru saja ia alami itu.
****
Gracia kini berada di taman kecil milik ibunya di depan kolam ikan yang sengaja dipelihara. mata gadis itu, sejenak terpejam. untuk merasakan sensasi sejuk yang ada di halaman belakang rumahnya itu. Karena memang, belakang rumahnya itu sangatlah sejuk akibat ditumbuhi oleh pohon-pohon beringin.
Gadis berusia 5 tahun itu, memang tidak seperti gadis kecil pada umumnya. Karena, kebanyakan gadis kecil akan menangis jika mendapatkan hal-hal buruk dalam hidupnya. Namun, Sepertinya itu tidak berlaku untuk Gracia. gadis kecil itu bertekad akan menghadapi semuanya dengan lapang dada.
Karena memang, ini adalah kesalahannya karena melakukan keributan di lingkungan sekolah. apalagi, sampai membuat orang lain cedera.
" semoga, Ibu tidak akan marah saat tahu hal ini." gumam gadis kecil itu Seraya beranjak dari tempat duduknya. Kemudian, melangkahkan kakinya untuk menuju ke dalam rumah.
__ADS_1
***
Sore hari pun, tiba. Membuat Gracia menjadi sedikit was-was. Karena, sejujurnya gadis kecil itu merasa takut akan kemarahan ibunya. jika mengetahui fakta ini.
" aku harus menghadapinya." gumamnya Seraya beranjak dari tempat tidur. Kemudian, melangkahkan kaki untuk menuju ke ruang tamu.
tepat, setelah Gracia mendudukkan dirinya di kursi ruang tamu, terdengar seseorang mengetuk pintu. dan dengan segera, gadis kecil itu membukanya.
" halo sayang, Apa kamu sudah makan?" tanya Lita yang baru saja menginjakkan kakinya di teras rumah itu.
" Sudah Bu, Ayo ikut Cia." ucap gadis itu dengan sedikit menundukkan kepala.
Sementara Gracia yang mendengar itu, menghirup udara sebanyak mungkin, sebelum akhirnya menghembuskan nafas itu secara perlahan.
" Ibu janji ya, kalau Gracia cerita, ibu jangan marah?" pinta gadis itu pada sang ibu.
" Memangnya kenapa?" tanya Lita mulai penasaran dan juga ada rasa takut yang menyergap hatinya.
Dengan perlahan, Gracia mulai menceritakan semuanya pada sang ibu. hingga membuat wanita cantik itu, seketika menggelengkan kepala karena merasa tak percaya. jika putrinya, berbuat seperti itu.
" Kenapa kamu berbuat seperti itu?" tanya Lita menatap tajam ke arah putrinya itu. hingga membuat gadis kecil itu, seketika menunduk ketakutan.
__ADS_1
"ma-maafkan Gracia, Gracia tidak bermaksud untuk melakukan hal itu. kalau saja, mereka tidak berbuat terlebih dahulu, maka, Gracia juga tidak akan pernah melakukan hal itu.
Plak
Plak
Plak
tiga pukulan, mendarat mulus di tangan mungil Gracia. hingga membuat Tangan Mungil itu memerah karena pukulan dari Lita.
" Ampun Bu! sakit! Arrrgggh!" ucap Gracia Seraya mengerang kesakitan. Karena, gadis cantik itu baru pertama kali melihat kemarahan besar dari ibunya.
" seharusnya, kamu tidak perlu melakukan hal itu! Jangan pernah membalas perbuatan jahat dengan perbuatan jahat juga! Paham?!" tanya Lita Seraya menatap putrinya itu dengan tatapan tajam.
Dengan segera, gadis kecil berusia 5 tahun itu menganggukkan kepala. sebagai pertanda, bahwa dirinya mengerti.
Gracia tidak bisa menyangka jika ibunya akan semarah ini. Apalagi, ini bukanlah 100% kesalahannya. semut tidak akan pernah menggigit jika tidak pernah diusik. Entah dari mana, gadis kecil itu memiliki pemahaman seperti itu.
Sementara Lita yang merasa kesal bercampur sedih, segera meninggalkan Gadis itu seorang diri. wanita cantik itu, sebenarnya tidak bermaksud untuk semarah itu dan menghukum putrinya sendiri hingga seperti itu. Namun, Lita hanya tidak ingin jika putrinya menjadi sosok pribadi yang dendam di kemudian hari. jika tidak dicegah dari sekarang.
Walaupun, Lita juga merasa kesal saat mendengar cerita dari putrinya itu. Namun, wanita itu tetap akan menanamkan nilai-nilai kebaikan di dalam diri putri kesayangannya itu.
__ADS_1