(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Kebenaran Itu Sakit


__ADS_3

Setelah menerima panggilan dari sang suami, Lita dengan segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Gracia, sudah diurus oleh Mbok Robiah. dan saat ini, Tengah disuapin makan oleh wanita paruh baya itu.


" sebenarnya, Mas Arya mau ngomong apa sih, kok aku jadi deg-degan gini, kenapa aku disuruh siap-siap?" pertanyaan demi pertanyaan, seketika berputar-putar memenuhi kepalanya.


Hampir 30 menit, Lita membersihkan diri. dan setelah selesai, wanita cantik itu segera keluar dari dalam kamar dengan memakai pakaian yang setelah ia bawa.


****


" Mbok, Apakah Gracia sudah makan?" tanya wanita cantik itu Seraya menghampiri kursi yang tengah diduduki oleh Mbok Robiah dan juga baby Gracia.


" sudah nyonya, Nona Gracia sudah makan." Mbok Robiah tampak tersenyum tipis. Kemudian, mata wanita paruh baya itu menatap ke arah paha bayi mungil itu.


Dimana, di sana tampak jelas sekali bekas memar yang terbentuk seperti telapak tangan orang dewasa. Tentu saja hal itu membuat Mbok Robiah yang melihatnya, merasa sangat teriris.


Bagaimana tidak, seorang anak kecil yang tidak tahu menang tentang apapun, diperlakukan seperti ini. Apalagi, orang yang memperlakukannya adalah ibu kandungnya sendiri.


Sosok yang sering digadang-gadang dan puja-puja, sebagai makhluk yang memiliki rasa kasih sayang yang sangat besar. Namun, Mengapa kasus ini berbeda.? Entahlah. Robiah tidak ingin ikut campur dalam urusan orang lain.


Sesekali wanita paruh baya itu, akan menghela nafas panjang. dan setelahnya, kembali bercanda dengan bayi mungil itu. Sementara Rita sendiri, merasa tidak tenang. entahlah. kita juga merasa tidak tahu mengapa perasaannya begitu kacau seperti ini.


Tin tin tin.


Tok tok tok


Terdengar bunyi sebuah klakson mobil di depan rumah Lita. disusul dengan suara ketukan di pintu rumah itu. tentu saja hal itu membuat Lita merasa semakin cemas.


Dengan perlahan-lahan, wanita cantik itu melangkahkan kakinya menuju ke pintu utama. dan dengan segera, membuka pintu itu secara perlahan.


Sementara Mbok Robiah, mengikuti dari belakang Seraya menggendong baby Gracia.

__ADS_1


Ceklek.


"Mas,"


seru Lita saat baru saja membuka pintu rumahnya. dan mendapati, sosok suaminya Tengah mematung di depan rumahnya. suasana seketika menjadi sangat hening.


Tidak ada pergerakan apapun dari makhluk yang ada di sekitaran rumah Lita. Seakan, Tengah menggambarkan suasana yang begitu tegang dan juga penuh debaran di dalam dada.


"Mas Arya Pu-pulang?" tanya wanita itu dengan nada yang sangat terbata-bata. dan juga, tubuh yang sangat bergetar hebat.


Seakan akan, tulang-tulangnya seperti dilolosi dan tidak bisa menopang tubuhnya itu. dan seketika itu pula,...


Brugh


Lita segera memeluk suaminya itu dengan sangat erat. wanita cantik itu, segera menumpahkan air mata dan juga semua unek-uneknya yang ia pendam selama ini dalam hati.


Tak tahukah Arya, bahwa istrinya itu hampir saja gila dan menyakiti Putri kesayangannya akibat depresi yang terjadi. Dikarenakan, terlalu memikirkan dirinya,?


Arya yang mendengar itu, tak menjawab pertanyaan dari sang istri. Namun, dengan segera laki-laki Tampan itu menarik tangan istrinya untuk masuk ke dalam rumah.


" Ada apa mas, Kenapa wajahnya seperti itu?" katanya Lita dengan ekspresi wajah kebingungan. Namun, wanita cantik itu tidak menampik. jika ada secercah rasa takut dan juga gelisah yang menyelinap masuk ke dalam hatinya.


