(Bukan) Anak Di Luar Nikah

(Bukan) Anak Di Luar Nikah
Akhirnya,...


__ADS_3

Hari ini, Lita mengajak Gracia dan Mbok Robiah untuk menikmati makanan di Kota Bojonegoro. Karena, di kota itu terdapat makanan yang sangat enak.


" Gracia, kita siap-siap yuk." ucap Lita Seraya membuka pintu kamar anaknya.


Membuat gadis kecil yang mendengarnya, seketika muncul dari balik pintu." memangnya kita mau ke mana, Bu?" tanya Gracia Seraya menghampiri ibunya.


Lita yang mendengarnya, seketika berjongkok dan mengusap kepala gadis itu." kita mau ke kota Bojonegoro. hari ini, kan Gracia naik kelas. jadi, Ibu mau traktir Gracia untuk makan sepuasnya." ucapnya Seraya mengulas senyum tipis.


Mendengar ucapan dari ibunya, membuat Gracia seketika berteriak kegirangan. gadis itu bahkan sesekali melompat-lompat kecil karena sangat merasa excited dengan ucapan yang dikatakan ibunya.


" Hore asik makan!" teriaknya Seraya sesekali memutari tubuh ibunya.


Tentu saja hal itu membuat Lita, seketika terkekeh pelan. Ternyata, putrinya tumbuh sebagai gadis yang ceria. Namun sayangnya, keceriaan itu hanya ditunjukkan Gracia dihadapan dirinya dan juga mbok Robiah. Karena, jika berhadapan dengan orang lain, gadis kecil itu akan memasang wajah yang sangat dingin dan juga angkuh. entah apa penyebabnya.


" Ya sudah, sana siap-siap." perintah Lita pada Putri kecilnya itu. dan dengan segera, langsung diangguki oleh Gracia. gadis kecil berusia 5 tahun itu segera berlari menuju ke kamar mandi.


Membuat Lita merasa heran. Karena, Gadis itu jika berhadapan dengan dirinya dan juga Mbok Robiah, sangatlah manis seperti anak kecil kebanyakan. Namun, setelah bertemu dengan orang lain, maka sifatnya akan berubah 180 derajat.


Apakah ini yang disebut sebagai penyakit mental? Entahlah. namun yang jelas, Lita akan berusaha terus berkomunikasi dan membujuk gadis itu agar sedikit dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. wanita cantik itu juga merasa takut jika anaknya menjadi sosok introvert seperti dirinya.


Untuk itulah, Lita memutuskan untuk memberi sedikit terapi pada gadis kecilnya itu. Walaupun, Lita juga tidak tahu, terapinya ini, tepat atau salah. karena dirinya, belum sempat berkonsultasi lagi dengan dokter kepercayaannya.


Wanita cantik itu hanya berharap, jika usahanya sering membawa jalan-jalan putrinya itu akan mengurangi sikap dingin gadis kecil itu.


" Ibu, aku sudah siap!" ujarnya Seraya membuka pintu kamar Lita. dan dengan segera, wanita cantik itu beranjak dari duduknya dan menghampiri Gracia. Kemudian, dengan segera menggandeng Tangan Mungil gadis kecil itu.


" ayo sayang, kita berangkat." ujarnya Seraya berjalan keluar dari dalam kamar." Mbok Robiah, ayo!" ucap Lita dengan nada Sedikit keras. Karena, kebetulan wanita paruh baya itu berada di belakang rumahnya.


Sehingga harus sedikit berteriak untuk dapat memanggil wanita paruh baya itu. dan tak lama berselang, Mbok Robiah keluar dengan langkah sedikit tergopoh-gopoh..

__ADS_1


" Ayo Lita, kita berangkat sekarang. Maaf, Mbok tadi habis membersihkan tempat kue dan juga loyang." ucapnya Seraya menggandeng tangan mungil milik Gracia.


Mereka bertiga saat ini berangkat menggunakan sopir pribadi yang telah disiapkan oleh Lita. Karena, wanita cantik itu sengaja ingin berbincang-bincang dari hati ke hati dengan Putri kecilnya itu. Sehingga Lita memutuskan untuk menyewa jasa sopir pribadi.


" sayang, apa sudah ada peningkatan?" tanya Lita pada gadis kecil yang ada di pangkuannya itu.


