
Sore harinya, seperti biasa Lita pulang bersama Mbok Robiah dan juga Gracia. mereka baru saja tiba dari toko kue milik Lita.
" hari ini lumayan rame ya Lita,?" Mbok Robiah berkata Seraya berjalan di samping wanita cantik itu.
Sementara Lita yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, tersenyum tipis Seraya tangan lentiknya membuka pintu rumahnya.
" semoga saja, seterusnya, akan mendapatkan pelanggan yang lebih banyak Ya mbok," ucapnya Seraya duduk di kursi ruang tamu. Saat mereka sudah berada di dalam rumah.
Mbok rabiah yang mendengar itu, menganggukkan kepala. kemudian, dengan segera langsung menuju ke arah kamar. karena harus membersihkan diri. karena memang, sudah masuk waktu salat magrib.
" Mbak, nanti setelah salat, saya titip Gracia ya, Saya mau masak. setelah itu melaksanakan ibadah." ucap Lita saat melihat Mbok Robiah hampir menghilang dari balik tembok.
Wanita paruh baya itu, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam kamar pribadinya.
****
Sepuluh menit kemudian, Gracia sudah dijaga oleh Mbok Robiah. Hal itu membuat Lita dengan leluasa dan bebas untuk membuat masakan untuk makan malam mereka.
Walaupun pagi ini sudah membeli makanan jadi dari warung yang tak jauh dari toko kuenya, namun tetap saja wanita itu akan memasak. Karena merasa tidak yakin dengan makanan yang dibeli dari luar.
Ya walaupun, lauk dari luar itu, tetap dia makan bersama Mbok Robiah. Namun demikian, Lita juga masih memasak menu yang lain. untuk mengimbangi makanan dari luar. biar seimbang katanya.
" kalau dipikir-pikir, makanan dari luar ini sebenarnya tidak sehat ya," Mbok Robiah berkata Seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Lita yang mendengarnya, menganggukkan kepala Soraya tersenyum kecil." ya makanya itu mbok, Lita memutuskan untuk memasak makanan lain untuk mengimbangi makanan dari luar." ujarnya Seraya kembali menyuapkannya bubur kepada Gracia.
Di saat mereka Tengah menikmati makan malam mereka, dari arah luar terdengar pintu diketuk. Hal itu membuat Lita yang mendengarnya, menghentikan aktivitas. Kemudian, dengan segera berjalan untuk membukakan pintu itu.
__ADS_1
Walaupun wanita cantik itu merasa sangat Waspada. Karena, di desa ini tidak ada orang yang menyukainya. hanya Pak RT dan Pak Kades yang dapat menerima Lita dengan lapang dada. Hal itu membuat wanita cantik itu, merasa sangat Waspada dan juga was-was.
Kemudian, Lita segera mengintip ke arah luar dari jendela kaca yang tembus pandang. Seketika itu pula, tubuh Lita seakan berhenti bergerak. dengan jantung, yang berdegup cukup kencang.
Bagaimana tidak, di luar rumahnya saat ini, tengah berdiri sosok manusia yang sangat Lita benci. dan sangat wanita itu hindari.
" mau apa dia ke sini?!" tanya Lita mengeram kesal kepada dirinya sendiri. wanita cantik itu, sama sekali tidak Sudi untuk bertatap muka dengan laki-laki itu.
Namun, sesaat kemudian mata Lita seakan menatap Awas ke arah sekeliling rumahnya. wanita cantik itu, merasa sangat takut jika para tetangga rempong itu.
Bukan rasa takut yang menggelayuti hati Lita. Melainkan, perasaan Jengah dan juga lelah jika harus terus menerus berhadapan dengan para tetangga itu.
Semakin lama, ketukan pintu itu semakin keras hingga membuat Lita merasa sangat tidak nyaman. dan dengan segera dan terpaksa, membuka pintu itu. karena tidak ingin menimbulkan kegaduhan.
