(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Bahagia


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian yang hampir merenggut nyawa Lita, Mario semakin protektif terhadap istrinya itu. Tentu saja laki-laki itu melakukan semua ini, karena tidak ingin kejadian seperti itu terulang lagi. walaupun, awalnya adalah rencana mereka untuk menjebak Arya. namun laki-laki itu tidak pernah menyangka, jika Arya akan sedekat itu untuk mendapatkan Lita.


Memang, manusia jika sudah dibutakan oleh cinta, akan melakukan hal bodoh apapun. bahkan tak jarang dari mereka, hingga menyepelekan marabahaya yang akan mengintai kehidupan mereka. Memang, sekuat itulah kekuatan cinta.


Maka dari itu, jangan pernah berlebihan dengan sesuatu hal di dunia ini. termasuk juga rasa cinta. karena, jika rasa cinta itu berlebihan, maka suatu saat hanya penyesalan yang akan mereka dapatkan. Karena mencintai manusia secara berlebihan, akan membuat rasa kecewa itu semakin dalam jika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.


"sayang kenapa melamun?"tanya Mario Seraya mengusap pundak istrinya itu dengan lembut.


Sontak saja ucapan dari Mario itu, membuat Lita sedikit tersingkat kaget. "astaghfirullahaladzim! Mas ini ngagitin aja!"ucap Lita Seraya mengusap dadanya yang terasa berdenyut kencang akibat rasa terkejut yang berlebihan.


Mario yang mendengar itu hanya terkekeh pelan. kemudian, laki-laki itu menyerahkan ponsel miliknya kepada sang istri.


Tentu saja hal itu membuat Lita, merasa kebingungan dengan tingkah suaminya itu.


"coba kamu lihat di dalam ponsel itu,"perintah laki-laki itu dan langsung dituruti oleh Lita.


Walaupun, Lita merasa heran dengan sikap suaminya itu. untuk apa dirinya harus membuka ponselnya. toh Lita juga bukan seseorang yang sangat kepo terhadap benda milik orang lain.


Namun demikian, wanita itu tetap membuka ponsel milik Mario. dan betapa terkejutnya wanita itu, saat memutar sebuah video di dalam ponsel itu.


Mata Lita sampai menatap suaminya sampai beberapa kali karena merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"ini serius Mas?"tanya Lita untuk memastikan apakah itu benar atau hanya prank semata.


Mario yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala.


"kenapa Mas melakukan itu?"tanya Lita masih mencoba untuk mencari alasan tentang suaminya yang melakukan hal yang menurutnya tidak perlu.

__ADS_1


"karena Mas ingin, mereka mendapatkan balasan atas perbuatan mereka."ucap Mario dengan mata memerah menahan amarah.


"tapi seharusnya tidak perlu mas, aku sudah memaafkan mereka."ucap Lita menundukkan kepala. kita itu merasa tidak tega dengan nasib Bu Rahmi dan juga yang lain.


Yap. video itu adalah detik-detik penangkapan para wanita penggosip itu. mereka sengaja dilaporkan oleh Mario dengan tuduhan pencemaran nama baik. karena Mario, merasa geram dengan tingkah mereka yang selalu mengganggu Lita dan juga Gracia. dan seringkali memfitnahnya.


Walaupun Lita pernah merasakan sakit hati akibat ulah mereka, namun Lita tidak sampai hati untuk memenjarakan mereka.


"ingat sayang, sesuatu yang kita perbuat itu akan ada balasannya. dan Mas pikir, ini balasan yang setimpal untuk mereka. toh mereka dipenjara hanya 6 bulan saja. tidak sebanding dengan fitnah yang mereka tebarkan terhadap kamu,"ucap Mario Seraya mengusap kepala istrinya dengan perasaan sayang.


Apa yang dikatakan Mario itu memang ada benarnya juga. semua perbuatan yang manusia lakukan, akan mendapatkan balasan dari sang pencipta. maka dari itu, jangan pernah semena-mena dengan orang. atau bahkan, sampai memfitnah orang itu dengan hal yang tidak tidak. karena fitnah itu adalah pembunuhan karakter untuk seseorang.


