(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Hampir Saja


__ADS_3

Setelah hampir beberapa saat, Mario malah semakin resah. karena sampai saat ini, ponsel milik istrinya tidak dapat dihubungi.


"coba saja aku telepon Mbok Robiah,"gumam laki-laki itu pada dirinya sendiri. dengan segera, langsung mengeluarkan ponselnya dan di dalam saku celananya.


"halo Mbok Robiah, apakah Lita sudah sampai di rumah?"tanya laki-laki itu saat panggilan itu telah tersambung.


"maaf, tapi sampai sekarang Lita belum pulang dari mengantarkan Gracia tadi pagi," ucap Mbok Robiah dengan nada berhati-hati.


Degh


Seketika itu pula, jantungnya seakan ingin lepas dari tempatnya saat mendengar pengakuan dari wanita paruh baya itu.


"apa dia sudah menghubungi rumah?"tanya Mario pada wanita paruh baya itu.


"tidak, Lita belum sama sekali memberikan kabar."jawab Mbok Robiah.


Tanpa berpikir panjang lagi, laki-laki tampan itu segera menutup panggilan telepon dan langsung menyambar kunci mobil yang tergeletak di atas meja.


"Bapak mau ke mana?"tanya salah satu karyawan Mario saat tak sengaja berpapasan di depan pintu ruangan Mario.


"saya ingin pergi ke luar sebentar. tolong kamu gantikan saya untuk beberapa saat."ucapnya Seraya menyerahkan sebuah flash disk pada orang itu.


"loh Pak Mario serius?"tanya karyawan itu merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar itu.

__ADS_1


Karena sebelum-sebelumnya, Mario tidak pernah menyerahkan urusan kepemimpinan perusahaan, pada orang lain. karena menurut laki-laki itu, kepercayaan itu sangat mahal harganya. dan tidak boleh diserahkan ke sembarangan orang. jika tidak ingin sesuatu akan hancur ke depannya.


Namun, hari ini laki-laki itu menyerahkan kepemimpinan pada sang asisten yang merangkap sebagai karyawan biasa di perusahaan itu.


"Tama, segera kau urus saja ya. saya ada urusan sebentar,"ucap Mario Seraya melangkah pergi dari tempat itu. dan dengan segera, langsung melajukan kendaraannya meninggalkan tempat itu.


Bahkan, Mario tidak memperdulikan teriakan dan makian dari beberapa pengendara saat dirinya menyalip dengan kecepatan tinggi. yang ada di dalam otaknya saat ini, adalah keselamatan dari sang istri.


Satu jam kemudian, mobil yang di kendarai oleh Mario, telah sampai di depan sekolah milik Putri sambungnya. dan dengan segera, laki-laki tampan itu turun dari dalam mobil.


"permisi Pak, apakah bapak melihat istri saya keluar dari kawasan sekolah ini?"tanya Mario pada petugas keamanan yang berjaga di depan gerbang sekolah itu.


"istri bapak yang mana?"tanya si petugas keamanan. karena memang, banyak orang tua yang mengantarkan putra-putrinya untuk masuk ke dalam lingkungan sekolah itu. sehingga, si petugas keamanan tidak mungkin menghafal wajah satu persatu dari para wali murid itu.


Si petugas keamanan seketika merasa terkejut. dan itu tampak sekali terlihat dari penglihatan Mario.


"ada apa Pak, kenapa bapak menjadi panik seperti itu?"tanya Mario dan juga mulai ikut merasa panik.


"tadi saya lihat, Ibu ini dibawa sama seorang laki-laki. saat saya menghampiri mereka, laki-laki itu berkata jika dia adalah suami dari wanita itu. jadi, saya tidak merasa curiga sedikitpun."


Tanpa pikir panjang lagi, Mario segera berlari untuk masuk ke dalam mobil dan langsung mengajukannya untuk mencari keberadaan sang istri.


"sialan! ini pasti ulah dari laki-laki itu, dasar brengsek!"maki Mario Seraya memukul setir mobil.

__ADS_1


******


Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di sebuah rumah kosong yang berada di pinggiran kota Surabaya, terlihat Arya tengah memandangi wajah cantik dari Lita.


Wanita itu, masih tak sadarkan diri. akibat sesuatu yang menghantam tengkuknya.


"kau memang cantik, sayangku!"ujar laki-laki itu Soraya mengusap kepala dan wajah wanita itu dengan gerakan lembut.


"aku sungguh-sungguh mencintaimu!"ucapnya penuh dengan penekanan. dan setelah beberapa saat, laki-laki itu tertawa hambar.


"aku memang sudah gila, karena melepaskanmu demi wanita itu!"ucapnya Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat. mengeram kesal.


"tapi, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk merebut kembali dirimu dan juga anak kita,"ucapnya Seraya tersenyum manis. setelahnya,..


Cup


Arya tanpa aba-aba, mengecup kening dan juga pipi dari wanita itu. kemudian, setelahnya, menatap wanita yang sangat Di cintai itu dengan tatapan yang sangat dalam.


Di saat, laki-laki itu akan berbuat lebih terhadap Lita, Dan hampir saja mendaratkan kecupan di bibir tipis wanita itu, suara deringan ponsel mengudara.


Tentu saja, hal itu membuat Arya, merasa sangat geram. " Ck, ini pasti wanita itu dasar pengganggu!"ucapnya memaki entah pada siapa.


Namun demikian, Arya masih mengangkat panggilan dari istrinya itu dengan suara lembut dan juga disertai senyuman manis.

__ADS_1


__ADS_2