" Maafkan aku Lita, tapi sepertinya, pernikahan ini, sudah tidak bisa dilanjutkan lagi." ucap laki-laki itu Seraya menatap lurus ke arah istrinya itu.


Mendengar penuturan dari suaminya itu, sontak saja membuat mata Lita, seketika membulat sempurna." Apa maksud kamu Mas?" tanya wanita itu dengan nada yang sangat gemetar.


air matanya, mengalir dengan cukup terasa membasahi wajah cantik milik wanita itu. Sementara Arya, yang masih berada di hadapannya, hanya terdiam membisu.


Laki- laki itu, menatap datar ke arah Lita. tentu saja, itu membuatnya, semakin berlinang air mata.

__ADS_1


" hiks hiks hiks Kamu jahat Mas!" teriaknya dengan sangat lantang. hingga membuat baby Gracia, seketika terkejut dan menangis cukup kencang.


Dengan Sigap, Mbok Robiah segera menggendong dan membawa bayi mungil itu untuk masuk ke dalam rumah. Sementara Arya yang melihat itu, seketika mematung di tempatnya Seraya menatap ke arah belakang tubuh Lita dengan Tatapan yang sangat Sendu.


" Kamu jahat Mas! Kenapa kamu lakukan ini padaku? apa sebenarnya maumu? hah!" bentaknya disertai isak tangis yang menggema di dalam rumah itu.


Tentu Saja, itu membuat beberapa warga yang kebetulan melintas, seketika menghentikan langkahnya. dan dengan segera, mereka semua, berbisik satu sama lain.


" Tuh kan memang benar apa yang aku pikirkan selama ini. Lita itu bukan wanita baik-baik. Buktinya, sekarang laki-laki yang Katanya suaminya itu malah bertindak seperti itu," ucap si wanita Tambun yang tak lain adalah si provokator waktu itu.


Entah Apa penyebabnya, tapi wanita itu sangat-sangat membenci keberadaan Lita. Padahal, mereka sama-sama tidak mengenal satu sama lain. dan jarang sekali bertemu ataupun tetap muka. tapi mengapa, wanita itu begitu membenci sosok Lita.


Setelah puas membicarakan tentang kehidupan Lita, mereka semua, segera meninggalkan tempat itu.


***


" jawab Mas, apa sebenarnya maksudmu?!" tanya wanita itu Seraya menatap ke arah laki-laki yang masih menjadi suaminya itu dengan tatapannya begitu mengerikan.


" Maafkan aku Lita, sebenarnya, selama ini aku sudah memiliki istri. yang sudah aku nikahi, hampir 5 Tahun Lamanya. Tapi, pernikahan kami belum juga mendapatkan keturunan." ucap Arya akhirnya berkata jujur.


Jederrrr!!!


Seketika itu pula, seperti ada kilatan petir yang menyambar tubuh Lita hingga membuat wanita itu, seketika duduk berlutut. Seraya menangis tersedu-sedu. bahkan wanita itu menangis meraung-raung. seperti seseorang yang tengah katanya kan makhluk halus.


"huhuhuh, hiks hiks hiks, kenapa, kenapa Mas jahat banget sama aku Mas?! Kenapa!" ucap Lita Seraya berteriak cukup kencang.


Dirinya sama sekali tidak memperdulikan ucapan dari para Tetangga. yang mungkin saja, mendengar teriakan itu. toh jika memang mereka mengetahui semuanya, Lita tidak bisa berbuat apa-apa. karena memang apa yang mereka tuduhkan itu benar adanya. Bahwasanya dirinya yang menjadi duri dalam sebuah hubungan wanita lain.


Bukan seperti Perkiraannya. yang menganggap, suaminya berselingkuh dengan wanita lain. namun justru, dirinyalah yang menjadi wanita selingkuhan itu. Jujur Saja, dirinya merasa sangat malu dengan apa yang menimpa hidupnya saat ini.

__ADS_1


" Kamu jahat Mas hiks hiks!" serunya dengan bibir bergetar hebat menahan rasa sesak yang menyeruak di dalam dada.


__ADS_2