"Papa Ibu!"tiba-tiba, terdengar suara anak kecil yang memanggil mereka dari depan pintu kamar yang tidak tertutup itu.


"sayang sini!"ucap mereka berdua Seraya.melambaikan tangan kepada gadis kecil itu. dan hal itu langsung dituruti oleh Gracia.


uhuk uhuk uhuk


Seketika itu pula, Lita langsung tersedak air ludahnya sendiri. saat mendengar ucapan itu meluncur bebas dari mulut kecil putrinya. dan seketika itu pula, wajahnya memerah.


Karena, semalam Mario juga mengatakan hal yang sama. ternyata batin Mario dan juga Gracia, telah menyatu seperti selayaknya ayah dan anak. buktinya mereka dapat mengatakan hal yang sama secara hampir bersamaan.


"Gracia mau punya adik?"tanya Mario Seraya melirik istrinya dengan senyuman jahil.


"tentu saja papa, soalnya teman-teman Gracia punya adik semua. cuma Gracia yang gak punya adik,"jawab Gadis itu dengan polosnya.


Lita yang mendengar itu, seketika melongo. tidak percaya dengan jawaban yang dilontarkan oleh putrinya itu. gadis kecil itu berpikir, jika membuat adik itu segampang membuat kue lebaran, pikir Lita.

__ADS_1


"oke kalau gitu, nanti papa sama ibu buatkan adik."ucap Mario dengan nada entengnya.


Tentu saja hal itu membuat Lita, merasa sangat terkejut. wanita itu menatap suaminya dengan tatapan yang sangat tajam. dan hanya dibalas senyuman kecil oleh laki-laki itu.


"oke kita punya adik bye papa ibu!"ucap gadis itu segera berlari keluar dari kamar orang tuanya.


"dasar ya kamu Mas,"ucap Lita Seraya mencubit lengan laki-laki itu berkali-kali. hingga si pemilik, seketika mengadu kesakitan.


"aduh sayang, sakit. jangan dicubit ih."ucap Mario Seraya berusaha menghindar dari istrinya itu.


beberapa bulan kemudian,...


Sesuai permintaan Gracia, akhirnya gadis kecil itu mempunyai adik. saat ini mereka tengah berada di sebuah rumah sakit di kota Tuban. karena Lita ingin memeriksakan kandungannya di sana.


wanita cantik itu kini tengah mengandung usia kehamilan 5 bulan. wanita itu mengajak suami dan juga anaknya untuk singgah di rumah yang pernah dibelikan oleh Arya. sementara pada tetangga julid Lita, telah insyaf mereka telah berbuat baik terhadap wanita itu.


mungkin karena mereka takut, akan dicetuskan oleh Mario ke penjara. maka dari itu, mereka memutuskan untuk berdamai dengan wanita cantik itu.


"aku sungguh sangat bahagia, terima kasih karena kamu telah banyak berjasa untuk kehidupanku dan juga Gracia. aku mencintaimu!"ucap Lita penuh dengan senyuman kebahagiaan.


"aku juga mencintaimu sayang, terima kasih telah menjadi wanita yang paling sabar di muka bumi ini,"ucap Mario Seraya mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang.


Mereka kembali memandang Gracia yang tengah bermain dengan teman-teman sebayanya.


Sungguh, Lita tidak pernah menyangka akan mendapatkan kebahagiaan seperti ini. wanita itu berpikir, selama sisa hidupnya hanya akan ada kepedihan dan juga kesakitan. tapi kenyataannya tidak. Tuhan itu maha adil. setiap ada air mata, pasti ada tawa yang berganti. begitulah kehidupan. tidak akan pernah tahu ke depannya seperti apa. jadi kita sebagai manusia, hanya dapat berusaha sebaik dan semaksimal mungkin. karena yang menentukan semuanya, hanyalah Tuhan sang pencipta alam dan pencipta kehidupan.


Tamat

__ADS_1


__ADS_2