" mau apa kau kemari?!" tanya Lita saat wanita cantik itu baru saja membuka pintu rumahnya.
Entah apa yang di mau oleh laki-laki itu hingga terus mengganggu kehidupan Lita dan keluarganya. yang kini, sudah mulai tenang dan tentram kan oleh suatu keadaan dan kenyataan yang baru saja di pura-purandakan oleh laki-laki itu.
" Lita, Aku bawakan ini untukmu dan untuk anak kita." ucap Arya Seraya menyerahkan sebuah paper bag besar.
Namun seketika itu pula, benda yang ada di tangan Arya, segera melayang dan jatuh ke lantai. akibat dari hempasan tangan mungil milik Lita.
" tidak perlu! aku tidak perlu menerima bantuan dan belas kasihan darimu!" ucapnya dengan nada yang sangat Ketus dan juga dingin.
hal itu semakin membuat Arya yang mendengarnya, semakin menganga lebar. karena tidak mempercayai sikap dan tingkah laku dan wanita yang ada di hadapannya itu. Karena sebelumnya, Lita adalah sosok wanita yang sangat lemah lembut dan juga penyayang. namun sekarang, berubah menjadi seperti orang lain.
" kenapa kau berubah seperti ini Lita, mana Lita yang dulu lemah lembut, Mengapa sekarang menjadi orang yang sangat dingin seperti ini?" tanya Arya Seraya menatap mata wanita itu.
__ADS_1
"Cih," dengan segera, Lita berdecih saat mendengar ucapan memuakan dari laki-laki yang ada di hadapannya itu." tidak Sadarkah dirimu, kau yang membuat aku sampai seperti ini. dasar bedebah!" ucapnya Seraya mendorong kasar tubuh laki-laki itu.
Kemudian, dengan segera menutup pintu itu tanpa mau melihat orang yang ada di hadapannya.
Brak
Seketika itu pula, Arya terjingkat kaget. saat pintu rumah itu tertutup dengan sangat kencang. Kemudian, menatap nanar rumah yang pernah menjadi tempat yang paling bahagia bagi laki-laki Tampan itu.
" Maafkan Aku."
Arya berkata dengan sangat Lirih, dan dengan segera, langsung melangkahkan kakinya untuk menjauh dari rumah wanita yang menjadi masa lalunya itu.
****
" kenapa mukamu kusut begitu?" tanya Mbok Robiah dari arah belakang tubuh wanita itu. hingga membuat Lita yang mendengarnya, sedikit terjingkat karena merasa terkejut.
" Astagfirullah! Mbok ini ngagetin aja! Untung gak jantungan." ucapnya Seraya menggerutu kesal.
" lagi pula, kamu ngapain berdiam diri di sini. nih sepertinya Gracia sudah mengantuk." ucap wanita paruh baya itu Seraya menyerahkan balita berusia 1 tahun itu, ke dalam dekapan ibunya.
Lita yang mendengar itu, langsung meraih dan mendekap tubuh mungil putrinya. dan dengan segera, langsung membawanya ke kamar untuk ditidurkan.
" sayang, semoga, setelah ini, pengganggu itu tidak akan pernah datang lagi ke dalam hidup kita. maafkan Ibu karena harus memisahkanmu dengan ayah kandungmu. Karena Ibu yakin, laki-laki itu pasti tidak akan pernah menganggapmu." ucapnya berbisik di telinga balita yang mulai terlelap itu.
Lita bertekad akan berusaha membesarkan putrinya seorang diri. tanpa bantuan laki-laki lain. dan sebisanya, dirinya akan selalu setia tidak akan pernah menikah lagi. Karena tidak ingin, anaknya merasa kekurangan kasih sayang.
" semoga apa yang aku lakukan ini sudah tindakan yang benar ya Allah." ucapnya Seraya berlinang air mata.
__ADS_1
Karena mau bagaimanapun juga, wanita cantik itu tidak bisa memisahkan darah yang mengalir dari ayah dan anak