" maksud ibu?" tanya Gracia yang memang tidak mengerti apa maksud dari yang dikatakan oleh Lita itu.


" apa sikapmu di sekolah sudah ada peningkatan?" tanya Lita memperjelas ucapannya.


Membuat Gadis itu, seketika menundukkan kepala. Karena memang, hatinya belum siap untuk bersosialisasi dengan manusia lain selain keluarganya.


" tidak apa-apa sayang, semoga suatu hari nanti, kamu bisa bersikap selayaknya gadis usiamu." ucapnya dengan tersenyum tipis.


Walaupun, dalam hati wanita itu, saat ini tengah menjerit kesakitan. Inilah akibatnya jika sesuatu yang tidak pernah jujur dari awal. maka akan ada banyak Hati Yang Tersakiti.


" kamu Tega Mas," ujarnya Seraya mengepalkan tangannya kuat. menahan semua emosi yang ada di dalam dadanya.


" ayo sayang, kita masuk!" ajak Lita seraya menarik tangan putri kecilnya itu.


Sementara Gracia yang mendengar itu, menganggukkan kepala kemudian menggenggam tangan ibunya dengan Sedikit keras. Pertanda, bahwa gadis kecil itu merasa tidak nyaman dengan semua ini.


" nah, sekarang kamu mau pesan apa?" tanya Lita Seraya menyerahkan buku menu pada putrinya itu.


" Aku mau makan takoyaki sama ramen. Lalu, kue coklat ini sama permen lolipop." ujarnya Seraya tersenyum tipis.


Lita yang mendengar itu, menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis. Kemudian, segera memesankan makanan yang diinginkan oleh putrinya itu.


****

__ADS_1


tak berselang lama, makanan yang mereka pesan akhirnya tersaji di atas meja. dan dengan segera, mereka bertiga menyantap makanan itu.


Setelah selesai menyelesaikan semua makanannya, Gracia berpamitan pada ibunya untuk segera ke kamar mandi. Namun, tiba-tiba..


Brugh


"awh! Maaf Cia ngak sengaja." ucap gadis kecil itu menundukkan kepala karena merasa takut. Melihat kejadian itu, Lita dengan segera langsung menghampiri dan mengangkat Putri kecilnya itu untuk berdiri.


" sayang, Apa kau baik-baik saja?" tanya Lita dengan raut wajah khawatir. dan mata yang meneliti ke seluruh tubuh gadis kecil itu.


" aku nggak papa Bu." ucap Gracia Seraya tersenyum tipis. Lita menganggukkan kepala.


"Lita?!" wanita itu, seketika menegang saat mendengar namanya disebut oleh seseorang yang sangat familiar bagi wanita itu.


Karena terburu-buru dan merasa khawatir, Lita sampai tidak menyadari Siapa orang yang telah menabrak putrinya itu. dan sekarang, wanita cantik itu baru sadar Siapa orang yang ada di hadapannya itu. Perlahan tapi pasti, wanita itu mendongakkan kepala.


Degh


Seketika itu pula, jantungnya serasa lepas dari tempatnya. Saat menyadari dua orang yang sangat ia hindari, saat ini malah ada di hadapannya.


" Ayo Cia, katanya mau ke kamar mandi." ucap Lita menarik tangan putrinya untuk segera berjalan menuju kamar mandi.


Arya segera mengikuti mantan istri dan putrinya itu hingga sampai ke kamar mandi. Setelah laki-laki itu, berhasil mengelabui istrinya untuk membelikan susu segar di minimarket terdekat. memang kelebihan Cynthia adalah, wanita cantik itu terlalu polos untuk dibodoh-bodohi. dan Arya mensyukuri hal itu.


Setelah memastikan, bahwa di depan sana tidak ada Lita yang menjaga, Arya segera bergegas mendekati anak kandungnya itu.


Greep,...


Tubuh mungil itu seketika dipeluk dengan erat saat gadis kecil itu baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Arya terus mendekapnya. laki-laki Tampan itu tidak memperdulikan ronta'an dari tubuh mungil itu yang minta untuk dilepaskan. Karena laki-laki Tampan itu hanya memikirkan suatu hal.

__ADS_1


Akhirnya dirinya bisa memeluk dan menemui putrinya seperti ini.


__ADS_2